Jurnal Mesin Tanam Hortikultura [komentar]

Posted: 12th December 2011 by ade kurniawan in kuliah

Oleh : Ade Kurniawan (0911020022)

“Determination of Energetic and Ergonomic Parameters of a

Semi-automatic Sugar-beet Steckling Transplanter”

Proses penanaman benih gula-bit  maupun tanaman holtikultura pada umumnya adalah kegiatan yang sangat membutuhkan tenaga dan memakan waktu yang besar. Untuk mengatasi masalah tersebut dan meningkatkan hasil dari penanaman serta mengurangi biaya operasi, dirancang suatu transplanter (alat tanam) benih untuk meringankan beban tenaga kerja. Penggunaan mesin tanam ini sendiri bertujuan untuk menanam benih secara seragam pada lahan yang luas. Untuk itu perlu dipelajari kesesuaian transplanter benih terhadap syarat teknis dan syarat tumbuh benih gula-bit maupun pengukuran kinerja mesin tanam. Mengenai pentingnya dan manfaatnya alat tanam yang sedikit menggunakan tenaga manusia tergantung pada luas lahan, jenis tanaman yang akan ditanam, serta kemajuan teknologi dan ekonomi suatu negara tersebut.

Penggunaan mesin tanam justru akan meningkatkan biaya jika hanya digunakan pada lahan yang tidak besar karena pengadaan dan pengembangan alat tanam ini terhitung tidak murah, begitu pula jika jenis tanaman yang akan ditanam memiliki nilai jual yang tidak tinggi  maka penggunaan alat ini akan tidak efektif. Selain itu dalam kontrolnya alat tanam ini ada yang bekerja otomatis yang sepenuhnya dikontrol oleh mesin menggunakan sensor, maupun alat tanam semi-otomatis dimana tugas operator untuk mengendalikan mesin maupun hanya mengawasi dan menjalankan alat. Hal ini bergantung pada kondisi perekonomian negara pengguna tersebut, untuk negara maju yang memiliki teknologi memadai serta tenaga kerja yang mahal dan jumlahnya yang sedikit, penggunaan mesin tanam full otomatis sudah banyak dilakukan, sedangkan untuk negara berkembang dimana tenaga kerja masih terbilang banyak dan murah, pengembangan mesin tanam semi-otomatis lebih mungkin dilakukan.

Parameter yang menjadi fokus penelitian dalam jurnal penentuan kelayakan mesin tanam semi-otomatis ini meliputi kesesuaian mesin tanam terhadap syarat tumbuh tanaman bit, daya (tenaga) yang dibutuhkan mesin tanam, serta parameter ergonomis operator yang mengendalikan mesin tanam. Parameter ergonomis pada mesin tanam semi-otomatis perlu dikaji karena operator memiki peran yang penting dalam penggunaan alat ini, sehingga rancangan alat harus dibuat seaman dan senyaman mungkin bagi operator.

Rancangan alat seperti alat tanam pada umumnya yang terdiri dari roda transportasi, hopper (untuk menyimpan benih sementara), dua pembuka alur, metering disk (pengatur keluaran benih) dengan dua grippers (pencengkram benih), meliputi perangkat yang terdiri dari dua ridgers jenis disk (piringan) untuk membuat alur tanam, dua roda tekan, dan dua kursi operator (satu untuk mengendarai traktor dan yang lainnya untuk mengatur dan menempatkan benih pada grippers).  Roda penguruk / penekan tanah dikontrol melalui mekanisme metering bertenaga mesin. Oleh karena itu, dalam setiap jarak baris dari alur tanam benih, mekanisme penanaman tidak tergantung dari kecepatan maju traktor.

 

Pada mesin tanam semi-otomatis, operator duduk di kursi transplanter serta mengambil benih dari hopper, memasukkan benih ke dalam grippers dengan saluran ke bawah. Gerakan grippers diatur dari stasioner cam. Benih ditempatkan secara kuat diantara rahang gripper. Ketika benih berada di posisi terendah di alur, rahang gripper dibuka. Benih yang ditanam ditutupi dengan tanah dengan menutup perangkat dan gundukan tanah dibentuk. Sepasang roda pembuat alut bergerak dalam posisi miring, diikuti perangkat pengubur dan pemadat tanah di sekitar stecklings (benih ditanam).

 

Dalam jurnal ini dilakukan percobaan kelayakan pengaplikasian alat tanam meliputi penentuan jarak baris tanaman, kedalaman tanam, keseragaman tinggi gunduk-an, penyimpangan jarak benih sepanjang baris dan dalam arah tegak lurus ke baris. Termasuk didalamnya penentuan kebutuhan daya transplanter yang dibutuhkan dengan berbagai parameter meliputi rancangan mesin, kecepatan maju transplanter, kekuatan tarik dan konsumsi bahan bakar yang diukur dengan laboratorium lapangan.

Hasil yang dianalisa dari jurnal penelitian ini bahwa keseragaman jarak tanam serta faktor teknis penanaman benih sudah baik karena deviasi (kesalahan) cukup kecil, daya yang dibutuhkan traktor terbilang tidak terlalu besar (0,8 kW), kesesuaian kapasitas mesin dengan kinerja operator sudah baik (14 bibit per operator /menit), dan rancangan ergonomis yang masih perlu ditingkatkan untuk menjaga keamanan dan kenyamanan operator

Selain faktor teknis dari spesifikasi alat, dalam efektifitas penggunaan mesin tanam semi-otomatis ini faktor yang berperan besar adalah keahlian operator dalam mengatur keluaran penanaman benih pada lahan, sehingga dibutuhkan skill dari operator dan pengaruh kecepatan serta kesalahan manusia mempunyai andil besar, dan alasan itulah yang menjadi kekurangan dari mesin tanam semi-otomatis ini.

Sumber : K. Kazmeinkhah, Agricultural Research Center, East Azarbaijan, Tabriz, Islamic Republic of Iran

CAPTCHA Image
*