Laporan Bussiness Plan Kewirausahaan Siomay UB

BUSINESS PLAN

SIAM UB (Siomay Bayam Unik dan Bergizi)

 

 

 

 

 

 

UNIVERSITAS BRAWIJAYA

FAKULTAS PERTANIAN

PROGRAM STUDI AGROEKOTEKNOLOGI

MALANG

2013

Naama Kelompok:

RIZKY MAULIDINA 115040200111024
GETHAR WINDI APRILIA 115040200111053
FERRY SINGGIH P. 115040200111056
FI`LIYAH 115040200111076
GHASSANI ANGGIAH .P 115040200111082
FAJAR RIZKI ILLAHI 115040200111118
FARHADZ FADHILLAH S 115040200111126
FATKUN NI`MAH 115040200111136
FAURIZAL ARIF 115040200111138
FARID RISKY NORIS S 115040201111003
ANISA AFISUNANI 115040201111011
Freta Kirana Balladona 115040201111018
CYNTIA YOLANDA APRISCIA 115040201111027
Akbar Hidayatullah Zaini 115040201111031
SUWANTI 115040201111033
AKBAR SAITAMA 115040201111037
RACHMATIKA LAUCHUL MACHFIDHA 115040201111040
FANGGA RATAMA CAMADA 115040201111074
Fitri Kusuma Wati 115040201111099
FARID MUFTI ARDIYANTO 115040201111104
Fefri Nurlaili Agustin 115040201111105
FITRI AMANIYAH 115040201111124
FEBRINA DWI P 115040201111140
HAKIIM KURNIAWAN HIDAYAT 115040201111160
FIRNADO GINTING 115040201111164
FIRDAUS AULIYA RAHMAH 115040201111179
FEBRI MUKTI PRAMADHANI 115040201111190
GADANG CAHYA BIMA 115040201111207
GUINDAHNAWANINGTYAS SELGIS APRILIA 115040201111247
Fahrizal Kreshna Yudichandra 115040201111261
FARID ZAMRONI 115040201111288
FRETTY VIVIN VALENTIAH 115040201111321
FITA FITRIATUL WAHIDAH 115040201111336
Faranisa AV 115040201111343
FEBRI DWI MULYANTO 115040207111001
FARAH NABILA 115040207111036
Hadi Suwitnyo 115040213111020
Hadi Susilo 115040213111030
GIRI LASMONO 115040213111031
Fitri Wahyuni 115040213111050

 

KATA PENGANTAR

Allhamdullilah puji dan syukur saya panjatkan kepada Allah  SWT, yang telah memberikan segala nikmat kepada kita semua. Mudah- mudahan kita termasuk orang- orang yang diridhoi-Nya.Amiin.

Shalawat serta salam  selalu tercurah kepada junjungan kita semua yakni Nabi Muhammad SAW, kepada keluarganya, sahabatnya dan kepada kita semua, mudah- mudahan kita semua termasuk orang- orang yang diberikan safaatnya. Amiin.

Mempunyai tubuh sehat adalah keinginan semua orang, namun pada kenyataannya banyak orang tidak bisa memilih makanan yang bergizi dan sehat bagi tubuh. Karena itu kami berencana untuk membuat usaha di bidang makanan yaitu “SIAM UB (Siomay Bayam Unik dan Bergizi ”.Terlihat sekali peluang yang begitu baik dalam usaha makanan ini.Selain mengenyangkan perut, siomay bayam juga memiliki nilai gizi yang cukup tinggi. Sayur bayam  merupakan salah satu sayuran Indonesia yang banyak di minati semua kalangan karena gizi yang terkandung di dalamnya melimpah.

Mudah- mudahan dengan adanya usaha ini bisa membantu menjadikan masyarakat Indonesia lebih sehat dan mudah- mudahan usaha ini bisa maju dan menyerap tenaga kerja di  Indonesia sehingga membantu mengurangi pengangguran di Indonesia.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

  1. 2.      PENDAHULUAN

 

 

2.1  Data Perusahaan

Dewasa ini menjadi wirausaha merupakan sebuah solusi yang paling efektif untuk mengurangi jumlah penganguran dan menciptakan lapangan pekerjaan.Wirausaha merupakan wujud nyata dari sebuah perubahan dalam menata kehididupan yang lebih baik.Di Indonesia tercatat masih tingginya angka pengangguran, padahal lahan pertanian menjadi salah satu kekayaan alam yang paling potensial dikembangkan.

Usaha  Segmen pasar yang dipilih dalam usaha ini adalah masyarakat menengah ke bawah. Karena segmen masyarakat menengah ke atas pada usaha ini sudah cukup banyak terutama di kota-kota besar sehingga pesaingnya lebih banyak dibandingkan dengan segmen pasar menengah ke bawah. Competitive advantage dalam usaha ini adalah differentiation maksudnya yaitu usaha ini merupakan usaha yang berbeda dari jenis usaha makanan lainnya karena fokus usaha ini adalah pada pengelolaan sayur mayur khsusnya bayam menjadi makanan dan minuman yang variatif dengan segmen pasar yang berbeda dari usaha yang sudah ada sehingga pesaing di usaha ini masih sedikit.

Dengan berlandasan beberapa hal tersebut dibentuklah sebuah usaha kecil menengah (UKM) yang kami berinama “CV. Mitra Bayam Nusantara”.Berikut adalah data perusahaan kami.

Nama perusahaan        : CV. Mitra Bayam Nusantara

Lokasi perusahaan       : Perumahan New Villa Bukit Sengkaling. C7.10, Malang

Produk utama              : SIAM UB (Siomay Bayam Unik Bermutu)

Produk sampingan      : DBD (Dawet Bayam Durja), Eskrim Bayam, Nugget Bayam, DOYAN (Donat Bayam Nikmat)

Berdiri                         : Desember 2013

Total pekerja               : 38 Orang

 

 

2.2Visi Misi

Dalam mencapai kesuksesan berwirausaha CV. Mitra Bayam Nusantara memiliki visi berikut.

Visi:

  1. Menciptakan menu makanan baru yang sehat dan bergizi
  2. Meningkatkan taraf hidup masyarakat

Dalam upaya mewujudkan tujuan yang ingin dicapai dalam visi perusahaan, CV. Mitra Bayam Nusantara memiliki misi sebagai berikut

Misi:

  1. Menyajikan menu sayur dan buah dengan tata cara penyajian yang menarik, enak, dan sehat  baik berupa makanan atau minuman
  2. Membuka lapangan pekrjaan dan mendorong msyrakat untuk berwirausaha.
  3. Pemasaran

 

 

1 

 

 

  1. 4.      Profil Perusahaan

4.1.1        Berdirinya Perusahaan

CV. Mitra Bayam Nusantara merupakan suatu tempat makan yang didesain bernuansa kafe akan tetapi sederhana. Warung sehat menjual minuman dan makanan khas Nusantara.  Makanan dan minuman disajikan dengan tata cara penyajian yang menarik. Tata cara penyajian diperhatikan mulai dari tempat makan seperti piring daun pisang, yang didesain unik dan menuncjukan kekayaan Indonesia, selain itu CV. Mitra Bayam Nusantara berorientasi juga pada pasara swalayan kecil yang menyediakan produk-produk olahan bayam yang sudah dalam bentuk makanan olahan setengah jadi dan bias dinikmati dikediaman konsumen.

Hal ini semuanya berguna untuk mendukung penyajian makanan dan minuman agar menarik untuk dimakan seperti susunan makanan, ataupun bentuk sayur dan buah yang dibentuk agar menarik.Namun juga dengan tidak melupakan rasa dan kualitas makanan dan minuman yang disediakan. Sayuranyang disediakan adalah sayuran yang dikembangkan dengan tidak menggunakan zat-zat kimiawi seperti pupuk atau pembasmi hama. Sayur dan buah dikembangkan dengan menggunakan pupuk alami juga pembasmi hama alami termasuk juga memperhatikan pengelolaan tanah agar nutrisi di dalam tanah tidak habis dengan menanam tanaman dengan jenis berbeda.

Perusahaan ini berdiri pada bulan Desember 2013, yang beralamatkan di Perumahan New Villa Bukit Sengkaling C7. 10. Landasan lokasi perusaahaan berdiri di wilayah tersebut, dimana wilayah Kec. Dau dan sekitarnya khususnya wilayah Perumahan Oma Campus masih minim tersedianya warung makan, café, dan sejenisnya serta swalayan yang menjual makanan olahan siap saji. Selain itu masyarakat yang mendiami daerah tersebut tergolong masyarakat yang memiliki jam kerja padat dengan demikian kesempatan utnuk menyedikan makanan bergizi masih minim. Sehingga, dalam jangkaun memperoleh keuuntungan dalam pemasaran dapat tercapai dari perusahaan ini.

4.1.2        Gambaran Produk

Produk yang dipasarkan oleh CV. Mitra Bayam Nusantara merupakan produk makan yang berasal dari bayam.Olahan makanan berupaka makanan khas Nusantara yang mencirikan kekayaan kuliner Indonesia.Produk utama dari perusahaan ini SIAM UB (Siomay Bayam Unik Bermutu) dimana siomay merupakan makanan khas Indoensia yang banyak diminati masyarakat Indonesia. CV. Mitra Bayam Nusantara, mengelola siomay berbeda dengan siomay umumnya. Siomay yang dibuat mengutamakan bayam sebagai bahan utama yang memiliki banyak kandungan gizi.Siomay yang terlihat hijau dengan berbagai variasi seperti siomay bayam tahu, siomay bayam kol, siomay bayam pangsit, serta berbagai variasi lainnya, yang menjadi salah satu daya tarik sendiri bagi konsumen.

 

4.2  Manajemen Organisasi

deskripsi

4.2.1        Struktur Organisasi

Keterangan: SV (Supervisor)

Gambar. Bagan Struktur Organisasi CV. Mitra Bayam Nusantara

4.2.2        Job Description

Dalam struktur keorganisasian CV. Mitra Bayam Nusantara, setiap fungsioner kerja memiliki wewenang sebagai berikut.

  1. Direksi: Dessy dan Deny sebagai badan pengawasan berjalannya kegiatan wirausaha yang berfungsi melindungi dan menjamin kebenaran hukum perusahaan.
  2. Direktur utama: Febri Dwi M, sebagai koordinator keorganisasian yang berfungsi sebagai motor penggerak perusahaan.
  3. Direktur pelaksana: Akbar Saitama, sebagai ketua pelaksana kerja dilapangan yang mengkoordinasikan kegiatan seluruh fungsi organisasi.
  4. Direktur personalia: Akbar Hidayatullah Z, sebagai ketua pelaksana dalam seleksi ketenaga kerjaan, menjamin serta menjaga hak-hak bagi tenaga kerja.
  5. Direktur keuangan: Fi’illyah, menjadi bagian dalam upaya menjaga keuangan dan keberlangsungan perusahaan.
  6. Menejer tenaga kerja: Hadi Susilo, penyedia dan pencari serta menjamin keselarasan hak sesuai dengan posisi ketenaga kerjaan. Dalam Divisi ketenga kerjaan dibagi atas bidang perlengkapan dan pengawasan.Bidang perlengkapan Gadang (supervisor) tenaga ahli yang membawahi penyediaan sarana dan prasana bagi pekerja, dimana dalam bidang ini memiliki anggota yaitu gema dan hakim. Sedangkan bidang pengawasan, Farid M (Supervisor) yang membawahi penjaminan hak serta mengawasi kewajiban pekerjaan setiap pekerja, dalam bidang ini memiliki anggota Fahrizal dan Getar.
  7. Menejer produksi: Fitri Kusuma, bertugas daam menjalankan proses produksi makanan olahan bayam, dengan supervisor Cintya, serta anggota Firda, Fitri W, Ghasani, Fajar.
  8. Menejer pemasaran: Farid Zamroni, bersama Farah (supervisor), serta Faranisa, Hadi SW, dan suwanty sebagai anggota yang bertugas sebagai pengerak keuangan dengan memasarkan hasil makanan olahan bayam.
  9. Menejer publikasi: Fatkun N, dangan Farhadz (supervisor), Febri M, Fernado sebagai anggota bertugas dalam proses pengenalan hasil produksi berupa iklan, logo, beserta keperluan publikasi lainnya.
  10. Menejer accounting: Frety V, Faurizal (supervisor), anggota Fita dan Annisa bertugas dalam merinci data keuangan baik pengeluran dan pemasukan perusahaaan.
  11. Menejer administrasi: Fefri, Freta (supervisor), Fitri A dan Febrina bertugas dalam pencatat seluruh kegiatan dan ketenaga kerjaaan dalam perusahaan.
  12. Menejer gudang: Fangga, Farid N (supervisor), Guindah dan Ferry sebagai pengelolaan penyimpanan hasil produksi sebelum dipasarkan.

 

4.3  Manajemen Pemasaran

4.3.1        Gambaran Umum Pasar (Stp)dibuat pertahapnya

Malang merupakan daerah penghasil sayuran yang cukup besar, hanya saja Malang selain daerah agribisnis juga sebagai daerah pariwisata, pendidikan, dan industry. Dilihat dari segi pariwisata banyak peluang pemasaran seperti menjadikan makankhas olahan bayam sebagai makan yang bias dinikmati wisatawan di tempat wisata. Selain itu kawasan pendidikan, Malang terkenal dengan berbagai Universitas besar yang kebanyakan pendatang atau anak kos. SIAM UB dalam Universitas Brawijaya menjadi salah satu icon utama, setiap mahasiswa memiliki akun dalam SIAM UB “Sistem Informasi Akademik Mahasiswa Universitas Brawijaya”, sehingga ketika pemasaran dilakukan akan membuat mahasiswa penasaran akan SIAM UB “Siomay Bayam Unik Bermutu”.

Kawasan industri dimalang banyak menelan waktu pekerja sehingga membuat pekerja sering sekali memilih makan cepat saji.Makanan cepat saji yang tersedia di berbagai pusat perbelanjaan sering kali mengabaikan mutu serta gizi. Sehingga bias dijadikan peluang bisnis memasarkan makanan olahan bayam pada masyrakat pekerja. Ditempat produksi wilayah Perumahaan New Villa Bukit Sengkaling (Oma Campus), Kec.Dau, banyak sekali masyarakat yang tinggal diwilayah tersebut merupakan pekerja atau masyarakat karir. Dimana masyarakat karir biasanya terbengkalai akan makanan dan minuma. Sehingga peluang untuk memberikan pengenalan makanan olahan serta pemasaran diwilayah produksi sangat besar.

4.3.2        Strategi Pemasaran Perusahaan Dan Pesaing (7p+Swot)jelasin pertahap

Beberapa strategi promosi yang dilakukan pada pemasaran produk dari CV. Mitra Bayam Nusantara, yaitu :

  1. Pemesanan makanan berat SIAM UB untuk makan di tempat selama satu bulan awal gratis minuman DBD.
  2. Penyebaran brosur dan leaflet di sekolah-sekolah, kampus dan factory outlet
  3. Pemasangan papan nama yang besar dengan nama ‘Mitra Bayam Nusantara’ yang besar dan berwarna cerah
  4. Promosi tak langsung diharapkan melalui penyebaran dari mulut ke mulut, khususnya melalui rekan-rekan dari pekerja.
  5. Pemasaran dengan paket makan dalam menu. Dimana paket tersebut dalam menu disebut Paket UB “Paket Untung Bayamp”

 

4.4  Proses Produksi ( masuk 5.2 di format baru)

Tambah penjelasan

4.4.1        Alat Dan Bahan (masuk 5.7)

Dalam proses awal perusahaan membutuhkan peralatan yang cukup besar dimana keperluan alat sebagai berikut.

Alat:

  1. Kompor gas
  2. Tabung gas
  3. Baskom
  4. Blender
  5. Panci
  6. Wajan
  7. Sendok
  8. Pisau

Dalam prsoes produksi makan SIAM UB yang telah dicoba untuk menghasilkan makan siomay dengan beberapa pariasi dibutuhkan bahan sebagai berikut.Cantumkan bahannya saja

  1. Bayam 5 ikat                                             Rp. 2000,-
  2. Usus 1 kg                                                  Rp. 5000,-
  3. Terigu 1 kg                                                Rp. 6000,-
  4. Kanji 1 kg                                                 Rp. 5000,-
  5. Bawang putih ¼ kg                                   Rp. 2000,-
  6. Daun bawang                                            Rp. 250,-
  7. Seledri                                                       Rp. 250,-
  8. Garam                                                       Rp. 500,-
  9. Tahu pong 30 buah                                   Rp. 5000,-
  10. Kacang tanag ¼ kg                                   Rp. 2500,-
  11. Gula merah                                                Rp. 500,-
  12. Kulit pangsit ¼ kg                                    Rp. 2000,-
  13. Kubis 1 kg                                                 Rp. 2000,-
  14. Bumbu-bumbuan                                      Rp. 1000,-+

Rp. 34.000,-

Dari bahan diatas hasil yang diapatkan dalam proses produksi SIAM UB “Siomay Bayam Unik Bermutu” sebagai berikut.

  1. Siomay bulat 50 buah
  2. Siomay tahu 30 buah
  3. Siomay pangsit 30 buah
  4. Siomay kubis 20 buah.

Dalam penjualan perbuah setiap item dijuan dengan harga Rp. 750,- sehingga didapat hasil keuntungan sebagai berikut.

  1. Hasil produksi 130 buah @Rp. 750,-       Rp. 97.500,-
  2. Pengeluaran bahan                                    Rp. 34.000,-_

Rp. 63.500,-

Berdasarkan hasil tersebut dapat diketahuai persentase keuntungan dari penjualan SIAM UB sebagai berikut.

 

% Keuntunggan          = Untung x 100%

Modal

% Keuntunggan          =Rp. 63.500,- x 100% = 186,76 %

Rp. 34.000-

 

 

4.4.2        Alur Proses Produksi

 

Gambar. Proses Produksi

Aktivitas yang dilakukan meliputi proses mencari sayuran bayam serta bahan makanan dan minuman lainnya, proses memasak, dan proses penyajian. Sayur didapat dari petani yang menanam tanamannya secara alami.Petani seperti ini terdapat di lembang juga di sekitar Malang.Sehubungan tempat penjualan adalah di Malang, sehingga tempat penghasil bahan utama tidak begitu jauh dari tempat penjualan. Proses memasak makanan dilakukan dengan dua cara yaitu makanan dimasak terlebih dahulu dan makanan baru dimasak saat dipesan. Terakhir, proses penyajian adalah menyajikan hasil masakan berupa makanan atau minuman dengan wadah penyaji secara sederhana kepada pelanggan.

 

4.4.3        Penjelasan (Dari Alur Proses Produksi)dibikin bagan

Secara umum alur produksi sudah dijelaskan diatas. Naumun, proses memasak dalam produksi dilakuan dengan cara sebagai berikut.

  1. Semua bahan yang akan dipakai dijamin kehigienisannya.
  2. Bayam dan usus diblender setelah setengah halus masukan bawang putih 5 siung, garam secukupnya lalu diblender hingga merata.
  3. Masukan bahan yang telah diblender salam baskom, campur dengan sedikit air hangat, terigu, dan kanji serat irisan daun bawang dan seledri. buat hingga kalis.
  4. Siapkan panci pengukus.
  5. Pariasi pertama yaitu tahu pong diisi adonan siomay.
  6. Pariasi kedua kulit pangsit diisi adonan siomay.
  7. Pariasi ketiga kubis direbus, stelah setanha halus digulung bersamaan pemberia adonan siomay.
  8. Pariasi keempat siasa adonan sediki dikeraskan dengan penambahan kanji lalu dibuat bulatan seperti bakso dengan ditambahi tahu putih pada isiannya.
  9. Setelah siap dikukus.
  10. Untuk saus kacang. Kacang yang teah disangrai diblender bersama gula merah, garam secukupnya,cabai, kencur, bawang putih 3 siung.
  11. Hasil blender ditambah air dan dimasukan dalam panci dan ditambahi daun jeruk serta daun salam.

Setelah dua proses yaitu pencarian bahan dan pemasakan proses penyajian dilakuakan dengan cara tradisional. SIAM UB yang telah jadi

 

4.5  Manajemen Keuangan

Sumber Dana, Permintaan, Penawaran, Rencana Penjualan Dan Pangsa Pasar, Inventaris Kantor, Kapasitas Produksi, Tanah Dan Bangunan, Pemasangan Sarana Penunjang (Ex : Listrik, Air, Tlp, Dll), Mesin Dan Peralatan, Bahan Baku Dan Bahan Pelengkap, Tenaga Kerja. , Biaya Umum (Pemeliharan Mesin, Dll) Analisis Biaya Tetap, Analisis Biaya Tidak Tetap, Analisis Keuntungan.


 

 

3. RENCANA DESAIN DAN PENGEMBANGAN

 

 

3.1 Tujuan Usaha Jangka Panjang

 

3.2 Evaluasi Risiko

 

3.3 Pengendalian Persediaan

Produk SIAM UB merupakan produk yang sangat tepat dan nikmat jika disajikan dalam kondisi hangat dan fresh, untuk mengatur persediaan agar tetap pada kondisi fresh kami membuat stok SIAM UB yang masih belum dimasak (dalam bentuk adonan jadi), jadi proses pemasakan dilakukan jika ada pesanan sesuai permintaan. Tempat penyimpanan SIAM UB pun akan dibuat sedemikian rupa agar produk tetap terjaga dengan baik, mulai dari kebersihan, suhu, dan kerapian. Kami akan menggunakan wadah khas jawa yang biasa disebut “bakul” atau “wakul”, dimana wadah tersebut terbuat dari bamboo sehingga bisa menjaga kealamian dan kebersihan produk.

 

3.4 Pasokan dan Distribusi

Perusahaan kami memiliki 38 anggota yang sangat bermutu dan berijiwa agribisnis sehingga kami mampu menyediakan pasokan produk yang kami buat. Produk kami sangat efisien dan cepat proses produksinya sehingga untuk tetap menjaga pasokan produk, kami mengerhakan seluruh anggota untuk selalu menjaga pasokan SIAM UB. Untuk pendistribusian yang kami lakukan yaitu dengan langkah awal yaitu promosi dengan berbagai promo paket, pelayanan yang nyaman dan cepat, harga terjangkau, dan rasa yang menggugah selera, ketika sudah mendapatkan banyak pelanggan kami akan mengembangkan usaha kami dengan sistem distribusi “Delivery Order” untuk pemesanan produk yang sudah matang, dan sistem distribusi kea gen-agen untuk pemesanan produk mentah.

 

 

LAMPIRAN

 

 

  1. 1.      Logo Perusahaan

 

 

  1. 2.    Brosur

 

 

 

 

  1. 3.                  Pamflet

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

DOKUMENTASI

 

 

 

(a)

 

 

 

Keterangan

a)

Categories: Uncategorized | Comments Off on Laporan Bussiness Plan Kewirausahaan Siomay UB

Tugas Kewirausahaan

KATA PENGANTAR

Puji Syukur Kehadirat Alloh SWT, Yang telah memberikan anugerah kepada  kami, sehingga kami dapat menyusun tugas makalah Kewirausahaan sebagai tugas Pengganti Ujian Tengah Semester Ganjil. Tidak lupa Kami  juga mengucapkan terima kasih kepada Bapak Fery Abdul Cholic selaku pengajar mata kuliah Kewirausahaan, yang telah memberikan kesempatan kepada kami untuk penyusunan makalah ini. Didalam makalah ini kami mewancarai seorang pengusaha yang telah sukses dibidang pertanian dalam menjalankan usahanya. Makalah ini disusun supaya pembaca dapat lebih memahami tentang kewirausahaan. Tentang bagaimana memulai sebuah usaha, karakter atau sifat yang harus dimiliki seorang wirausaha dan juga seorang wirausaha yang dapat dijadikan panutan. Penulias menyadari dalam makalah ini masih banyak kekurangan baik isinya maupun struktur penulisannya. Oleh karena itu, kritik dan saran yang bersifat membangun sangat diharapkan guna perbaikan di kemudian hari. Demikian semoga makalah ini dapat memberikan manfaat umumnya bagi pembaca  dan khususnya bagi penulis sendiri.

Hormat Kami

Penulis

 

 

 

 

 

 

 

 

 

PENDAHULUAN

Latar Belakang Masalah

Wirausaha merupakan suatu proses atau cara untuk melakukan suatu usaha yang bertujuan untuk mendapatkan hasil atau keuntungan yang diharapkan dengan cara memproduksi, menjual atau menyewakan suatu produkk barang atau jasa.
Dalam menjalankan suatu usaha (wirausaha) seorang pelaku usaha harus memiliki :
1. Skill (kemampuan)

Seorang pelaku usaha harus memiliki skil (kemampuan) untuk berwirausaha karna tanpa skil (kemampuan) seorang pelaku usaha tidak akan mungkin bisa berwirausaha. Jadi skill (kemampuan) adalah modal utama yang harus dimiliki dalam berwirausaha.
2. Tekad (kemauan)

Apabilaseorang pelaku usaha telah mempunyai skill (kemampuan) tapi tanpa ada tekad (kemauan yang kuat) untuk berwirausaha maka skill (kemampuan) berwirausaha itu akan sia-sia karena tidak dapat tersalurkan. Jadi pada dasarnya skill dan tekad itu harus dimiliki oleh seorang pelaku wirausaha

3. Modal

Modal merupakan aspek yang sangat menunjag dalam hal memulai dan menjalankan suatu usaha disamping mempunyai skill dan tekad.

4. Target dan Tujuan

Seorang pelaku usaha apabila ingin menjalankan suatu usaha maka harus bisa menentukan targer dan tujuan pemasarannya. Karena apabila target dan tujuan tidak direncanakan maka usaha yang dijalankan tidak mungkin dapat bertahan lama.

5. Tempat

Tempat berwirausaha merupakan aspek yang harus dimiliki bila ingin menjalankan wirausaha. Karena tempat juga sangat menunjang dalam hal wirausaha dan bisa menjadikan suatu bahan pertimbangan oleh konsumen mengenai wirausaha yang sedang dijalankan.

Metode Pembahasan

Dalam hal ini penulis menggunakan:

  1. Metode Naratif

Sebagaimana ditunjukan oleh judulnya, pembahasan ini bertujuan untuk memberikan suatu cerita dari narasumber tentang suatu usaha yang sedang dijalankan samapi mencapai kesuksesan.

 

  1.  Survai

Proses yang dilakukan melalui wawancara, mengumpulkan data-data dan keterangan dari seorang narasumber yang ada hubungannya dengan usaha yang sedang dijalankan.

Tujuan

Sebagai contoh yang bisa ditiru apabila ingin menjalankan suatu usaha.

Untuk memenuhi tugas kedua mata kuliah Kewirausahaan

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

PEMBAHASAN

PROFIL PENGUSAHA

Nama                          : Bpk. Nur Aziz

Tempat / Tgl lahir     : Malang, 14 Desember 1978

Pendidikan                 : MAN Batu (SLTA)

Pekerjaan                   : Pengusaha Bunga Potong

Pada masa dewasa ini, tanaman tidak hanya dijual buahnya saja, namun keindahan dari bunganya pun dapat dijual. Karena kemajuan zaman, masyarakat tidak hanya memandang sebuah tanaman dari sisi agronomisnya saja namun juga dari segi estetika. Maka dari itu, sudah banyak dijumpai pengusaha-pengusaha bunga potong yang dapat dibilang sukses dalam bidangnya.

Salah satu pengusaha sukses bunga potong yaitu Bapak Nur Aziz, beliau merintis usahanya sudah sekitar tahun 2005 dan sekarang penghasilan yang didapat cukup lumayan. Pak Aziz sekitar berumur 35 tahun dan membuka toko bunga potong di daerah Bumiaji, Batu. Beliau lebih spesifik pada bunga potong untuk bunga mawar dan bunga peacock.

Meskipun beliau hanya lulusan dari Sekolah Menengah Pertama (SMA), beliau memiliki pemikiran-pemikiran yang kreatif untuk mengembangkan usahanya tersebut. Salah satunya yaitu membuat blog di internet untuk pemesanan bunga potong. Karena adanya layanan pesan antar tersebut, Pak Aziz dapat menjual bunga potongnya ke berbagai daerah yaitu Surabaya, Semarang, Jakarta, Solo, Bali, Sulawesi dan Kalimantan. Pengiriman terjauh yang pernah Pak Aziz terima yaitu sampai ke negara Vietnam.

Bibit-bibit dari bunga potong Pak Aziz memang didatangkan impor dari Belanda, namun untuk pembudidayaannya Pak Aziz lakukan sendiri dengan bekerja sama dengan petani-petani bunga di sekitar rumahnya.

Keuntungan yang didapat untuk penjualan semua bunga potong sekitar 150 juta perbulan dan untuk bunga mawar sendiri sekitar 40 juta sampai 45 juta perbulan. Pak Aziz juga menjual lagi bibit-bibit bunga potongnya dengan harga 2500 rupiah satu bibit. Untuk bunga peacock, Pak Aziz menjualnya dengan harga 10 ribu rupiah satu ikat.

Melihat keuntungan tersebut, pasti akan banyak pesaing nantinya.maka dari itu Pak Aziz memiliki beberapa metode-metode atau kiat-kiat untuk menjadi wirausahawan yang sukses. Berikut penjelasan selanjutnya.

Berikut Sifat-Sifat Yang Telah Diterapkan Oleh  Seorang Wirausahawan Bapak Nur Aziz :

  1. 1.      Mau Kerja Keras dan Cerdas

Sikap kerja keras sert berpikiran cerdas harus dimiliki oleh seorang wirausahawan. Unsur disiplin memainkan peranan penting. Sebab bagaimana orang mau kerja keras jika sifat disiplin tidak ada.

  1. 2.      Bekerjasama Dengan Orang Lain

Seorang Wirausahawan mudah bergaul, disenangi oleh masyarakat. Dia tidak suka fitnah, sok hebat, arogan, tidak suka menyikut dan menggunting dalam lipatan.

  1. 3.      Penampilan Yang Baik

Bukan berarti penampilan muka yang elok tetapi lebih disarankan dan ditekankan pada penampilan perilaku yang jujur dan bersahaja.

  1. 4.      Yakin

Keyakinan ini diimplementasikan dalam tindakan sehari-hari, melangkah pasti, tekun, sabar, tidak ragu-ragu. Stiap hari otaknya berputar membuat rencana dan perhitungan alternatif.

  1. 5.      Pandai Membuat Keputusan

Jika anda dihadapkanpada alternatif, harus memilih, maka buatlah pertimbangan yang matang. Kumpulkan berbagai informasi, boleh minta pendapat orang lain, setelah itu ambil keputusan yang terbaik.

  1. 6.      Mau Menambah Ilmu Pengetahuan

Pendidikan baik formal maupun non formal akan sangat membantu seseorang menemukan dan mengembangkan jiwa serta operasional wirausaha. Akan tetapi, hal yang paling penting disini adalah adanya tambahan ilmu pengetahuan atau teori.

  1. 7.      Ambisi Untuk Maju

Seorang wirausahawan dituntut untuk  pantang menyerah. Dan harus punya semangat tinggi, mau berjuang untuk maju. Orang yang gigih dalam menghadapi pekerjaan dan tantangan biasanya banyak yang berhasil dalam menghadapi kehidupan.

 

 

  1. 8.      Pandai Berkomunikasi

Berarti pandai mengorganisasi buah pemikiran kedalam bentuk ucapn-ucapan yang jelas, menggunakan tutur kata yang santun dan enak didengar, mampu menarik perhatian orang lain. Komunikasi yang baik, diikuti dengan perilaku yang santun dan jujur, konsisten dalam pembicaraan akan sangat membantu seseorang mengembangkan karir dimasa yang akan datang.

Beberapa saran-saran kepada calon pengusaha yang dinasehatkan oleh Bapak Nur Aziz adalah sebagai berikut :

Kiat – Kiat Menjadi  Pengusaha Sukses

Sebelum belajar bagaimana menjadi pengusaha sukses, maka perlu juga diketahui bahwa cara cepat menjadi pengusaha sukses belum tentu bisa diterapkan, tetapi paling tidak sukses secara perlahan-lahan, dapat ditempuh ketika seseorang memiliki kemauan yang kuat. Berikut adalah berbagai menjadi pengusaha sukses yang tentunya dapat dijadikan sebagai inspirasi untuk menuju kesuksesan:

  1. 1.    Awali Dengan Impian dan Imajinasi

Sebelum manusia bisa mendarat di bulan, tak pernah ada yang berfikir bahwa hal itu adalah sebuah kenyataan. Ide mendarat di bulan pada awalnya adalah sebuah mimpi indah yang tak akan pernah terwujud. Namun impian dan imajinasi itu akhirnya berubah menjadi kenyataan ketika seseorang telah membuktikannya dengan pendaratan manusia pertama kali ke bulan. Yang perlu diingat adalah segala sesuatu keberhasilan itu bermula dari impian dan keyakinan dengan didorong oleh kerja keras untuk mewujudkannya. Jika anda mempunyai impian untuk menjadi seorang pengusaha yang sukses dan punya niat untuk mewujudkannya, maka segeralah bangun dari mimpi anda. Bekerja keraslah untuk segera merubah mimpi anda itu menjadi kenyataan. Hanya seorang pemimpi yang mampu menciptakan dan membuat sebuah terobosan dalam produk, jasa ataupun ide yang bisa sukses. Mereka tidak mengenal kata tidak bisa atau tidak mampu.

  1. 2.    Kenali Impian Anda

Semua kemudahan dari fasilitas yang kita gunakan saat ini dulunya hanyalah sebuah impian dari orang-orang yang telah menemukan dan menciptakannya. Orang-orang ini mengenali mimpi mereka dan percaya bahwa mimpi-mimpi ini bisa diwujudkan.

“Orang dengan ide baru adalah orang aneh sampai ide tersebut berhasil”. Demikian sebuah ungkapan. Dan orang-orang yang sekarang wujud impiannya sedang kita gunakan, telah rela dianggap aneh dan bahkan dianggap gila.

Karena barangkali bagi mereka, hidup mengejar impian dan menjadi orang seperti yang mereka sendiri inginkan, jauh lebih mulia dan bahagia daripada menjadi orang dan menjalani kehidupan seperti yang orang lain harapkan dan tentukan.

  1. 3.    Mempunyai Pengetahuan Dasar-dasar Bisnis

Tanpa adanya pengetahuan dasar-dasar bisnis hanya akan membuat usaha anda seperti sebuah kelinci percobaan. Kemungkinan besar hanya akan banyak mengalami kegagalan. Tidak akan ada sukses tanpa sebuah pengetahuan. Yang terbaik adalah belajar sambil bekerja. Bekerja dengan orang lain dulu sebelum anda menjadi pebisnis sangat membantu anda menyerap ilmu dan pengalaman dan siap sukses.

  1. 4.    Tidak Suka Menunda

Seperti kata pepatah: “Time is money! Oleh karena janganlah suka menunda-nunda suatu pekerjaan. Lakukanlah saat ini, sekarang juga selagi ada kesempatan. Menunda suatu pekerjaan berarti adalah suatu kerugian yang akan membuat anda menyesal.

  1. 5.     Ambil Langkah Pertama

Banyak impian hanyalah tinggal impian jika tidak ada tindakan yang diambil untuk membuat impian tersebut terwujud.

Langkah pertama yang paling tepat untuk memulai adalah dengan mengumpulkan informasi yang cukup untuk membuka jalan ke arah impian kita. Namun di era informasi saat ini, sangat mudah untuk terjebak dalam informasi yang salah. Bahkan tidak jarang tersesat dalam belantara informasi.

Terlebih sebagai manuasia kita mudah sekali tergoda pada hal-hal yang kelihatannya serba mudah dan instan. Karena itu motto kami adalah “Internet Bagaikan Hutan Belantara Yang Tanpa Batas Jadi Pastikan Anda Menginvestasikan Waktu Dan Energi Anda Hanya Pada Yang Memberikan Nilai Kembalian Yang Paling Tinggi Untuk Anda”.

  1. 6.    Bersedia Belajar

Saat ini banyak sekali orang yang menjadi penganggur berpindidikan. Kenapa? Karena pendidikan saja tidak cukup. Selain berpendidikan kita juga harus memiliki ketrampilan. Telah sangat banyak contoh di dunia ini dimana orang justru menjadi sukses bukan karena pendidikannya tapi karena ketrampilannya.

Karena itu jangan sungkan untuk belajar ketrampilan-ketrampilan baru yang akan semakin mendekatkan anda dengan impian anda. Mungkin tidak akan ada tepuk tangan, pakaian toga atau sertifikat ketika anda telah menguasai ketrampilan bisnis anda. Tapi semua orang tahu, dalam bisnis indikator sukses bukan nilai akademis, tapi nilai saldo.

Namun demikian, jangan jadikan uang sebagai tujuan utama. Karena ketika kita semakin layak untuk menjadi sukses, uang akan mengikuti dengan sendirinya.

  1. 7.    Ciptakan Sebuah Sistem

Agar mudah mengevaluasi perkembangan bisnis anda. Ciptakan sebuah sistem. Standard Operating Procedure (SOP). Prosedur mengoperasikan televisi paling sederhana misalnya; sambungkan TV ke sumber listrik, tekan tombol power. Jika televisi tidak menyala berarti kemungkinan masalah hanya dua, kalau bukan pada sumber listriknya yang kosong berarti power TV tersebut yang rusak.

Hampir semua intansi dan korporasi besar memiliki SOP untuk mengatur bisnis mereka. SOPlah yang membuat KFC, McDonald, Pizza Hut, Coca-Cola, Pepsi cita rasanya tetap sama di belahan dunia manapun dia dijual.

Di eCerdas, WFD System adalah SOP yang dibuat agar jerih payah yang telah dilakukan untuk megembangkan jaringan tidak perlu lagi dilakukan berulang-ulang.

  1. 8.    Kembangkan Jaringan

Bisnis tanpa jaringan hanya menjadi bisnis lokal. Dan tidak ada bisnis yang sukses besar tanpa membangun jaringan. Ada orang yang sukses karena jaringan bisnis restorannya, jaringan bisnis real estatenya, jaringan bisnis baksonya dan lain-lain.

Ketika bisnis online hadir, membangun jaringan menjadi lebih mudah. Tidak perlu tanah, gedung dan karyawan. Mengawasinyapun menjadi lebih mudah, tidak perlu pergi-pergi ke luar kota, tidak perlu menstok barang, dijalankan tanpa terikat waktu dan tempat.

Saat ini, siapa yang paling luas dan berkualitas jaringan yang dimilikinya, maka akan semakin sukses dia. Membangun jaringan yang tidak sekedar luas tapi juga berkualiatas adalah salah satu ketrampilan yang paling dibanggakan dan diandalkan oleh entreprenuer manapun.

  1. 9.    Pengorbanan

Investasi adalah bahasa lain dari pengorbanan. Dimana saat berinvestasi kita rela berkorban untuk tidak membelajakan uang yang kita miliki saat ini demi harapan akan perkembangan hasilnya di masa depan. Demikian juga dalam investasi waktu dan energi.

Tapi sayangnya, sangat jarang orang yang rela berkorban, orang yang bersedia menunda kesenangannya saat ini demi kesenangan yang jauh lebih besar di hari esok hanya karena terbayang-bayang akan resikonya.

Padahal jika pengorbanan itu memang dibutuhkan dalam meraih impiannya, maka kita akan menjalankannya dengan suka cita. Halangan apapun adalah tantangan untuk menjadi lebih kuat, lebih cerdas, lebih berpengalaman dan tentunya untuk menjadi lebih sukses.

  1. 10.    Mau Belajar Dari Pengalaman Orang Lain

Pepatah mengatakan: “Pengalaman adalah guru yang terbaik. Seorang calon pengusaha yang sukses mau mengambil pengalaman dari orang lain dan dari dirinya sendiri. Apapun pengalaman seseorang itu baik kesuksesan atau kegagalan harus dijadikan suatu pelajaran yang berharga sebagai panduan dia dalam memulai usaha atau mengembangkan usahanya.

  1. 11.    Bersedia Menerima kritikan dan Nasehat Dari Orang Lain

Sebagian orang menganggap bahwa kritikan yang ditujukan kepadanya itu adalah sebagai sebuah penghambat bagi kelangsungan usahanya. Akan tetapi bagi orang yang berfikir normal akan menjadikan kritikan atau bahkan nasehat dari orang lain itu sebagai gurunya yang membimbing dia ke arah sukses. Menerima kritikan berarti menyadari bahwa kita mempunyai kekurangan. Dengan mengetahui kekurangan yang ada pada kita maka kita bisa memperbaiki kekurangan itu. Berterimakasihlah kepada orang yang mau menegur dan mengkritik kita.

  1. 12.    Konsisten

Ada saat dalam menjalankan bisnis seakan-akan mendadak menjadi buntu. Cahaya gairah yang tadinya terang-benderang tiba-tiba meredup. Baik karena suatu alasan atau bahkan tidak diketahui alasannya kenapa.

Banyak calon-calon bintang berguguran pada fase ini, ketika komitmen mereka diuji, ketika daya tahan fisik dan mentalnya diuji, mereka kalah. Sehingga mereka tidak layak melihat impian mereka menjadi nyata. Yang paling menyedihkan kebanyakan mundur justru ketika impian telah tinggal sejangkauan lagi. “Saat paling gelap di malam hari adalah saat menjelang fajar”, demikian sebuah ungkapan bijak.

Jika langkah anda mulai tersandung, ingatlah kembali impian anda. Bayangkan bagaimana kesengsaraan yang akan anda alami jika impian anda tidak tercapai.

 

  1. 13.    Impian Menjadi Nyata

Kini semua perjuangan yang dilakukan untuk meraih impian telah tercapai. Jika ada tetes air mata dan luka di masa lalu, kini menjadi kenangan dan kisah yang manis dan menjadi motivator bagi generasi bintang berikutnya.

Betapa bahagianya menjadi orang seperti yang kita inginkan. Betapa bahagianya dapat menjalani kehidupan sesusai dengan pilihan sendiri. Betapa bahagianya mengetahui bahwa kebahagiaan ini buah dari perjuangan sendiri. Dan yang paling membahagiakan adalah sekarang kita dapat membagi kebahagiaan ini kepada keluarga, orang-orang yang kita cintai, sahabat dan lingkungan kita…

Dan sekarang kita juga sadar bahwa ketika kita bermimpi meraih bintang, dan kita benar-benar telah berjuang untuk mewujudkannya, walau mungkin nanti bintang itu tidak teraih, tapi kita tidak akan sekedar mendapatkan lumpur.

 

 

 
 

 

 

 

 

 

 

PENUTUP

Kesimpulan

Pada masa dewasa ini, tanaman tidak hanya dijual buahnya saja, namun keindahan dari bunganya pun dapat dijual. Karena kemajuan zaman, masyarakat tidak hanya memandang sebuah tanaman dari sisi agronomisnya saja namun juga dari segi estetika. Salah satu pengusaha sukses bunga potong yaitu Bapak Nur Aziz, beliau merintis usahanya sudah sekitar tahun 2005 dan sekarang penghasilan yang didapat cukup lumayan. Pak Aziz sekitar berumur 35 tahun dan membuka toko bunga potong di daerah Bumiaji, Batu. Beliau lebih spesifik pada bunga potong untuk bunga mawar dan bunga peacock. Keuntungan yang didapat untuk penjualan semua bunga potong sekitar 150 juta perbulan dan untuk bunga mawar sendiri sekitar 40 juta sampai 45 juta perbulan. Pak Aziz juga menjual lagi bibit-bibit bunga potongnya dengan harga 2500 rupiah satu bibit. Untuk bunga peacock, Pak Aziz menjualnya dengan harga 10 ribu rupiah satu ikat.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

DOKUMENTASI

 

 

 

 

 

 

Categories: Uncategorized | Comments Off on Tugas Kewirausahaan

Bussiness Plan Kewirausahaan

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

1.  PENDAHULUAN

 

1.1  Sejarah  Berdirinya Usaha

CV. Mitra Bayam Nusantara merupakan suatu tempat makan yang didesain bernuansa kafe akan tetapi sederhana. Warung sehat menjual minuman dan makanan khas Nusantara.  Makanan dan minuman disajikan dengan tata cara penyajian yang menarik. Tata cara penyajian diperhatikan mulai dari tempat makan seperti piring Lowokwarun pisang, yang didesain unik dan menuncjukan kekayaan Indonesia, selain itu CV. Mitra Bayam Nusantara berorientasi juga pada pasaran swalayan kecil yang menyediakan produk-produk olahan bayam yang sudah dalam bentuk makanan olahan setengah jadi dan bias dinikmati dikediaman konsumen.

Hal ini semuanya berguna untuk mendukung penyajian makanan dan minuman agar menarik ntuk dimakan seperti susunan makanan, ataupun bentuk sayur dan buah yang dibentuk agar menarik.Namun juga dengan tidak melupakan rasa dan kualitas makanan dan minuman yang disediakan. Sayuran yang disediakan adalah sayuran yang dikembangkan dengan tidak menggunakan zat-zat kimiawi seperti pupuk atau pembasmi hama. Sayur dan buah dikembangkan dengan menggunakan pupuk alami juga pembasmi hama alami termasuk juga memperhatikan pengelolaan tanah agar nutrisi di dalam tanah tidak habis dengan menanam tanaman dengan jenis berbeda.

Perusahaan ini berdiri pada tanggal 01 Desember 2013, yang beralamatkan di Perumahan New Villa Bukit Sengkaling C7-10, dan telah memiliki beberapa cabang perusahaan antara lain di Perumahan Taman Permata Kav. 16, Kecamatan Lowokwaru. Landasan lokasi perusaahaan berdiri di wilayah tersebut, dimana wilayah Kec. Dau dan sekitarnya khususnya wilayah Perumahan Oma Campus masih minim tersedianya warung makan, café, dan sejenisnya serta swalayan yang menjual makanan olahan siap saji. Selain itu masyarakat yang mendiami daerah tersebut tergolong masyarakat yang memiliki jam kerja padat dengan demikian kesempatan utnuk menyedikan makanan bergizi masih minim. Sehingga, dalam jangkaun memperoleh keuuntungan dalam pemasaran dapat tercapai dari perusahaan ini.

 

1.2 Visi & Misi Usaha

Dalam mencapai kesuksesan berwirausaha CV. Mitra Bayam Nusantara memiliki visi berikut.

Visi:

  1. Menciptakan menu makanan baru yang sehat dan bergizi
  2. Meningkatkan taraf  hidup masyarakat

Dalam upaya mewujudkan tujuan yang ingin dicapai dalam visi perusahaan, CV. Mitra Bayam Nusantara memiliki misi sebagai berikut:

Misi:

  1. Menyajikan menu sayur dan buah dengan tata cara penyajian yang menarik, enak, dan sehat  baik berupa makanan atau minuman
  2. Membuka lapangan pekrjaan dan mendorong msyrakat untuk berwirausaha.

 


 

2.  ASPEK PEMASARAN

2.1 Gambaran Umum Pasar ( STP )

Segmen Pasar

Malang merupakan daerah penghasil sayuran yang cukup besar, hanya saja Malang selain daerah agribisnis juga sebagai daerah pariwisata, pendidikan, dan industry. Dilihat dari segi pariwisata banyak peluang pemasaran seperti menjadikan makanan khas olahan bayam sebagai makan yang bias dinikmati wisatawan di tempat wisata.

 

Target Pasar

Malang terkenal dengan berbagai Universitas besar yang kebanyakan pendatang atau anak kos. DOMBA UB dalam Universitas Brawijaya menjadi salah satu icon utama, sehingga ketika pemasaran dilakukan akan membuat mahasiswa penasaran akan Domba UB (Donat Bayam Universitas Brawijaya).

 

Positioning

Kawasan industri di Malang banyak menelan waktu pekerja sehingga membuat pekerja sering sekali memilih makan cepat saji. Makanan cepat saji yang tersedia di berbagai pusat perbelanjaan sering kali mengabaikan mutu serta gizi. Sehingga bisa dijadikan peluang bisnis memasarkan makanan olahan bayam pada masyrakat pekerja. Ditempat produksi wilayah Perumahaan Taman Permata kec. Lowokwaru, banyak sekali masyarakat yang tinggal diwilayah tersebut merupakan pekerja atau masyarakat karir. Dimana masyarakat karir biasanya terbengkalai akan makanan dan minuman. Sehingga peluang untuk memberikan pengenalan makanan olahan serta pemasaran diwilayah produksi sangat besar.

 

 

 

 

 

 

3.2  Rincian Biaya

Bahan-bahan Donat Bayam (Total Biaya Variabel)

No.

Bahan

Jumlah Bahan

Harga (Rp)

1 Telur

2 butir

2.000

2 Gula

¼ kg

3.000

3 Mentega

¼ kg

4.500

4 Kentang

1 ons

2.000

5 Terigu Cakra

½ kg

3.600

6 Fermipan

1 sdm

2.000

7 Air Kelapa

1 gelas

1.500

8 Susu Bubuk

1 sdm

2.500

9 Minyak

2 ltr

21.000

Total Biaya Variable

42.100

 

Total Biaya Tetap

No. Alat Status Jumlah Harga per unit (Rp) Total Harga (Rp)
1 Wajan sewa 1 5.000 5.000
2 Spatula sewa 1 2.000 2.000
3 Wadah adonan sewa 3 1.000 3.000
4 Sarung tangan plastik beli 1 pasang 1.000 1.000
5 Piring beli 2 3.000 6.000
6 Gelas beli 1 2.500 2.500
7 Sendok beli 3 1.500 4.500
8 Kompor sewa 1 15.000 15.000
Total Biaya Tetap 39.000

 

 

Total Biaya

No. Biaya Total Biaya (Rp)
1. Total Biaya Tetap / TFC 39.000
2. Total Biaya Variabel / TVC 42.100
Total Biaya (Total Cost) 81.100

 

Total Penerimaan

No. Uraian Nilai Jumlah
1. Produksi (Unit) 44 adonan 44 adonan
2. Harga (Per Satuan Unit) Rp. 2.500,- Rp. 110.000,-
Penerimaan (Total Revenue) Rp.110.000,-

 

Keuntungan

No. Uraian Jumlah (Rp)
1. Total Biaya (Total Cost) 81.100
2. Penerimaan (Total Revenue) 110.000
Keuntungan 28.900

 

R/C Ratio

R/C = PQ.Q / (TFC+TVC)

= 110.000/81.100

= 1,36 (Untung)

 

Break Even Point (BEP)

BEP Produksi =          TFC       =        39.000             = 25,27

P – (TVC/Q)     2.500 – 956,82

BEP Penerimaan =      TFC        =       39.000     = Rp. 62.903,22

1 – (TVC/TR)        1 – 0,38

BEP Harga =   TC  =     81.1000   = Rp. 1.843,18

Q             44

Berdasarkan hasil analisis kelayakan usahatani, diperoleh nilai R/C ratio sebesar 1,36. Sehingga usaha Donat Bayam tersebut layak untuk dilakukan karena nilai R/C ratio > 1.  Dalam satu kali proses produksi menyatakan bahwa usaha untuk memproduksi Donat Bayam telah melampaui titik impas sehingga usaha ini dikatakan layak untuk dilakukan. Proses produksi donat bayam menggunakan bahan-bahan yang berkualitas dengan harga yang sedikit murah sehingga biaya produksi dapat diminimalisir.

 

3.3  Rencana Penjualan dan Pangsa Pasar

Rencana Penjualan adalah rencana produk yang akan dijual dalam waktu 1 hari disesuaikan dengan kondisi permintaan dan penawaran. Pangsa Pasar adalah  bagian dari penjualan produk kita dibandingkan dengan penjualan total produk sejenis dalam industri.

 

3.4              Strategi Pemasaran Perusahaan dan Pesaing

Strategi Pemasaran Perusahaandilakukan berdasarkan analisa 7 P dengan alat analisis SWOT menurut Kottler yang terdiri atas :

3.4.1   Product

Strategi mengenai bagaimana produk usaha kita dapat menarik hati konsumen untuk membelinya. Produk usaha kita dapat dibedakan berdasarkan mutu / kualitas, ukuran, desain, kemasan, dan kegunaan lebih dibandingkan pesaing.

3.4.2   Price

Strategi mengenai bagaimana produk kita lebih menarik konsumen dari segi harga dibandingkan pesaing. Umumnya konsumen lebih tertarik kepada produk dengan harga yang lebih murah. Selainnya itu dari segi harga, kita dapat membedakan produk kita berdasarkan harga satuan dan harga grosir, syarat pembayaran, diskon/potongan harga,

3.4.3   Promotion

Strategi mengenai bagaimana produk kita dapat dikenal oleh konsumen melalui beberapa cara :

 

  • Advertising (Iklan)

Beriklan dapat dilakukan melalui media berikut :

Media Cetak : Brosur, spanduk, dan poster.

  • Sales Promotion

Promosi melalui acara / pameran yang digelar di tempat keramaian dimana konsumen produk berada dan juga dilakukan penjualan ditempat.

  • Personal Selling

Promosi melalui penjualan langsung ke tempat konsumen berada dengan menawarkan dan mencoba produk langsung.

3.4.4   Placement

Merupakan cara untuk mendistribusikan produk kita untuk sampai ke tangan konsumen. Sistem distribusi yang dilakukan dapat secara langsung ke konsumen atau melalui pedagang perantara seperti wholesaler.

3.4.5   People

Merupakan kriteria sumber daya manusia secara umum yang dapat meningkatkan penjualan produk ke konsumen secara langsung ataupun tidak langsung.

3.4.6   Process

Proses yang ditampilkan kepada konsumen agar konsumen tertarik untuk membeli. Proses yang dapat ditampilkan seperti proses produksi yang baik ataupun proses pelayanan terhadap konsumen.

3.4.7   Physical Evidence

Penampilan fisik dari fasilitas pendukung atau sarana dalam menjual produk yang dapat dilihat langsung oleh konsumen. Seperti tempat yang menarik dan bersih untuk bazar kewirausahaan.

 

 

4.  ASPEK ORGANISASI DAN MANAJEMEN

 

4.1Aspek Organisasi

Dengan berlandasan beberapa hal tersebut dibentuklah sebuah usaha kecil menengah (UKM) yang kami berinama “CV. Mitra Bayam Nusantara”.Berikut adalah data perusahaan kami.

Nama perusahaan                    : CV. Mitra Bayam Nusantara

Lokasi Pusat                            : Perumahan New Villa Bukit Sengkaling C7-10

Lokasi Cabang perusahaan     : Perumahan Taman Permata Kendalsari kav.16 kec.  Lowokwaru

Produk utama                          : Domba UB (Donat Bayam Universitas Brawijaya)

Berdiri                                     : 01 Desember 2013

Total pekerja                           : 8 Orang

 

 

 

Hadi Susilo

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

4.2.Perijinan

            Perijinan yang perlu disiapkan sebelum usaha dimulai dan disertai dengan biaya pengurusannya. Apabila usaha kita tidak berbentuk badan hukum maka perijinan tidak kompleks tetapi hanya perlu perijinan dari wilayah sekitarnya (paling tidak sampai ijin kecamatan / kelurahan ) disertai keterangan dari pihak RT / RW dimana usaha kita berada.

Sedangkan bila usaha kita akan berbentuk badan hukum maka perijinan yang diperlukan adalah : ijin prinsip (dari instansi terkait), SITU (Surat Ijin Tempat Usaha), TDP ( Tanda Daftar Perusahaan), Akta Pendirian Perusahaan, dll.

4.3 Kegiatan Pra Operasi dan Jadwal Pelaksanaan

Kegiatan sebelum usaha dimulai disertai dengan jadwal pelaksanaan yang diatur berdasarkan periode mingguan, berikut adalah alur kegiatan pra oprasional.

KEGIATAN JADWAL PELAKSANAAN

(Dalam Mingguan)12341. Survey Pasar    2. Menyusun Rencana Usaha    3. Perijinan    4. Survai tempat usaha    5. Survai Mesin / Peralatan    6. Pemasangan Sarana Penunjang    7. Mencari tempat kerja    8. Uji Coba Produksi    9. Operasional

Tabel. Rencana Kegiatan Pra Oprasional Perusahaan.

 

 

 

 

 

 

5. ASPEK PRODUKSI

 

5.1. Produk

Perencanaan yang perlu dilakukan menyangkut produk (output), terutama pada usaha manufaktur dan industri pengolahan adalah:

Alat :

  1. Wajan
  2. Spatula
  3. Wadah Adonan
  4. Sarung Tangan Plastik
  5. Piring
  6. Gelas
  7. Sendok
  8. Kompor

Perencanaan dalam proses produksi DOMBA UB yang telah di uji coba, untuk menghasilkan donat yang bermutu dan bergizi dibutuhkan bahan sebagai berikut :

Bahan :

No.

Bahan

Jumlah Bahan

Harga (Rp)

1 Telur

2 butir

2.000

2 Gula

¼ kg

3.000

3 Mentega

¼ kg

4.500

4 Kentang

1 ons

2.000

5 Terigu Cakra

½ kg

3.600

6 Fermipan

1 sdm

2.000

7 Air Kelapa

1 gelas

1.500

8 Susu Bubuk

1 sdm

2.500

9 Minyak

2 ltr

21.000

Total Biaya Variable

42.100

 

  1. Dimensi Produk

 

 

 

 

 

 

 

 

 

(1)   Proses pembuatan adonan                           (2) adonan donat sebelum digoreng

 

 

 

 

 

 

 

 

 

(3)   Adonan sesudah digoreng

(4)   Adonan donat sebelum dan sesudah digoreng

 

 

 

 

 

 

 

(5)   Donat yang sudah siap disajikan

  1. Nilai/Manfaat Produk

Manfaat yang dapat ditawarkan oleh produk dapat dibagi dalam 5 tingkatan, yaitu:

  1. Manfaat inti (core benefit): adalah manfaat yang diberikan untuk pemenuhan terhadap kebutuhan utama konsumen, misalnya kebutuhan berbicara jarak jauh.
  2. Manfaat dasar (basic benefit): adalah manfaat dasar yang diberikan untuk memecahkan masalah kebutuhan utama, misalnya telepon.
  3. Manfaat yang diharapkan (expected benefit): adalah manfaat yang diharapkan lebih dari sekedar pemenuhan kebutuhan dasar, misalnya telepon yang dapat dibawa-bawa (HP).
  4. Manfaat di atas harapan (augmented benefit): adalah manfaat yang dapat diberikan lebih dari yang diharapankan oleh konsumen, misalnya HP yang dapat digunakan untuk SMS.
  5. Manfaat potensial (potential benefit): adalah semua manfaat yang mungkin dapat diberikan lebih dari sekedar augmented benefit, misalnya HP yang dapat digunakan sebagai lampu senter, kamera, video recorder, video calling, fax, internet, dsb.

 

  1. Kegunaan/Fungsi Produk

a. Produk konsumsi, yaitu produk yang dibeli dan digunakan oleh konsumen akhir (pemakai akhir); meliputi:

  • Convenience goods, yaitu produk yang dibutuhkan sehari-hari dan mudah didapat, misalnya beras, gula, teh, permen, dll.
  • Shopping goods, yaitu produk-produk yang dibedakan oleh kon-sumen berdasarkan kualitas, harga, tren, dan gaya. Contohnya adalah baju, telepon seluler, mobil, dsb.
  • Specialty goods, yaitu produk yang mempunyai karakteristik unik dan mempunyai merek yang sudah terkenal; misalnya mobil mewah, jam tangan mewah, dsb.
  • Unsought goods, adalah produk yang kurang dikenal atau diketahui umum tetapi kurang diminati, misalnya asuransi
  1. Produk industri, yaitu produk yang biasa dibeli oleh pelaku usaha produksi lainnya. Biasa dikenal dalam B to B (business to business). Dapat dibagi dalam 3 golongan, yaitu:
  • Bahan baku dan suku cadang: merupakan bahan mentah yang akan diproses lebih lanjut.
  • Barang modal: yaitu barang-barang yang berumur lebih dari 1 tahun dan tidak untuk dijual belikan.
  • Perlengkapan dan jasa bisnis, yaitu produk tidak tahan lama yang membantu operasional perusahaan.

5.2.   Proses Produksi

Perencanaan proses produksi pada dasarnya menjelaskan tahapan-tahapan proses yang diperlukan untuk menghasilkan produk atau output yang dimaksud. Bentuk proses biasa digambarkan dalam lembaran skema atau diagram alur yang disertai dengan keterangan deskriptif.

5.3.    Kapasitas Produksi

Perencanaan kapasitas produksi dilakukan untuk semua mesin, peralatan, dan faktor produksi lainnya sesuai dengan rencana jumlah produk akhir yang akan dihasilkan. Dengan sendirinya, kapasitas produksi sampai dengan tingkatan yang rinci semuanya akan mengacu pada hasil dari perhitungan peluang pasar atas produk yang bersangkutan. Kapasitas produksi biasa dinyatakan dalam unit per periode waktu tertentu (tahun, bulan, minggu, hari, atau jam).

5.4.  Mesin dan Peralatan

Baik untuk skenario pembelian ataupun sewa, daftar mesin dan peralatan juga harus dirinci sedetail mungkin proyeksinya. Perencanaan ini tetap selalu berkaitan dengan kapasitas dan kompetensi teknis wirausahawan.

No. Alat Status Jumlah Harga per unit (Rp) Total Harga (Rp)
1 Wajan sewa 1 5.000 5.000
2 Spatula sewa 1 2.000 2.000
3 Wadah adonan sewa 3 1.000 3.000
4 Sarung tangan plastik beli 1 pasang 1.000 1.000
5 Piring beli 2 3.000 6.000
6 Gelas beli 1 2.500 2.500
7 Sendok beli 3 1.500 4.500
8 Kompor sewa 1 15.000 15.000
Total Biaya Tetap 39.000
 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Categories: Uncategorized | Comments Off on Bussiness Plan Kewirausahaan

Modul Praktikum Rancangan Percobaan

KATA PENGANTAR

                Buku ini dibuat untuk membantu mahasiswa dalam mempelajari, melilih dan melakukan prosedur analisis data berdasarkan rancangan percobaan yang telah dipilih.

Buku panduan dan latihan praktikum Rancangan Percobaan ini dibuat sangat sederhana dengan maksud agar mahasiswa dapat mengerjakan, memahami dan merancang suatu percobaan yang akan dilakukan.

Semoga buku ini bermanfaat. Tuhan memberkati.

 

Malang,  September 2012

Penyusun

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR

1

DAFTAR ISI

2

  1. PENDAHULUAN……………………………………………………………………….

3

  1. RANCANGAN ACAK LENGKAP (RAL)…………………………………………

6

  1. RANCANGAN ACAK KELOMPOK (RAK)……………………………………..

11

  1. RANCANGAN BUJUR SANGKAR LATIN (RBSL)…………………………..

16

  1. RANCANGAN FAKTORIAL…………………………………………………………

19

  1. RANCANGAN PETAK TERBAGI………………………………………………….

24

 

  1. 1.     PENDAHULUAN

 

Rancangan  Percobaan  (experimental design) merupakan :

  1. Cara untuk menyelenggarakan percobaan baik di lapangan, rumah kaca atau di laboratorium
  2. Cara untuk mengatur pemberian perlakuan kepada satuan-satuan percobaan, sehingga keragaman respon yang ditimbulkan oleh keadaan lingkunan dan keheterogenan bahan percobaan dapat ditampung dan disingkirkan
  3. Cara menginterpretasi data yang dikumpulkan melalui analisis statistika. (Sastrosupadi,2000)

 

Soal:

1 . Jelaskan (dari berbagai literatur, min 3) pengertian

a)      Perancangan percobaan

b)      Galat Percobaan

 

 

 

 

 

 

  1. Apakah beda dari Rancangan Perlakuan (Treatment Design) dengan Rancangan Lingkungan (Enviromental Design)

 

 

 

 

  1. Jelaskan istilah di bawah ini

a)      Keragaman

 

b)      Taraf/ selang kepercayaan

 

 

c)       Populasi

 

d)      Contoh/Sample

 

 

 

  1. Jelaskan istilah di bawah ini dan tuliskan rumusnya (berdasarkan Rancangan Acak Kelompok)

a)      Nilai Tengah (Mean)

 

b)      Derajat Bebas (db) dan Jumlah Kuadrat (Sum Square)

  • Ulangan
  • Perlakuan
  • Galat
  • Total

 

c)       Kuadrat Tengah (Mean Square)

  • Ulangan
  • Perlakuan

 

d)      Simpangan Baku (Standar Deviation)

 

e)      Galat Baku (Standar Error)

 

f)       Faktor Koreksi (Corection Factor)

 

g)      Koefisien Keragaman ( Coeffisient of Variation)

 

h)      F. Hitung dan F tabel 5% dan 1%

 

  1. Apakah fungsi dari Pengulangan, Pengacakan dan Local Control dari suatu rancangan percobaan

 

LEMBAR KERJA

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

2. RANCANGAN ACAK LENGKAP

(Fully Randomized Design/Completely Randomized Design)

 

Rancangan Acak Lengkap (RAL) ialah rancangan yang paling sederhana diantara rancangan rancangan percobaan yang baku. RAL biasanya digunakan untuk percobaan yang dilakukan di laboratorium, ruang kultur jaringan dan tumah kaca atau dalam percobaan percobaan tertentu yang memiliki kondisi lingkungan relative homogen.

 

Soal

  1. Jelaskan apa yang dimaksud Rancangan Acak Lengkap dan sebutkan syarat-syarat yang digunakan

 

 

 

  1. Sebutkan keuntungan  dan kerugian penggunaan RAL

 

 

 

 

  1. Suatu Penelitian ingin mengetahui respon kedelai varietas Anjasmoro terhadap pemupukan K. Penelitian ini akan dilakukan di polibag dan diletakkan di dalam screen house dengan asumsi lingkungan homogen. Perlakuan lemnggunakan 5 Dosis unsur K dan diulang sebanyak 3 kali. Buatlah denah percobaan awal dan denah percobaan setelah pengacakan.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

  1. Isilah tabel Anova parameter tinggi tanaman 10 varietas kedelai hasil percobaan yang diulang sebanyak 3 kali dan disusun berdasarkan RAL.

SK

db

JK

KT

Fhit

F Tab 5%

Varietas

…….

……

170

……

……

Galat

20

245

Total

…..

……

Kesimpulan apa yang dapat anda berikan:

 

  1. Suatu percobaan mengamati perubahan bobot buah melon (g) dengan perlakuan penggunaan 6 pupuk yang berbeda (Pupuk A,B,C,D, E dan F). Tanaman tersebut ditanam pada polibag dan diletakkan di dalam rumah kaca. Masing masing perlakuan terdiri atas 5 polybag tanaman. Hasil pengamatannya ialah sebagai berikut :

polybag

Perlakuan

Total

A

B

C

D

E

F

1

45.0

36.3

37.2

46.1

41.5

43.5

249.5

2

48.9

37.2

35.2

46.5

38.0

47.0

252.8

3

40.5

35.2

37.8

45.8

40.4

42.8

242.5

4

48.2

37.8

37.8

43.2

37.4

48.6

253.0

5

49.5

36.5

38.4

44.7

41.3

49.2

259.6

Total

232.1

183.0

186.4

226.2

198.6

231.1

1257.3

Rata-rata

46.4

36.6

37.3

45.2

39.7

46.2

251.5

 

a)      Tunjukkan perhitungan analisis varians

FK           =

 

JKT         =

 

JKP         =

 

JKG         =

 

db total                                =

db perlakuan     =

db galat                                =

 

KTP        =

KTG        =

 

F hitung               =

 

F tabel 5%           =

 

Tabel annova bobot buah melon

SK

db

JK

KT

Fhit

F Tab 5%

Perlakuan

Galat

Total

 

b)      Koefisien Keragaman (%)

 

c)       Buat hipotesis nol dari percobaan tersebut

 

 

d)      Kesimpulan dan Interpretasi

 

 

 

e)      SE rata-rata

 

 

f)       Selang Kepercayaan rata-rata (%)

 

 

g)      SE beda dua nilai rata-rata

 

 

h)      Lakukan uji beda rata-rata A terhadap perlakuan lain menggunakan uji t (t test) 5%

i)        Lakukan pembandingan rata-rata menggunakan uji Dunnet (A sebagai control)

 

j)        Lakukan pembandingan rata-rata dengan Uji beda nyata terkecil (BNT) dengan α=5%

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

LEMBAR KERJA

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

  1. 3.     RANCANGAN ACAK KELOMPOK

(Randomized Block Design)

 

Rancangan Acak Kelompok (RAK) ialah rancangan percobaan yang digunakan pada kondisi tempat yang tidak homogen. Sebagian besar percobaan-percobaan yang dilakukan di lapangan atau di lahan petani menggunakan rancangan lingkungan dalam bentuk RAK.  Bila kita menghadapi kondisi lingkungan yang tidak homogen makan prinsip yang digunakan ialah prinsip pengawasan setempat atau local control, artinya tempat percobaan harus dikelompokkan menjadi bagian bagian yang relative homogen.

 

Soal

  1. Suatu percobaan dilakukan untuk menguji 12 varietas gandum (Triticum aestivum) pada dataran tinggi. Mempertimbangkan lingkungan yang digunakan untuk percobaan mempunyai gradien perbedaan searah. Saluran irigasi berada pada sebelah kiri lahan percobaan. Maka rancangan yang digunakan ialah RAK yang dibagi menyadi 3 Ulangan. Pengamatan dilakukan pada peubah tinggi tanaman dengan hasil sebagai berikut:

No

Varietas

Ulangan

Total

Rata-rata

1

2

3

1

A

87.00

82.00

79.00

248.00

82.67

2

B

89.00

88.00

90.00

267.00

89.00

3

C

71.00

96.00

91.00

258.00

86.00

4

D

98.00

92.00

89.00

279.00

93.00

5

E

85.00

89.00

83.00

257.00

85.67

6

F

83.00

83.00

85.00

251.00

83.67

7

G

87.00

91.00

88.00

266.00

88.67

8

H

91.00

91.00

92.00

274.00

91.33

9

I

79.00

80.00

81.00

240.00

80.00

10

J

96.00

98.00

95.00

289.00

96.33

11

K

89.00

95.00

94.00

278.00

92.67

12

L

101.00

100.00

98.00

299.00

99.67

TOTAL

1056

1085

1065

3206

1069

Rerata

88

90

89

267

89

 

a)      Buatlah denah percobaan dan letak perlakuan dan pengacakannya berdasarkan peta lahan berikut ini:

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

b)      Tentukan FK,db (total, perlakuan, ulangan, galat), JK (total, perlakuan, ulangan, galat), KT (perlakuan, ulangan, galat). F hitung, F tabel 5% dan 1% dan KK. Tentukan nilai SE rata-rataperlakuan dan SE beda dua rata-rata perlakuan.

c)       Lengkapi tabel anova

Tabel Annova tinggi tanaman gandum

No

SK

db

JK

KT

Fhit

Ftab

5%

1%

1

Perlakuan

2

Ulangan

3

Galat

4

Total

d)      Hipotesis nol:

 

e)      Kesimpulan dan Interpretasi:

 

f)       Uji beda nilai rata-rata perlakuan A dengan perlakuan lain menggunakan uji t:

 

g)      Uji perbedaan rata-rata perlakuan menggunakan uji Duncan (DMRT)

  1. Suatu penelitian pengujian varietas jagung dilakukan di lahan kering. Di bawah ini terdapat data bobot jagung kering (g). Terdapat data perlakuan pada 2 blok yang tidak diamati.

perlakuan

Ulangan

Total

1

2

3

A

60

63

67

190

B

75

78

H1

153

C

H2

83

78

161

D

65

70

68

203

E

66

68

72

206

266

362

285

913

a)      Dugalah data yang hilang tersebut

b)      Buat tabel annova beserta KK

c)       Buat hipotesis statistic

d)      Buat kesimpulan dan interpretasi

e)      Uji nilai rata-rata menggunakan uji t

f)       Uji beda rata-rata menggunakan BNJ (Beda Nyata Jujur)

RAK Sub sample

  1. Suatu percobaan dilakukan untuk mengetahui keragaman 4 varietas tembakau (Nicotiana tabacum L.). Pengamatan dilakukan pada peubah kadar nikotin (%) yang diulang 3 kali. Peneliti ingin mengetahui ragam dari contoh yang diambil dari 4  tanaman.

Perlakuan

Ulangan

Total

1

2

3

A

37.50

35.00

31.25

103.75

41.25

39.50

32.50

113.25

35.00

33.40

33.75

102.15

40.00

31.25

33.75

105.00

sub total

153.75

139.15

131.25

424.15

B

38.75

35.75

37.50

112.00

40.00

38.25

40.00

118.25

42.50

40.25

32.50

115.25

32.50

35.00

30.00

97.50

sub total

153.75

149.25

140.00

443.00

C

40.00

35.00

40.00

115.00

41.25

40.25

43.75

125.25

36.25

38.75

37.50

112.50

31.25

33.50

35.00

99.75

sub total

148.75

147.50

156.25

452.50

D

32.50

35.00

40.00

107.50

37.50

33.75

41.25

112.50

42.50

30.00

42.50

115.00

47.50

37.50

47.50

132.50

sub total

160.00

136.25

171.25

467.50

Total

616.25

572.15

598.75

1787.15

 

a)      Tentukan FK,db (total, perlakuan, ulangan, galatpercobaan dan galat contoh), JK (total, perlakuan, ulangan, galatpercobaan dan galat contoh), KT (, perlakuan, ulangan, galat percobaan dan galat contoh). F hitung, F tabel 5% dan 1% dan KK. Tentukan nilai SE rata-rataperlakuan dan SE beda dua rata-rata perlakuan. Lengkapi tabel annova

 

No

SK

db

JK

KT

Fhit

Ftab

5%

1%

1

Perlakuan

2

Ulangan

3

Galat 1

4

Galat 2

5

Total

 

b)      Hipotesis yang diajukan:

 

 

c)       Kesimpulan dan Intepretasi:

 

 

 

d)      Jika terdapat beda nyata maka lanjutkan dengan uji BNT 5%

 

 

 

 

 

 

LEMBAR KERJA

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

  1. 4.     Rancangan Bujur Sangkar Latin

(Latin Square Design)

 

Yang dihadapi pada waktu akan melaksanakan percobaan di lapangan  ialah tempt percobaan yang tidak homogen. RAK hanya digunakan untuk menghadapi media percobaan yang tidak homogen ke satu arah saja (ex: tingkat kesuburan). Apabila terdapat dua arah gradien yang menyebabkan heterogenitas lingkungan maka RAK tidak dapat digunakan. Dalam kondisi seperti ini maka yang paling cocok adalah menggunakan Rancangan Bujur Sangkar Latin (RSBL).

Prosedur penerapan RSBL :

a)      Bagilah tempat percobaan ke dalam blok, yang banyaknya blok sama dengan banyaknya ulangan

b)      Blok-blok ada yang tegak lurus ke arah kolom dan tegak lurus kearah baris dan kolom. Karena itu berlaku aturan dalam RSBL bahwa Banyaknya unit percobaan sama dengan kuadrat dari banyaknya perlakuan (t2)  atau banyaknya ulangan sama dengan banyaknya perlakuan (t=r). Jadi apabila ada enam buah perlakuan yang dicoba berarti jumlah ulangan juga sebanyak enam kali, jadi total unitnya 62=36 unit. Dengan adanya bentuk kuadrat ini, maka nama rancangannya menjadi Rancangan Bujur Sangkar.

c)       Kolom dan baris bertindak sebagai ulangan, jadi pengacakan dilakukan secara khusus yaitu tidak boleh suatu perlakuan muncul dua kali pada arah kolom maupun baris

 

Soal

  1. Suatu percobaan untuk menguji produktifitas 5 varietas gandum dilakukan dengan RSBL karena kondisi lahan mempunyai dua arah sumber keragaman. Parameter pengamatan yang diamati ialah hasil penen biji kering (kg/plot)

a)      Buatlah denah percobaan dan denah pengacakan

b)      Buatlah analisis ragam jika hasil pengamatannya sebagai berikut

Baris

Kolom

Total

Rerata

1

2

3

4

5

1

B

C

D

E

A

0.705

1.4

1.4

2.05

1.1

2

C

E

A

B

D

1.5

1.9

1.85

1.21

0.8

3

A

B

E

D

C

2

0.95

1.3

1.55

1.7

4

D

A

B

C

E

1.8

1.25

1.89

1.2

1.2

5

E

D

C

A

B

1.2

1.75

1.45

1.4

1.9

Total
Rerata

 

Jumlah perlakuan dan rerata perlakuan

Perlakuan

Kolom

Jumlah

Rerata

1

2

3

4

5

A

B

C

D

E

Jumlah

Rerata

Annova RSBL

SK

db

JK

KT

F hit

F tab

5%

1%

Baris
Kolom
Perlakuan
Galat
Total

 

c)       Buatlah hipotesis

d)      Kesimpulan dan Interpretasi

e)      Uji bedarata-rata dengan BNJ

LEMBAR KERJA

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

  1. 5.     RANCANGAN FAKTORIAL

 

  1. Rancangan Faktorial berdasarkan RAL

Percobaan factorial dengan rancangan dasar RAL yaitu rancangan yang menggunakan RAL sebagai rancangan percobaannya, sedangkan factor yang dicobakan lebih dari 1 faktor. Dalam percobaan factorial, kita akan berhadapa dengan kombinasi perlakuan yang tidak lain merupakan kombinasi dari taraf factor yang dicobakan.

 

Soal

  1. Suatu percobaan tentang respon 3 genotip kacang hijau terhadap frekuensi pemberian air.
    ( 2 hari sekali = S1, 4 hari sekali = S2 dan 6 hari sekali = S3). Percobaan dilakukan di rumah kaca dan tanamannya ditanaman pada polybag. Data di bawah ini adalah bobot basah total setiap sample perlakuan (gr)

Genotipe

Penyiraman

Ulangan

TOTAL

1

2

3

4

G1

S1

62

50

52

54

218

S2

51.5

44

41

47

183.5

S3

30

26

29

36

121

G2

S1

64

54

62

58

238

S2

50

41.9

50

42.5

184.4

S3

36

28

28

26

118

G3

S1

66

50

66

66

248

S2

51.5

47

54.5

51.5

204.5

S3

31

33

28

36

128

TOTAL

442

373.9

410.5

417

1643.4

 

Tabel dua arah genotip dan penyiraman

Genotipe

Penyiraman

TOTAL

RERATA

S1

S2

S3

G1

G2

G3

TOTAL

a)      Susunlah denah percobaan dan pengacakan untuk percobaan factorial berdasarkan RAL

 

b)      Tentukan FK,db (total, perlakuan, genotip, penyiraman, genotip x penyiraman dan galat), JK (total, perlakuan, genotip, penyiraman, genotip x penyiraman dan galat), KT (perlakuan, genotip, penyiraman, genotip x penyiraman dan galat). F hitung, F tabel 5% dan 1% dan KK

SK

db

JK

KT

F HIT

FTAB

5%

1%

Perlakuan

Genotip (G)

Penyiraman (S)

G x S
Galat
Total

 

c)       Tentukan hipotesis

 

 

d)      Kesimpulan dan Intepretasi

 

 

 

 

e)      Hitung SE nilai rata-rata dan SE beda nilai dua rata-rata

 

 

 

 

f)       Jika terdapat pengaruh nyata, maka lanjutkan dengan uji BNT

 

 

 

 

 

 

  1. B.      Percobaan Faktorial berdasarkan RAK

Percobaan factorial dengan rancangan dasar RAk yaitu rancangan yang menggunakan RAk sebagai rancangan percobaannya, sedangkan factor yang dicobakan lebih dari 1 faktor. Dalam percobaan factorial, kita akan berhadapa dengan kombinasi perlakuan yang tidak lain merupakan kombinasi dari taraf factor yang dicobakan.

 

Soal.

Suatu percobaan ingin mengetahui pengaruh pemberian pupuk kotoran sapi dan pupuk NPK terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman jagung (Zea mays L.). Faktor pertama yaitu dosis pupuk NPK yang terdiri dari 4 level yaitu (N1,N2,N3,N4) dan factor kedua ialah pupuk kotoran sapi yang terdiri dari dua level (K1 dan K2). Percobaan dilakukan di lahan sawah dan diulang sebanyak 3 kali. Pengamatan dilakukan pada peubah tinggi tanaman (cm) pada umur 50 hst dengan hasil sebagi berikut

PERLAKUAN

ULANGAN

TOTAL

RERATA

1

2

3

N1K1

54.5

65

63.4

182.9

60.97

N1K2

59

65

69.5

193.5

64.50

N2K1

64.7

65

59.5

189.2

63.07

N2K2

82.2

88.4

80

250.6

83.53

N3K1

69.5

71.4

73.9

214.8

71.60

N3K2

87.5

93.5

81.5

262.5

87.50

N4K1

65

75.7

75.5

216.2

72.07

N4K2

77.2

69.5

82.7

229.4

76.47

TOTAL

559.60

593.50

586.00

1739.10

 

Tabel 2 arah NPK dan pupuk kotoran sapi

Genotipe

Penyiraman

TOTAL

RERATA

K1

K2

N1

N2

N3

N4

TOTAL

a)      Tentukan FK,db (total,ulangan, perlakuan, Dosis NPK, pupuk kotoran sapi, NPK x pupuk kotoran sapi dan galat), JK (total, ulangan perlakuan, Dosis NPK, pupuk kotoran sapi, NPK x pupuk kotoran sapi dan galat), KT (perlakuan, Dosis NPK, pupuk kotoran sapi, NPK x pupuk kotoran sapi). F hitung, F tabel 5% dan 1% dan KK

SK

db

JK

KT

F HIT

FTAB

5%

1%

Ulangan
Perlakuan

NPK (N)

Pupuk K.Sapi(K)

N x K
Galat
Total

 

b)      Tentukan hipotesis

 

 

c)       Kesimpulan dan Intepretasi

 

 

 

 

d)      Hitung SE nilai rata-rata dan SE beda nilai dua rata-rata

 

 

 

 

e)      Jika terdapat pengaruh nyata, maka lanjutkan dengan uji BNJ

 

 

 

 

 

 

 

LEMBAR KERJA

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

  1. 6.     Rancangan Petak Terbagi

(Split Plot Design)

 

Rancangan petak terbagi merupakan percobaan faktorial. Tetapi dalam RPT ada factor yang lebih diutamakan dalam tingkat ketelitiannya. Ada dua factor dalam RPT yaitu

  • Perlakuan petak utama = main treatment = main plot factor

Ialah factor yang dicoba dengan tingkat ketelitian yang lebih rendah

  • Perlakuan anak petak = sub treatment = sub plot factor

Ialah factor yang dicoba dengan tingkat ketelitian yang lebih tinggi

Jadi Rancangan Petak terbagi merupakan percobaan factorial, tetapi percobaan faktorial belum tentu RPT

Soal

  1. Buatlah contoh percobaan yang menggunakan RPT

 

 

  1. Suatu percobaan untuk mengetahui respon beberapa genotype sorghum (Sorghum bicolor L.) terhadap kekeringan. Percobaan menggunakan RPT dimana pemberian air dijadikan sebagai main plot yang terdiri dari 2 taraf yaitu ( P1 dan P2) sedangkan sub plot yaitu 7 genotip sorghum (S1, S2, S3, S4, S5, S6 dan S7). Pengamatan dilakukan pada peubah bobot biji kering. (g)

Pemberian air

Ulangan

Genotipe

TOTAL

S1

S2

S3

S4

S5

S6

S7

P1

1

55

62

58

57

65

52

58

407

2

44

51

51

57

51

58

57

369

3

47

49

41

52

62

54

46

351

SUB TOTAL

146

162

150

166

178

164

161

1127

P2

1

76

83

98

63

104

103

104

631

2

68

70

82

72

65

129

105

591

3

83

78

79

78

78

94

91

581

SUB TOTAL

227

231

259

213

247

326

300

1803

TOTAL

373

393

409

379

425

490

461

2930

 

a)      Buat tata letak perlakuan di lapang berdasarkan Rancangan petak terbagi

b)      Susunlah analisis ragam untuk percobaan di atas

 

Langkah 1. Susunlah tabel 2 arah

Tabel 1. Tabel 2 arah ulangan x pemberian air

Pemberian air

Ulangan

total

1

2

3

P1
P2
TOTAL

 

Tabel 2. Tabel 2 arah pemberian air x varietas

Pemberian air

Genotipe

total

S1

S2

S3

S4

S5

S6

S7

P1
P2
TOTAL

 

c)       Tentukan FK,db (total, pemberian air (P), galat 1, genotip (S), P X S, galat 2, JK (total, pemberian air (P), galat 1, genotip (S), P X S, galat 2, KT. F hitung, F tabel 5% dan 1% dan KK

SK

db

JK

KT

F HIT

F TAB

5%

1%

Ulangan
Pemberian air (P)
Galat 1
Genotip (S)
P x S
Galat 2
total

 

d)      Tentukan hipotesis

 

 

 

e)      Kesimpulan dan Intepretasi

f)       Hitung SE nilai rata-rata dan SE beda nilai dua rata-rata

 

 

 

 

g)      Jika terdapat pengaruh nyata, maka lanjutkan dengan uji DUNCAN

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

LEMBAR KERJA

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Categories: Uncategorized | Comments Off on Modul Praktikum Rancangan Percobaan

Tugas Teknologi Produksi Benih 1

  1. A.     Karakteristik Komoditas

Timun memiliki klasifikasi:

Kingdom         : Plantae

     Divisio             : Spermatophyta

     Sub division    : Angiospermae

     Class                : Dicotyledonae

     Ordo                : Cucurbitales

     Family             : Cucurbitaceae

     Genus              : Cucumis

     Species            : Cucumis sativus L

Mentimun (Cucumissativus L.; suku labu-labuanatau Cucurbitaceae) merupakan tumbuhan yang menghasilkan buah yang dapat dimakan. Buahnya biasanya dipanen ketika belum masak benar untuk dijadikan sayuran atau penyegar, tergantung jenisnya. Mentimun dapat ditemukan di berbagai hidangan dari seluruh dunia dan memiliki kandungan air yang cukup banyak di dalamnya sehingga berfungsi menyejukkan. Potongan buah mentimun juga digunakan untuk membantu melembabkan wajah serta banyak dipercaya dapat menurunkan tekanan darah tinggi.

Habitus mentimun berupa herba lemah melata atau setengah merambat dan merupakan tanaman semusim: setelah berbunga dan berbuah tanaman mati. Perbungaannya berumah satu (monoecious) dengan tipe bunga jantan dan bunga hermafrodit (banci). Bunga pertama yang dihasilkan, biasanya padausia 4-5 minggu, adalah bunga jantan. Bunga-bunga selanjutnya adalah bunga banci apabila pertumbuhannya baik. Satu tumbuhan dapat menghasilkan 20 buah, namun dalam budidaya biasanya jumlah buah dibatasi untuk menghasilkan ukuran buah yang baik. Buah berwarna hijau ketika muda dengan larik-larik putih kekuningan. Semakin buah masak warna luar buah berubah menjadi hijau pucat sampai putih. Bentuk buah memanjang seperti  torpedo. Daging buahnya perkembangan dari bagian mesokarp, berwarna kuning pucat sampai jingga terang. Buah dipanen ketika masih setengah masakdan biji belum masak fisiologi. Buah yang masak biasanya mengering dan biji dipanen, warnanya hitam.

(Annonymousa. 2013)

 

  1. B.     Syarat Tumbuh

Ketimun dibudidayakan dimana-mana, baik di ladang, halaman rumah atau di rumah kaca. Tanaman ini tidak tahan terhadap hujan yang terus menerus. Pertumbuhan nyamemerlukan kelembaban udara yang tinggi, tanah subur yang gembur dan mendapat sinar matahari penuh dengan drainage yang baik. Ketimun sebaiknya dirambatkan kepara-para dan tumbuh baik dari dataran rendah sampai 1.300 m dpl. Tanaman ini diduga berasal dari daerah pegunungan Himalaya di India Utara

  1. a.              Iklim
  • Ketinggian tempat : 1 m – 1.000 m di atas permukaan laut
  • Curah hujan tahunan : 800 mm – 1.000 mm/tahun
  • Bulan basah (di atas 100 mm/bulan) : 5 bulan – 7 bulan
  • Bulan kering (di bawah 60 mm/bulan) : 4 bulan – 6 bulan
  • Suhu udara : 170 C – 230 C
  • Kelembapan : sedang
  • Penyinaran : sedang – tinggi
  1. b.             Tanah
  • Tekstur : lempung
  • Drainase : baik
  • Kedalaman air tanah : 50 cm – 200 cm dari permukaan tanah
  • Kedalaman perakaran : di atas 15 cm dari permukaan tanah
  • Kemasaman (pH) : 5,5 – 6,8
  • Kesuburan : tinggi

(Rukmana. 1995)

  1. C.    Budidaya produksi benih

Menurut (Rinda Kirana, Redy Gaswanto, dan Iteu M. Hidayat. 2012.). Budidaya untuk produksi benih timun hampir sama seperti budidaya untuk konsumsi, kecuali ada perlakuan isolasi jarak dan seleksi (roguing) untuk menjaga kemurnian genetik benih yang dihasilkan. Tanaman timun termasuk tanaman yang menyerbuk silang (cross pollinated) dengan perantara serangga. Isolasi jarak yang digunakan sekitar 1000 m. Seleksi tanaman dilakukan pada fase pertumbuhan vegetatif, fase berbunga, dan fase berbuah, meliputi : keseragaman pertumbuhan, bentuk daun, warna bunga, bentuk buah dan lain-lain.

  1. D.    Waktu panen untuk benih

Waktu panen buah untuk benih timun sekitar 130 hari setelah semai untuk tanaman yang ditumbuhkan di dataran tinggi dengan ciri buah telah berwarna hijau. Buah timun dipanen dengan cara dipetik.

  1. E.     Prosesing benih

Biji timun diselimuti gelatin yang mengandung zat inhibitor, sehingga biji mengalami dormansi. Prosesing benih timun dilakukan dengan cara mengekstraksi buah, kemudian difermentasi 2 hari supaya gelatin terpisah dari biji, dan dicuci bersih. Biji timun kemudian dibungkus kertas dan dikeringkan. Dari satu buah timun rata-rata dapat dihasilkan sekitar 75 biji.

  1. F.     Pengeringan Benih

Biji timun dikeringkan di bawah sinar matahari selama 3 hari. Setelah kadar air biji telah mencapai sekitar 8.0 – 10,0 %, maka biji harus segera dikemas.

  1. G.    Pengemasan benih

Benih atau biji timun dapat dikemas dalam kemasan kertas, namun akan lebih baik lagi jika menggunakan kemasan alumunium foil, karena sifatnya yang kedap udara. Jika memungkinkan udara yang ada dalam kemasan alumunium foil dikeluarkan dengan menggunakan alat penghisap (vacuum), sehingga kadar air benih awal dapat dipertahankan. Kadar air benih timun merah ketika akan dikemas sebaiknya sekitar 8.0 – 10,0%.

  1. H.    Penyimpanan benih

Benih yang dikemas dalam kemasan kertas harus disimpan dalam stoples kaca yang telah diberi bahan desikan, seperti : silica gel; arang; abu gosok, sehingga udara didalam stoples diharapkan tetap kering dan dapat mempertahankan kadar air benih awal. Untuk benih yang dikemas dalam kemasan alumunium foil sebaiknya juga disimpan dalam wadah stoples yang tertutup. Selanjutnya stoples disimpan di tempat yang kering dan sejuk. Jika memungkinkan dapat disimpan dalam gudang benih yang suhu dan kelembabannya dapat diatur (t = 18o C; RH = 30%)                                                                                                                (Annonymousb.2013)

DAFTAR PUSTAKA

 

Annonymousa.2013.http://rierevolution.wordpress.com/2010/07/26/mentimun-peluang-budidaya-dan-manfaat/. Diakses tanggal 17 Februari 2013.

Anonymousb. 2013. http://hulurawa.webs.com/mentimun.htm. diakses tanggal 17 Februari 2013

Rukmana, Rahmat. 1995. Budidaya Mentimun. Yogyakarta. Kanisius

Rinda Kirana, Redy Gaswanto, dan Iteu M. Hidayat. 2012. Produksi benih timun. http://hortikultura.litbang.deptan.go.id/index.php?bawaan=teknologi/isi_teknologi&id_menu=4&id_submenu=19&id=33

Categories: Uncategorized | Comments Off on Tugas Teknologi Produksi Benih 1

Studi Tanah dan Evaluasi Lahan Tugas Ke 5

Studi Tanah dan Evaluasi Lahan

Tugas Ke 5

BAHAN DISKUSI

KELAS C dan H, KELOMPOK 3

 

Anita Nur Khoiriyah     : 115040201111218

Anis Rohmatin              : 115040201111019

Ardan Rizki N               : 115040200111045

Hadi Susilo                    : 115040213111030

1. Metode survei tanah menggunakan dua pendekatan utama, yaitu pendekatan sintetik dan analitik.

  • Jelaskan persamaan dan perbedaan kedua pendekatan tersebut
  • Berikan contoh kedua pendekatan tersebut

Pendekatan sintetik adalah prinsip yang digunakan metode grid dalam melakukan survei tanah. Sedangkan untuk pendekatan analitik adalah prinsip yang digunakan dalam sistem fisiografis dengan bantuan interprestasi foto udara.

Persamaan kedua pendekatan ini terdapat dari cara meakukan survei, dimana survei dilakukan dengan melakukan penentuan titik untuk survei lahan dan melakukan delineasi.

Perbedaan untuk kedua pendekatan ini sangat spesifik. Dimulai dari cara melakukan survei sampai hasil survei yang di dapat. Perbedaannya adalah sebgai berikut :

No.

Pembeda

Pendekatan Sintetik

Pendekatan Analitik

1

Cara Survei Menentukan titik survei Di delineasi dengan melihat
lahan,kemudian baru melalui foto udara, baru
didelineasi menentukan titik survei lahan

2

Jumlah titik survei Banyak, karena setiap Sedikit, kurang lebih 3-4 titik
luasan petak yang dibuat dari tiap pengelompokkan
harus di survei hasil delineasi

3

Waktu Sangat lama, karena banyak Singkat, karena survei yang
titik yang harus di survei dilakukan hanya beberapa
titik

4

Hasil survei Lebih detail, karena jumlah Detail, tetapi hasil yang
titik survei banyak dan didapat tidak sedetail
hasilnya lebih akurat pendekatan sintetik

 

Contoh pendekatan sintetik dan analitik :

vc

 

2. Dalam menyiapkan survei tanah dengan menggunakan pendekatan analitik, apa saja yang harus dilakukan?

Menyiapkan foto udara suatu daerah kemudian diteruskan dengan melakukan pengamatan dan pengklasifikasian tanah untuk masing-masing satuan yang dibuat tersebut. Selanjutnya  dilihat dan di delineasi daerah-daerah yang dimaksudkan dalam pembuatan peta. Pada teknik pelaksanaannya menggunakan metode fisiografi, yaitu dengan menentukan batas (mendeleniasi) satuan fisiografi atau wujud lahan (landform) terlebih dahulu sebelum ke lapangan. Setelah di delineasi, lakukan survei pada daerah yang telah di delineasi kira-kira tiga sampai empat titik untuk memastikan kebenarannya.

Setelah survei dilakukan dan diketahui hasilnya, lakukan pemetaan daerah tersebut dengan diberi tanda-tanda yang dimaksudkan dalam pembuatan peta tersebut.

3. Lihat pada peta landform Pujon dan sekitanya di bawah. Gambaran relief wilayah tersebut disajikan pada peta di bawahnya (peta relief)

 oj

 

Peta Landform (bentuklahan Pujon dan sekitarnya)

 lk

Relief Pujon dan sekitarnya

a. Diskusikan apakah pendekatan yang akan dipakai, jelaskan alasannya.

Dengan adanya peta diatas lebih mempermudah dalam melakukan survei. Metode yang cocok untuk digunakan adalah metode fisiografis. Dimana sudah diketahui untuk landform dan relief daerah pujon. Sehingga hanya perlu dilakukan survei di daerah yang telah di delineasi agar diketahui benar landform untuk daerah pujon.

b. Jika akan melakukan survei tanah pada skala 1:25.000 plot pengamatan Saudara jika:

– menggunakan grid kaku

Grid kaku merupakan metode yang paling detail dibanding dengan kedua metode lainnya. Dalam metode grid kaku, jarak pengamatan dibuat secara teratur pada jarak tertentu untuk menghasilkan jalur segiempat seluruh daerah survey. Pengamatan tanah dilakukan dengan pola teratur, jarak pengamatan tergantung dari skala peta. Pada peta semi detail ( 1 : 25.000 ) dengan luas lahan 4.600 ha dan jumlah titik yang ideal adalah 184 titik, maka luas tiap 1 cmpada peta mewakili 25 ha di lahan sebenarnya.

Dibawah ini adalah gambar peta menggunakan metode grid kaku.

ojhj

 

– menggunakan grid bebas

Grid bebas merupakan gabungan dari metode grid kaku dan fisiografis.  Jika terjadi perubahan fisiografi yang menyolok dalam jarak dekat, perlu pengamatan lebih rapat, sedangkan landform relatif seragam maka jarak pengamatan dapat dilakukan berjauhan, dengan demikian dapat disimpulkan  Kerapatan pengmatan disesuaikan dengan kebutuhan skala survei serta tingkat kerumitan pola tanah di lapangan. Metode ini biasanya dilaksanakan pada skala 1:12.500 sampai dengan 1: 25.000. Pelaksanaan survei ini diiawali dengan analisis fisiografi melalaui interpretasi foto udara secara detail.

Titik pada gambar relief dan land form di bawah merupakan titik survei di luar dari garis yang telah ditentukan. Hal ini diperbolehkan, apabila ketika melakukan survei, dan pada titik yang telah ditentukan terdapat hal yang tidak memungkinkan untuk melakukan survei maka boleh sedikit bergeser dari titik yang telah dtentukan. Tetapi, nantinya harus kembali lagi pada titik acuan yang telah dibuat.

hj oj

 

– menggunakan pendekatan fisiografis dengan menggunakan key area dan transek.

Pada gambar dibawah ini adalah peta menggunakan pendekatan fisiografis. Titik di dalam peta tersebuat adalah titik survei. Dimana pada pendekatan fisiografis dilakukan delineasi terlebih dahulu, baru melakukan survei. Titik-titik pada gambar dibawah terletak pada daerah dimana telah di delineasi sesuai dengan kebutuhan atau dimaksudkan oleh pembuatan peta tersebut.

hj oj

 

Categories: Uncategorized | Comments Off on Studi Tanah dan Evaluasi Lahan Tugas Ke 5

Stela Tugas Ke 4

Studi tanah dan Evaluasi Lahan

Latihan (tugas m-04)

Oleh

Hadi Susilo  115040213111030

Kelas H

kerjakan bahan diskusi pada slide no 4 di bahan kuliah minggu 3

  1. Mengapa perlu ditentukan luasan SPT terkecil 0.4 cm2?
  2. Apakah dibenarkan kita membesarkan peta analog (misalnya peta tanah cetak) dgn scanner/foto copy  skala 1 : 250.000 menjadi 1 : 50.000? JELASKAN
  3. Skala peta
  1. Berapa luas di lapangan untuk suatu SPT berukuran 0.8 cm2 pd peta berbagai skala seperti pada butir-butir di bawah?
  2. Berapa intensitas pengamatan untuk peta berbagai skala seperti pada butir-butir di bawah?
  • Eksplorasi (1: 1000.000)
  • Tinjau (1:250.000)
  • Semi detil (1:50.000)
  • Detil (1:25.000)
  • Sangat Detil (1:5 000)

 

JAWAB

  1. Karena untuk memperjelas tampilan pada peta perlu adanyan penggunaan SPT 0,4 yang merupakan luasan terkecil dalam satuan peta, sehingga data yang disajikan lebih detail dan jelas. Selain itu juga berguna untuk memudahkan perhitungan dan memperkirakan perbesaran dalam keadaan yang sebenarnya dilapang yang telah di bandingkan dengan skala peta.
  2. Tidak dibenarkan. Karena pada pembuatan peta telah ditentukan skala dimana jarak pada peta dibandingkan dengan jarak sebenarya. Apabila suatu peta telah menggunakan skala misal 1 : 250.000 dan kemudian diperbesar, maka skala peta tersebut akan berubah. Bisa dibenarkan apabila menggunakan skala garis dimana apabila suatu peta dengan menggunakan skala garis diperbesar, ukuran panjang skala garis juga ikut bertambah.
  3. Skala peta
  • Eksplorasi 1:1.000.000
    1 cm = 1.000.000 cm = 10.000 m

1 cm2 = 100.000.000 m2 = 10.000 ha

0,8 cm2 = 80.000.000 m2 = 8000 ha (luas di lapangan)

  • Tinjau 1:250.000

1 cm = 250.000 cm = 2.500 m

1 cm2 = 6.250.000 m2 = 625 ha

0,8 cm2 = 5.000.000 = 500 ha (luas di lapangan)

  • Semi detil 1:50.000

1 cm = 50.000 cm = 500 m

1 cm2 = 250.000 m2 =25 ha

0,8 cm2 = 200.000 m2 = 20 ha (luas di lapangan)

  • Detil 1:25.000

1 cm = 25.000 cm = 250 m

1 cm2 = 62.500 m2 = 6,25 ha

0,8 cm2 = 50.000 m2 = 5 ha (luas di lapangan)

  • Sangat detil 1:5.000

1 cm = 5.000 cm = 50 m

1 cm2 = 2.500 m2 = 0,25 ha

0,8 cm2 = 2.000 m2 = 0,2 ha (luas di lapangan)

 

Categories: Uncategorized | Comments Off on Stela Tugas Ke 4

TUGAS SURVEY TANAH DAN EVALUASI LAHAN

Bahan Diskusi Minggu Ke – 2

 

 

f

 

Disusun Oleh:

Anita Nur Khoiriyah     : 115040201111218

Anis Rohmatin              : 115040201111019

Ardan Rizki N               : 115040200111045

Hadi Susilo                    : 11504021311030

Kelas : C

PROGRAM STUDI AGROEKOTEKNOLOGI

FAKULTAS PERTANIAN

UNIVERSITAS BRAWIJAYA

MALANG

2012

  1. 1.     Tanah sebagai suatu individu, berbeda dengan dunia hayati, yang setiap individunya punya ciri tersendiri. Tiap spesies punya kisaran sifat yg sempit, sehingga mudah dibedakan satu dengan lainnya. Jelaskan!

Tanah sebagai suatu individu juga diakui batas- batasnya baik sebagai suatu transisi maupun sebagai intergrades. Sebagai suatu individu, tanah memiliki perubahan batasan tanah yang secara tidak langsung berangsur berubah kearah vertical dan horizontal. Di dunia ini terdapat berbagai macam jenis tanah, yang mana setiap masing-masing individu tanah memiliki karekteristik/ sifat yang berbeda. Tetapi perbedaan dari sifat-sifat tersebut relatif sempit antara tanah yang stu dengan yang lainnya, sehingga dari berbagai macam tanah di dunia ini dapat dibedakan dan dikelompokkan sesuai dengan sifat-sifat yang dimilikinya. Dalam menentukan jenis suatu tanah tidak terlepas dari sifat fisik, kimia, dan keadaan biologi dari suatu tanah tersebut.

 

  1. 2.     Jelaskan definisi Tanah. Pasir pantai apakah termasuk dalam definisi tanah? Mengapa?

Menurut Soil Survei Staff  (1999;2003)  Tanah merupakan kumpulan dari benda alam di permukaan bumi yang dimodifikasi atau bahkan dibuat olaeh manusia dari bahan-bahan tanah, tanah mengandung gejala-gejala kehidupan dan mamu menopang kehidupan tanaman dilapangan. Tanah meliputi horizon-horison tanah yang terletak diatas bahan batuan dan terbentuk dari hasil interaksi sepanjang waktu dari iklim, makhluk hidup (organisme), bahan induk dan relief.

Jika dilihat dari pengertian tanah itu sendiri, maka pasir pantai tidak dapat dikategorikan sebagai tanah, hal ini dikarena pasir tidak dapat menopang pertumbuhan tanaman serta proses pembentukan pasir bukan dikarenakan oleh lima faktor pembentuk tanah, melainkan salah satunya dipengaruhi oleh gelombang dari pantai itu sendiri. Pada pembentukan tanah, organisme juga sangat berperan dalam menghasilkan suatu tanah, tetapi pada pasir pantai tidak terdapat organisme yang dapat membantu proses pelapukan menjadi butiran yang lebih halus lagi.

 

  1. 3.     Jelaskan apa yg dimaksud dalam Gambar 2 ? continuum, soilscape, polypedon dll

q

Penjelasan dari bagian-bagian pada gambar di atas :

  • Continuum merupakan proses pertukaran dalam kesinambungan interaksi antar komponen tanah dan kelangsungan segala reaksi tanah Soil scape merupakan gabungan dari beberapa polypedon yang mempunyai sifat berbeda antara sifat polypedon yang satu dengan polypedon yang lainnya.
  • Polypedon merupakan gabungan atau kumpulan dari pedon – pedon yang mempunyai sifat hamper sama atau sama.
  • Pedon adalah Tubuh tiga dimensi dari tanah dengan dimensi – dimensi lateral, Pedon biasanya mempunyai luas antara 1 hingga 10 meter. Dimana horizon – horizon terputus atau siklik.
  • Soil Profil merupakan Penampang vertikal tanah yang ditempati horizon – horizon dan dibawahnya terdapat bahan induk.
  • Soil Agregat merupakan Agregat tanah merupakan gumpalan tanah yang tidak mempunyai bentuk yang jells. Berbeda dengan struktur tanah yang mempunyai bentuk yang jelas.

 

  1. 4.     Tanah sebagai satuan 3-D, perlu disajikan degan cara ‘multifactorial‘ dalam bentuk peta tanah. 2-D digambarkan pada peta tanah, sedangkan dimensi vertikal + sifat-sifat internalnya, disajikan dalam legenda peta. Maksudnya apa?

Tanah sebagai satuan 3-D dipermukaan bumi yang terbentuk dari interaksi antara bahan induk, iklim, organisme, topografi (waktu tertentu). Tanah tersebut diperlakukan sebagai bahan galian atau tambang dan bahan bangunan yang dinyatakan dalam berat (ton, kg), atau volume (m3). Keadaan tanah disuatu daerah tentunya berbeda dengan keadaan tanah di daerah lainnya. Hal seperti ini dapat menjadi suatu informasi yang dapat disajikan dalam gambar (peta tanah) di berbagai wilayah. Penyajian ini tidak hanya berupa keadaan tanah dan topografi di suatu daerah saja, melainkan harus mengikutsertakan faktor-faktor yang berada didalamnya juga.

Dalam suatu peta tanah, bentuk fisik tanah disajikan dalam bentuk 2 dimensi sesuai keadaan topografinya dan perbandingan luasan berdasar skala.. Sedangkan faktor-faktor yang berada didalamnya, seperti keadaan tekstur, struktur, kelembaban, konsistensi, dll, disajikan dalam bentuk legenda. Bisanya dapat disajikan dengan tanda-tanda, warna tertentu, dll. Legenda peta ini yang nantinya dapat membantu seseorang untuk membaca suatu peta tanah dan memberikan informasi tentang satuan-satuan tertentu yang terdapat di dalam peta tanah.

  1. 5.     Jelaskan pengertian Peta tanah. Untuk membuat peta tanah, peta apa saja yang diperlukan sebagai dasar/ penunjang? Mengapa?

Menurut Lutfi Rayes (2007) Peta tanah merupakan peta yang dibuat untuk memperlihatkan sebaran taksa tanah dalam hubungannya dengan kenampakan fisik dan budaya dari permukaan bumi.

Dalam setiap peta tanah selalu berisikan lebih dari satu-satuan peta tanah. Pada setiap satuan peta tanah, dapat terdiri atas satu-satuan (taksa) tanah tertentu atau dapat pula terdiri atas dua atau lebih taksa tanah, baik berupa asosiasi maupun kompleks tanah yang didefinisikan dalam istilah taksonomi tanah. Pada umumnya diperlukan suatu peta dasar yang digukan sebagi acuan dalam membuat suatu peta tanah. Peta dasar yang biasa digunakan adalah peta topografi. Digunakan peta topografi sebagai dasar karena apabila akan membuat suatu peta tanah, harus mengetahui keadaan nyata dari suatu objek wilayah secara 3 dimensi terlebih dahulu. Apabila keadaan topografi suatu wilayah berbeda, maka keadaan atau kondisi suatu tanah juga akan berbeda. Bentuk suatu muka bumi (topografi) berbeda-beda antara tempat yang satu dengan tempat yang lain, begitu pula keadaan tanahnya. Oleh karena itu diperlukan peta topografi sebagai dasar apabila membuat suatu peta tanah. Peta topografi dapat diperoleh melalui foto udara (skala besar) dan citra satelit (skala kecil).

  1. 6.     Apa yg dimaksud dengan Poligon di dalam peta tanah? Bagaimana membuatnya?

Poligon adalah serangkaian garis lurus di permukaan tanah yang menghubungkan titik-titik dilapangan, dimana pada titik-titik tersebut dilakukan pengukuran sudut dan jarak. Tujuan dari Poligon adalah untuk memperbanyak koordinat titik-titik di lapangan yang diperlukan untuk pembuatan peta.Ada 2 (dua) macam bentuk poligon, yaitu :

  • Poligon Terbuka : poligon yang tidak mempunyai syarat geometris
  • PoligonTertutup : poligon yang mempunyai syarat geometris

a. Pengukuran Polyangon Terbuka Bebas

1. Siapkan catatan , daftar pengukuran dan buat sket  lokasi areal yang akan diukur

2. Tentukan dan tancapkan patok pada titik-titik yang akan dibidik

3. Dirikan pesawat di atas titik P1dan lakukan penyetelan alat sampai didapat kedataran.

4. Arahkan pesawat ke arah utara dan nolkan piringan sudut horisontal dan kunci kembali dengan  memutar skrup piringan bawah

5. Putar teropong dan arahkan teropong pesawat ke titik P2, baca dan catat sudut horisontalnya yang sekaligus sebagai sudut azimuth Bacaan ini merupakan bacaan biasa untuk bacaan muka.

6. Dengan posisi pesawat tetap di atas titik P1, putar pesawat 180° searah jarum jam, kemudian putar teropong 180° arah vertikal dan arahkan teropong ke titik P2.

7. Lakukan pembacaan sudut horisontal. Bacaan ini merupakan bacaan luar biasa untuk bacaan muka.

8. Pindah pesawat ke titik P2 dan lakukan penyetelan alat.

9. Arahkan pesawat ke titik P3, baca dan catat sudut horisontalnya (bacaan biasa untuk bacaan muka).

10.Lakukan pembacaan sudut luar biasa pada titik P2.

11.Putar teropong pesawat searah jarum jam dan arahkan ke titi P1. Baca dan catat sudut horisontalnya, baik bacan biasa maupun luar biasa. Bacaan ini merupakan bacaan belakang.

12. Dengan cara yang sama, lakukan pada titik-titik polyangon berikutnya sampai P akhir.

13. Lakukan pengukuran jarak antar titik dengan meteran.

14. Lakukan perhitungan sudut pengambilan b, sudut azimuth dan koordinat masing-masing titik.

15. Gambar hasil pengukuran dan perhitungan.

b. Pengukuran Polygon Tertutup

1.Siapkan catatan , daftar pengukuran dan buat sket lokasi areal yang akan diukur.

2. Tentukan dan tancapkan patok pada titik-titik yang akan dibidik

3.Dirikan pesawat di atas titik P1dan lakukan penyetelan alat sampai didapat kedataran.

4. Arahkan pesawat ke arah utara dan nolkan piringan sudut horisontal dan kunci kembali dengan memutar skrup piringan bawah.

5. Putar teropong dan arahkan teropong pesawat ke titik P2, baca dan catat sudut horisontalnya yang sekaligus sebagai sudut azimuth. Bacaan ini merupakan bacaan biasa untuk bacaan muka

6.Dengan posisi pesawat tetap di atas titik P1, putar pesawat 180° searah jarum jam, kemudian putar teropong 180° arah vertikal dan arahkan teropong ke titik P2.

7. Lakukan pembacaan sudut horisontal. Bacaan ini merupakan bacaan luar biasa untuk bacaan muka

8.Putar teropong pesawat dan arahkan di titik P akhir dan lakukan pembacaan sudut horisontal pada bacaan biasa dan luar biasa. Bacaan ini merupakan bacaan belakang.

9.Dengan cara yang sama, lakukan pada titik-titik polyangon berikutnya hingga kembali ke titik P1.

10.Lakukan pengukuran jarak antar titik dengan meteran.

11. Lakukan perhitungan sudut pengambilan b, sudut azimuth dan koordinat masing-masing titik.

12. Gambar hasil pengukuran dan perhitungan.

  1. 7.     Apa yg dimasud dengan taksa tanah?

Takson atau taksa adalah suatu kelas pada tingkat taksonomik (pengelompokkan) tertentu atau kelas pada kategori tertentu.

  1. 8.     Dalam legenda Peta Tanah terdapat istilah konsosiasi, asosiasi atau kompleks. Jelaskan. Beri ilustrasi dengan gambar, sehingga perbedaan ketiganya jelas

 x

Konsosiasi: Satuan pemetaan tanah konsosiasi didominasi oleh satuan tanah dan tanah yang serupa  (similiar soil unit). Dalam konsosiasi paling tidak memmpunyai 50% satu satuan tanah yang sama dan 25% satuan tanah yang serupa. SPT konsosiasi diberinama sesuai dengan satuan tanah yang dominan. Satuan tanah lain yang tidak sejenis dan serupa maksimal  mempunyai persentase 25%. Dua satuan tanah dikatakan sebagai tanah yang serupa apabila mereka hanya berbeda pada satu atau duua kriteria yang menyebabkan keduanya diklasifikasikan kedalam kelompok yanng berbeda. Secara uumum satuan satuan tanah yanng serupa mempunyai potensi yang hampir sama. Sedangkan dua satuan tanah dikatakan tidak serupa apabila keduanya mempunyai perbedaan yang tegas dan lebih dari tiga kriteria yang meenyebabkan keduanya diklasifikasikan ke dalam kelompok yang berbeda. Satuan-satuan tanah  yang tidak serupa mempunyai potensi terhadap penggunaan tertentu yang berbeda secara tegas.

Asosiasi: sekelompok tanah yang berhubungan secara geografis, tersebar dalam suatu satuan peta menurut pola tertentu yang dapat diduga posisinya, tetapi karena kecilnya skala peta, taksa – taksa tanah itu tidak dapat dipisahkan.

  • Setiap komponen dideskripsikan secara terperinci tanpa ada perbedaan.
  • Posisi geografis masing – masing anggota satuan pea dalam bentang alam diterangkan dengan jelas sehingga memungkinkan untuk diperhalus oleh pemakai peta.

Kompleks : Merupakan sekelompok tanah dari taksa yang berbeda, yang berbaur satu dengan lainnya dalam satu delinease (satuan peta) tanpa memperlihatkan pola tertentu atau menunjukkan pola yang tidak beraturan.

  • Meskipun ada komponen tanah yang berasosiasi secara geografis, tetapi tidak dapat dipisahkan kecuali pada tingkat amat detail.

 

  1. 9.     Beri contoh single value map. Cari di internet. Mengapa peta tersebut dikatakan bukan peta tanah?.

 

b

Peta tanah adalah suatu peta yang menggambarkan penyebaran jenis-jenis tanah disuatu daerah. Peta ini dilengkapi degan legenda yang secara singkat menerangkan sifat-sifat tanah dari masing-masing satuan peta. Peta tanah biasanya disertai dengan “Laporan Pemetaan Tanah” yang menerangkan lebih lanjut sifat-sifat kemampuan tanah yang digambarkan dalam peta tanah tersebut.

Sedangkan peta karakteristik tunggal (soil value map) merupakan peta yang hanya menyajikan salah satu nilai, atau marginal dari sebuah landform. Misalnya administrasi, ketinggian tempat, kedalaman tanah, tekstur produktifitas lahan, dan sebagainya. Gambar diatas merupakan peta drainase yang mana peta ini hanya mengambarkan kelas kerapatan drainase tanpa menjabarkan satuan peta tanah.

  1. 10.                        Apa yg dijelaskan dalam Gambar ini?

uu

Gambar diatas menyajikan tekhnik pelaksanaan (cara pengamatan tanah) survei tanah. Pendekatan sintetik (gambar paling atas) biasanya dilakukan dengan menggunakan metode survei grid, sedangkan pendekatan analitik menggunakan metode fisiografi, yaitu dengan jalan menentukan batas (mendelineasi) satuan fisiografi atau wujud lahan (land from) terlebih dahulu sebelum kelapangan (gambar paling bawah). Pada survey skala kecil, pendekatan kedua lebih sering digunakan, sedangkan pada skala besar biasanya digunakan pendekatan sintetik. Namun demikian dalam prakteknya biasanya kombinasi keduanya digunakan (gambar bagian tengah).

 

  1. 11.                        Sebutkan berbagai macam peta tanah berdasarkan skala peta yg digunakan di Indonesia. Bandingkan nama peta-peta tsb dg nama yg digunakan di Amerika, Kanada, Inggeris dan negara lainnya. Cari dr internet.

o

Berdasarkan tipenya skala peta dibedakan menjadi 3, yaitu:

1.   Skala angka/numerik/pecahan

Skala angka adalah skala yang menunjukkan perbandingan antara jarak di peta dan jarak sebenarnya dengan angka . biasanya digunakan di Indonesia dan Amerika

2.    Skala garis/grafis

Skala Grafik ditunjukkan oleh garis lurus yang dibagi dalam beberapa ruas, dan setiap ruas menunjukkan satuan panjang yang sama.

3.    Skala inchi/verbal (Indonesia tidak menggunakan skala inchi)

Skala Verbal adalah skala yang dinyatakan dengan  kalimat atau secara verbal. Skala ini sering terdapat pada peta-peta yang tidak menggunakan satuan pengukuran matrik, seperti peta-peta di Inggris.

 

  1. 12.                        Apa yg dimaksud dengan luas minimum yang masih dapat disajikan pada peta?. Mengapa perlu ada batasan tersebut?

Suatu luasan terkecil yang masih dapat digambarka pada peta. Pada dasarnya ukuran tersebut merupakan parameter kartografi, karena setiap polygon pada suatu peta harus tertulis symbol satuan petanya. Symbol tersebut harus tertulis dengan ukuran tertentu, sehingga masih dapat dibaca.

Batasan ukuran polygon minimal sebagaimana dikemukakan sebelumnya adalah 0,4 cm2 (untuk yang berbentuk bulat), sedangkan untuk polygon berbentuk memanjang dan sempit, harus lebih besar (dari aspek luasannya) agar dapat memuat symbol satuan peta.

 

  1. 13.                        Untuk peta tanah di Indonesia, berapa satuan luas tersebut? Masing-masing kelompok agar menghitung berapa luasnya di lapangan pada skala yg berbeda

Ubin (atauru, tumbak) dalam agrarian adalah satuan luas lahan yang dipakai di Indonesia. Satuan ubin ini banyak digunakan untuk areal pertanian (sawah atau ladang), khususnya di Pulau Jawa dan telah dipakai sejak zaman Hindia-Belanda. Ukuran satu ubin menyatakan luas sebesar 14,0625 (3,75 × 3,75) meter persegi. Satu bahu adalah 500 ubin.

Satuan ini terutama dipakai untuk mengestimasi hasil atau produksi hasil tanaman pangan, seperti padi atau kedelai. Pada suatu lahan diberi batas yang dinamakan “petak ubinan” (berukuran satu ubin). Hasil panen untuk petak ini diukur terlebih dahulu sebelum dicampur dengan hasil panen yang lain. Hasil pengukuran ini lalu dikonversi menjadi hasil per hektare.

u

Menurut kelompok kami metode yang digunakan adalah survey fisiografi foto udara (IFU). Survey ini diawali dengan melakukan intreprestasi foto udara (IFU) untuk mendelineasi landfrom yang terdapat didaerah tersebut, diikuti dengan pengecekan lapangan terhadap komposisi satuan peta, biasanya hanya didaerah pewakil. Tidak semua delineasi dikunjungi. Survey ini umunya diterapkan pada skala 1:50.000-1:200.000. pada skala kecil, hanya satuan landsekape  dan landfrom yang luas saja yang dapat digambarkan. Metode survey ini hanya dapat diterapkan jika tersedia foto udara yang berkualitas tinggi. Pengamatan lapangan dengan kerapatan rendah dilakukan untuk mengecek batas satuan peta dan mengidentifikasi sifat dan cirri tanah disetiap satuan peta. Pengecekan batas fisiografi atau landfrom dilakukan terutama jika batas-batas tersebut tidak begitu jelas yang disebabkan lansekape yang relative datar.

 

Daftar Pustaka

Arsyad, S. 1989. Konsservasi Tanah dan Air. Bogor: Penerbit IPB

Rayes,  M.L. 2006. Deskripsi Profil Tanah di Lapangan. Malang: Unit Penerbitan Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya.

Rayes,  M.L. 2006. Metode Inventarisai Sumber Daya Lahan. Yogyakarta: Penerbit Andi.

Soil Survey Staff. 1999. National soil Surey Handbook. Washington USA: US Goerment Printimg Office.

Van Wembeke, A and T. Forbes.1986. Guidelines for Using Soil Taxonomy in the Names of Soil Map Units. Cornell University: SMSS Technical Monograph no. 10. SMSS-SCS, USDA.

 

 

 

 

 

 

 

Categories: Uncategorized | Comments Off on

TUGAS SURVEY TANAH DAN EVALUASI LAHAN

Bahan Diskusi Minggu Ke – 1

 

 

f

 

Disusun Oleh:

Anita Nur Khoiriyah     : 115040201111218

Anis Rohmatin              : 115040201111019

Ardan Rizki N               : 115040200111045

Hadi Susilo                    : 115040213111030

Kelas : C

PROGRAM STUDI AGROEKOTEKNOLOGI

FAKULTAS PERTANIAN

UNIVERSITAS BRAWIJAYA

MALANG

2012

  1. 1.       Apa yang dimaksud dengan Peta skala besar dan skala kecil ? Beri Contoh masing-masing! Dan apa saja yg berbeda?
    1. Skala 1 : 5.000 sampai 1 : 250.000 disebut peta skala besar.

Peta ini digunakan untuk menggambarkan wilayah yang sempit, misalnya peta kota. Contohnya kota Mataram

s

  1. Skala 1 : 500.000 sampai 1 : 1.000.000 disebut peta skala kecil.

d

 

Peta ini digunakan untuk menggambarkan wilayah yang cukup luas, misalnya menggambarkan suatu negara. Contohnya Negara Indonesia.

 

Sebenarnya besar kecilnya skala suatu peta akan mencerminkan ketelitian serta banyaknya informasi yang disajikan. Misalnya kita mengukur jarak antara dua titik pada peta skala 1:5000 dan 1:20.000, kesalahannya 0,1 mm. Hal ini berarti, pada peta skala 1:5000 memberikan kesalahan sebesar 0,1 x 5000 mm = 500 mm = 0,5 meter sedangkan pada skala 1:20.000 memberikan kesalahan jarak 0,1 x 20.000 = 2 meter. Sedangkan informasi yang diberikan peta skala besar akan menginformasikan secara lebih lengkap dan mendetail dibandingkan dengan peta skala kecil. skala besar skalanya 1:25.000 – 1:50.000 dan digunakan untuk peta kerja atau perencanaan lapangan dengan jumlah macam pengamatan yang banyak.  Sedangkan skala kecil skalanya 1:250.000 – 1:500.000 dan digunakan dalam perencanaan tingkat provinsi dengan jumlah pengamatan yang sedikit.

 

  1. 2.      Survei Tanah Bertujuan Umum dan Khusus ? Beri Contoh masing-masing ! Dan Apa kelebihan dan kekurangan masing – masing?

a. Survei Tanah Bertujuan Umum

Ditujukan untuk memberikan data sebagai dasar interprestasi untuk berbagai penggunaan yang berbeda, bahkan beberapa dari penggunaan tersebut belum diketahui. Survei tanah bertujuan umum meliputi pembuatan peta pedologi yang menyajiakan sebaran satuan-satuan tanah yang ditentukan menurut morfologi serta data sifat fisik, kimia dan biologi yang dikumpulkaan di laboraturium dan di lapangan.

Contohnya pada pembuatan peta pedologi, dan sebagai dasar untuk melakukan riset yang berkaitan dengan hubungan tanah tanaman, dan evaluasi lahan yang tidak hanya mencakup berdasarkan karakteristik satuan tanah saja, melainkan juga berdasarkan atas faktor – faktor fisik, ekonomi dari sosial lainnya yang berkaitan.

Kelebihan : Survei tanah tujuan umum ini sangat bermanfaat untuk di terapkan pada wilayah-wilayah yang masih belum berkembang, yang faktor fisik lingkungannya (potensi penggunaan lahannya ) belum banyak di ketahui.

Kekurangan : Kisaran penggunaan lahan yang di gunakan sangat luas, meliputi penggunaan untuk pertanian dan non pertanian sehingga informasi dasar tentang tanah harus di kumpulkan sebelum di lakukan pengambilan keputusan penggunaan lahan yang menguntungkan.
b.  Survei Tanah Bertujuan Khusus

Di lakukan apabila tujuannya telah di ketahui sebelumnya dan bersifat spesifik, misalnya untuk irigasi reklamasi lahan atau penanaman jenis tanaman tertentu. Survei tanah tujuan khusus dapat dilakukan asalkan penggunaanya di kemukakan secara jelas.

Contohnya sebagai pengembangan irigasi, mengingat sifat – sifat tanah yang terakait telah diketahui sreta nilai – nilai pembatas masing – masing factor yang akan digunakan telah ditentukan, serta adanya investasi ekonomi dimungkinkan untuk melakukan survei lapangan secara intensif

Kelebihan : Survei tanah tujuan khusus sangat bermanfaat apabila mencantumkan informasi tentang daerah tersebut berikut dengan penggunaan lahan yang berpotensi untuk di kembangkan telah di ketahui , sehingga penggunaan khusus dapat di gunakan.

Kekurangan : Ketidak mampuannya dalam memenuhi semua tujuan atau keperluan,tidak seperti yang berlaku pada survei bertujuan umum.

 

  1. 3.      Siapa saja pengguna survei tanah? Dan jelaskan. Mengapa petani bisa memutuskan apa yang sebaiknya dilakukan atas tanahnya menggunakan hasil survei tanah.

Survei tanah haruslah menghasilkan produk berkualitas tinggi yang bermanfaat bagi satu atau beberapa kelompok pengambil keputusan. Bebarapa pertanyaan tentang metode survey pada akhirnya dapat dipecahkan dengan jalan menyesuaikan metode survey dengan keinginan dan anggaran yang tersedia dari pihak pengambil keputusan.

Menurut Rossiter (2000), mencoba memerinci beberapa pengguna survei tanah, seperti yang di uraikan berikut ini :

a. Pengelola Lahan, yaitu petani,peternak,pengelola hutan dan pengelola perkebunan. Kelompok ini akan memutuskan apa yang sebaiknya di lakukan untuk lahannya, misalnya untuk apa dan bagaimana sistem penggelolaanya yang tepat.

b. Penyuluh lapangan, kelompok ini bertugas memberikan penyuluhan kepada pengelolaan yang lahan.

c. Industri jasa yang berhubungan dengan penggunaan lahan, misalnya lembaga pemberi kredit,bank,dan kelompok investor. Kelompok ini memfasilitasi penggunaan lahan dan membutuhkan informasi apakah lahan tersebut akan menghasilkan dan menguntungkan secara ekonomi.

d. Perencana penggunaan lahan pedesaan lahan pedesaan dan perkotaan. Kelompok perencana ini merekomendasikan atau memfasilitasi jenis-jenis penggunaa lahan tertentu di daerah lahan yang berbeda.

e. Lembaga pengendali penggunaan lahan, merupakan kelompok perencana penggunaan lahan dengan kewenangan khusus untuk mengatur penggunaan lahan. Sebagi contoh, di Belanda jumlah pupuk kandang yang boleh di berikan setiap hektar di tentukan oleh jenis tanah untuk menghindari polusi air tanah.

f. Badan otoritas pajak, di beberapa negara,pajak atas lahan di dasarkan pada produksi potensi lahan. Semakin subur tanah semakin tinggi pajak yang harus di bayar oleh pemilik lahan tersebut.

g. Pakar dalam bidang rekayasa, ahli-ahli dalam bidang rekayasa memerulkan hasil survei tanah untuk menentukan apa yang harus di perhatikan dalam pembangunan gedung , jalan maupun pipa-pipa saluran minyak dan gas bumi agar tidak mudah mengalami korosi.

h. Pengelola lingkungan yang menggunakan tanah sebagai unsur ekologi landskap. Hasil survei tanah dapat menunjukan lokasi-lokasi dalam suatu daerah yang memiliki resiko tinggi jika di gunakan untuk kepentingan tertentu.

i. Peneliti, mengkaji tanggapan lahan terhadap pengguna lahan dan strategis pengelolaannya.Termasuk dalam kelompok ini adalah peneliti pada plot percobaan yang berharap bahwa satuan tanah yang berbeda akan memberikan tanggapan ( respon ) yang berbeda pula terhadap macam penggeloalaan yang di terapkan.

 

  1. 4.      Pertanyaan apa saja yang bisa dijawab dari hasil survei tanah?

Berikut adalah beberapa pertanyaan yang dapat di jawab hasil survei tanah yang di lakukan oleh Rossiter (2000) :

1. Menyimpulkan keseluruhan daerah kajian

  • Apa kelas (taksa) tanah pada lokasi tersebut?
  • Bagaimana proporsi masing-masing kelas yang ada di tanah tersebut?
  • Berapa persen dari daerah tersebut yang diduduki oleh tanah dengan sifat-sifat tertentu?

2. Pada lokasi daerah yang dipilih

  • Apa kelas (taksa) tanah pada lokasi tersebut?
  • Bagaimana sifat tanah pada lokasi tersebut?
  • Bagaimana pola spesial dari kelas tanah pada dan di sekitar lokasi tersebut?
  • Bagaimana pola spesial dari sifat-sifat tanah pada dan di sekitar lokasi tersebut?

3. Memilih lokasi daerah yang diingiinkan

  • Dimana lokasi kelas-kelas (taksa) tanah tersebut?
  • Dimana lokasi tanah-tanah yang memiliki sifat-sifat tertentu yang dapat dijumpai? (cakupan ini adalah drainase, KTK dan lain sebagainnya)
  • Dimana sifat-sifat tanah dengan pola spesial tertentu yang dapat dijumpai? (cakupan ini adalah drainase baik, KB>50%, tidak berkerikil dan lain-lain).

 

 

 

  1. 5.      Ada Berapa Kategori Dalam Soil Taxonomy, Kaitannya Dengan Peta Tanah?

Ilmu klasifikasi tenah berkembang cukup pesat  mulai dari klasifikasi sederhana sampai klasifikasi yang menggunakan kaidah ilmu pengetahuan. Pada system klasifikasi Soil Taxonomy, tanah diklasifkasikan menurut hierarki ordo, sub ordo great group, sub groub, family, dan seri.  Ada 12 ordo tanah di dunia, yaitu (1) Alfisol, (2) Andisol, (3) Aridisol,  (4) Entisol, (5) Gellisol, (6) Histosol, (7) Inceptisol, (8) Mollisol, (9) Oksisol, (10) Spodosol, (11) Ultisol, (12) Vertisol .

Kaitan antara soil taksonomy dengan peta tanah yaitu terdapat suatu hubungan yang erat  antara topografi, petrografi, fisiografi, landform, litologi, mineralogi, tanah, biologi, dengan pengelolaan sumber  daya dalam tanah itu sendiri. Sehingga dalam survei tanah, sangat penting untuk memahami fisiografi dan landform. Satuan fisiografi/landform adalah salah  satu faktor atau unsur pembeda satuan peta tanah  atau merupakan fase dari suatu kategori  dalam taksonomi tanah.

 

  1. 6.      Cari contoh peta Tanah dan Peta Evaluasi Lahan dari Internet. Apa yg berbeda. Mana yg lebih bermanfaat bagi:

(a) petani, (b) peneliti, (c) konsultan perkebunan, (d) mahasiswa.

  • Peta tanah

b

 

  • Peta evaluasi lahan

p

 

Perbedaan antara peta tanah dan peta evaluasi lahan adalah pada fungsinya, yaitu : Peta tanah menunjukkan jenis-jenis tanah yang ada pada suatu daerah, misalnya jenis tanah alfisol, ultisol, andisol, dan lain-lain. Peta tanah evaluasi lahan menunjukkan jenis tanah A atau jenis tanah B yang cocok digunakan untuk menanam jenis tanaman tertentu.

Manfaatnya:

(a) petani, adalah peta evaluasi lahan. Karena didalam peta tersebut memiliki informasi kesesuaian lahan yang jelas bagi para petani.

(b) peneliti , adalah peta tanah dan peta evaluasi lahan. Karena di dalam peta tanah dan peta evaluasi lahan, masing-masing dapat diteliti mengenai jenis dan fungsi yang tepat pada lahan tersebut.

(c) konsultan perkebunan, adalah peta evaluasi lahan. Karena dalam peta tersebut, para konsultan dapat dengan mudah menanami lahan mereka dengn tanaman yang cocok dan nantinya tidak menimbulakan kerugian yang besar bagi para pengguna konsultan perkebunan tersebut.

(d) mahasiswa, adalah kedua-dua nya. Karena seorang mahasiswa harus dapat membuat bahkan memanfaatkan yang namanya peta tanah dan peta evaluasi lahan. Hal tersebut juga berfungsi sebagai persiapan bagi mereka yang nantinya akan keluar sebagai sarjana pertanian dan mulai memasuki dunia kerja.

 

7. Cari contoh deskripsi profil tanah (dari Internet), yang lengkap dengan data hasil analisis tanahnya (data laboratorium).

Tiap kelompok beda Ordo Tanah : (Kel: 1. Inceptisol, 2, Vertisol, 3. Mollisol, 4. Alfisol, 5. Andisol, 6. Ultisol, 7. Oxisol, 8. Spososol, 9. Histosol, 10. Entisol).

 

Deskripsi profil tanah

v

Tanah Vertisol memiliki kapasitas tukar kation dan kejenuhan basa yang tinggi. Reaksi tanah bervariasi dari asam lemah hingga alkaline lemah; nilai pH antara 6,0 sampai 8,0. pH tinggi (8,0-9,0) terjadi pada Vertisol dengan ESP yang tinggi.

Vertisol menggambarkan penyebaran tanah-tanah dengan tekstur liat dan mempunyai warna gelap, pH yang relatif tinggi serta kapasitas tukar kation dan kejenuhan basa yang juga relatif tinggi. Vertisol tersebar luas pada daratan dengan iklim tropis dan subtropics.

Dalam perkembangan klasifikasi ordo Vertisol, pH tanah dan pengaruhnya tidak cukup mendapat perhatian. Walaupun hampir semua tanah dalam ordo ini mempunyai pH yang tinggi, pada daerah-daerah tropis dan subtropis umumnya dijumpai Vertisol dengan pH yang rendah. Dalam menilai potensi Vertisol untuk pertanian hendaknya diketahui bahwa hubungan pH dengan Al terakstraksi berbeda disbanding dengan ordo lainnya. pH dapat tukar nampaknya lebih tepat digunakan dalam menentukan nilai pH Vertisol masam dibanding dengan kelompok masam dari ordo-ordo lainnya. Perbedaan tersebut akan mempunyai implikasi dalam penggunaan tanah ini untuk pertumbuhan tanaman. Batas-batas antara antara kelompok masam dan tidak masam berkisar pada pH 4,5 dan sekitar 5 dalam air.

Proses pembentukan tanah ini telah menghasilkan suatu bentuk mikrotopografi yang khusus yang terdiri dari cekungan dan gundukan kecil yang biasa disebut topografi gilgai. Kadang-kadang disebut juga topografi polygonal (Hardjowigeno, 1993). Koloid tanah yang memiliki muatan negetif besar akan dapat menjerap sejumlah besar kation. Jumlah kation yang dapat dijerap koloid dalam bentuk dapat tukar pH tertentu disebut kapasitas tukar kation. KTK merupakn jumlah muatan negatif persatuan berat koloid yang dinetralisasi oleh kation yang muda diganti. Tanah-tanah dengan kandungan bahan organik atau dengan kadar liat tinggi mempunyai KTK lebih tinggi dari pada  tanah-tanah dengan kandungan bahan organik rendah atau tanah-tanah berpasir. Jenis-jenis mineral liat juga menentuka besarnya KTK tanah.

Pada umumnya  Vertisol juga defisiensi P. Setelah N, unsure P merupakan pembatas hara terbesar pada Vertisol. Kekurangan unsure P jika kandungan P kurang dari 5 ppm. Ini berpengaruh pada pemupukan P yang cukup kecil jika produksi tanaman pada musim berikutnya rendah. P menjadi nyata jika tanaman yang tumbuh pada kondisi irigasi yang baik, jika produksinya tinggi maka dianjurkan untuk mencoba menambah pemakaian pupuk N.

Kadar fosfor Vertisol ditentukn oleh banyak atau sedikitnya cadangan mineral yang megandung fosfor dan tingkat pelapukannya. Permasalahan fosfor ini meliputi beberapa hal yaitu peredaran fosfor di dalam tanah, bentuk-bentuk fosfor tanah, dan ketersediaan fosfor. Pada tanah Vertisol P tersedia adalah sangat tinggi pada Vertisol yang berkembang dari batuan basik tetapi rendah pada tanah  yang berkembang dari bahan vulkanis. Pada segi lain vertisol yang berkembang dari bahan induk marl atau napal, kandungan P total tersedia adalah rendah.

Vertisol adalah tanah yang memiliki KTK dan kejenuhan hara yang tinggi. Rekasi tanah bervariasi dengan asam lemah hingga alkaline lemah, nilai pH antara 6,0 sampai 8,0, pH tinggi (8,0 – 9,0) terjadi pada Vertisol dengan ESP yang tinggi dan Vertisol masam (pH 5,0 – 6,2). KTK tanah-tanah Vertisol umumnya sangat tinggi disbanding dengan tanah-tanah mineral lainnya. Hal ini disebabkan oleh tingginya kandungan liat yang terbungkus mineral Montmorillonit dengan muatan tetap yang tinggi. Kandungan bahan organik sungguhpun tidak selalu harus tinggi mempunyai KTK yang sangat tinggi. Katio-kation dapat tukar yang dominant adalah Ca dan Mg sdan pengaruhnya satu sama lain sangat berkaitan dengan asal tanah.

Kejenuhan basa ynag tinggi, KTK yang tinggi, tekstur yang relative halus, permeabilitas yang rendah dan pH yang relative tinggi dan status hara yang tidak seimbang merupaka karakteristik Vertisol (Hardjowigeno, 1985).

 

  • Hasil analisis tanah

Pada hasil pengamatan dapat diketahui warna tanah adalah gelap, yang terjadi akibat pengaruh BO yang dikandungnya, terutama yang berkaitan dengan liat halus dan akan tahan terhadap oksidasi H2O2. Vertisol mempunyai tekstur yang berat sehingga mengalami kesukaran dalam hal pengolahan tanah. Hal ini disebabkan karena kandungan mineral liat 2:1 yang dominan, sehingga pada saat kering tanah menjadi sangat keras dan pada saat basah tanah menjadi lekat. Dalam pengukuran pH pada tanah ini, diketahui bahwa pH tanah mendekati netral, baik menggunakan indikator H2O maupun KCl diperoleh hasil yang sama. Dengan kemiringan lereng sebesar -20% memungkinkan terjadinya erosi alur dengan tingkat rendah yang berpengaruh terhadap aerasi drainase tanah, yaitu semakin dalam horison tanah, aerasi drainase tanahnya semakin buruk.

Tingginya kandungan bahan organik ditunjukkan oleh warna tanah yang gelap pada lokasi ini. Banyaknya kandungan bahan organik akan semakin meningkatkan kesuburan tanah sehingga akan berpengaruh pada banyaknya vegetasi yang tumbuh, seperti terlihat pada wilayah ini. Semakin ke dalam lapisan tanah, kandungan bahan organik semakin sedikit yang berpengaruh pula terhadap aerasi drainase tanah yaitu semakin ke dalam aerasi drainase semakin buruk seperti terlihat pada hasil pengamatan. Hal lain yang berpengaruh terhadap aerasi drainase adalah struktur tanah. Struktur tanah yang baik dimana perbandingan antara bahan padat dan ruang pori seimbang, Struktur tanah yang baik mendukung aerasi drainese yang baik pula.

Dari hasil praktikum yang dilakukan pada ketiga lokasi, dapat diketahui adanya perbedaan jenis tanah. Sehingga berpengaruh terhadap kesuburan tanah, sifat fisika dan sifat kimianya. Sifat – sifat tersebut saling berhubungan satu dengan yang lainnya.

 

 

Daftar Pustaka

Anonymous a, 2013. Klasifikasi tanah. http://bahilang.wordpress.com/tag/klasifikasi-tanahsoil-classificationklasifikasi-tanah-usdasoil-scienceilmutanahnamatanah/ Tanggal akses 28 februari 2013

Arifin, Zainal. 2006. Analisi Nilai Indeks Kualitas Tanah Entisol pada Penggunaan Lahan yang Berbeda. (Online) http://fp.unram.ac.id/data/2012/04/21-1_06-Zaenal-_Rev-Prof-Suwardji_.pdf

Hardjowigeno, S. 1985. Klasifikasi Tanah dan Lahan. Institut Pertanian Bogor.

Bogor.

Rayes, M. Luthfi. 2006. Metode Investarisasi Sumberdaya Lahan. Penerbit ANDI: Yogyakarta.

 

 

Categories: Uncategorized | Comments Off on

Tugas Survei Tanah Dan Evaluasi Lahan Minggu 3

Nama Anggota Kelompok :

  1. Anita Nur Khoiriyah     : 115040201111218
  2. Anis Rohmatin              : 115040201111019
  3. Ardan Rizki N               : 115040200111045
  4. Hadi Susilo                    : 11504021311030

Kelas   : C Agroekoteknologi

1. Metode survei tanah menggunakan dua pendekatan utama, yaitu pendekatan sintetik dan analitik.

  • Jelaskan persamaan dan perbedaan kedua pendekatan tersebut?
  • Berikan contoh kedua pendekatan tersebut?

Perbedaan metode analitik dan sintetik

  • Pendekatan analitik adalahMembagi ‘kontinum’ atas persil-persil atau satuan-satuan berdasarkan pada pengamatan perubahan dalam sifat-sifat tanah ‘eksternal’ ( sifat bentang alam), melalui interpretasi foto udara yang diteruskan dengan melakukan pengamatan dan pengklasifikasian tanah untuk masing-masing satuan yang di buat tersebut. kegiatan ini biasanya meliputi aktivitas dalam hal membedakan,menguji, menggolongkan, menyusun, menguraikan, membandingkan,membuat deduksi, dan memriksa.

h

  • Sementara pendekatan sintetik adalah Mengamati, mendeskripsi dan mengklasifikasikan profil-profil tanah (pedon) oada beberapa lokasi di daerah survei. Kemudian membuat (mendelineasi) batas disekitar daerah yang mempunyai profil tanah yang serupa (memiliki taksa tanah yang sama),sesuai dengan kriteria klaisfikasi yang digunakan. kegiatan ini meliputi merancang, menggabungkan, menambah, membangun, mengembangkan, mengolah dan membuat hipotesis.

a

Persamaan metode analitik dan sintetik: Pendekatan analitik dan sintetik sama sama dipandang sebagai pendekatan danmetode pembelajaran.

 

2. Dalam menyiapkan survei tanah dengan menggunakan pendekatan analitik, apa saja yang harus dilakukan?

Pendekatan analitik dilakukan di daerah survei tersebut dengan cara:

  • Pertama melakukan interpretasi foto udara yang diteruskan dengan melakukan pengamatan dan pengklasifikasian tanah untuk masing-masing satuan yang di buat tersebut.
  • Kemudian membagi lansekap ke dalam komponen-komponen sedemikian rupa yangdiperkirakan akan memiliki tanah yang berbeda.
  • Melaksanakan karakterisasi satuan-satuan yang dihasilkan melaluipengamatan dan pengambilan contoh tanah di lapangan.

Contoh pendekatan analitik

k

3. Lihat pada peta landform Pujon dan sekitanya di bawah. Gambaran relief wilayah tersebut disajikan pada peta di bawahnya (peta relief)

  1. a. Diskusikan apakah pendekatan yang akan dipakai, jelaskan alasannya.

Kami akan menggunakan pendekatan analitik karena kami belum bisa menentukan komponen atau titik pada peta dengan baik. Oleh karena itu untuk membantu perlu dilakukan pengamatan terlebih dahulu terhadap wilayahnya.

                b. Jika akan melakukan survei tanah pada skala 1:25.000 plot pengamatan Saudara jika:

– menggunakan grid kaku

Dalam metode grid kaku, jarak pengamatan dibuat secara teratur pada jarak tertentu untuk menghasilkan jalur segiempat seluruh daerah survey. Pengamatan tanah dilakukan dengan pola teratur, jarak pengamatan tergantung dari skala peta. Pada peta semi detail ( 1 : 25.000 ) dengan luas lahan 4.600 ha dan jumlah titik yang ideal adalah 184 titik, maka luas tiap 1 cmpada peta mewakili 25 ha di lahan sebenarnya.

g

    – menggunakan grid bebas

Dalam metode grid bebas, jarak pengamatan tidak perlu sama dalam dua arah, namun tergantung pada fisiografi daerah survey. Jika terjadi perubahan fisiografi yang menyolok dalam jarak dekat, perlu pengamatan lebih rapat, sedangkan landform relatif seragam maka jarak pengamatan dapat dilakukan berjauhan, dengan demikian dapat disimpulkan  Kerapatan pengmatan disesuaikan dengan kebutuhan skala survei serta tingkat kerumitan pola tanah di lapangan. Metode ini biasanya dilaksanakan pada skala 1:12.500 sampai dengan 1: 25.000. Pelaksanaan survei ini diiawali dengan analisis fisiografi melalaui interpretasi foto udara secara detail.

m
– menggunakan pendekatan fisiografis dengan menggunakan key area dan transek.

i

 

Categories: Uncategorized | Comments Off on