Laporan Biokimia Biofuel,Biodiesel,Biogas dan Bioetanol

Posted by Hadi Susilo (Adhie Abu Fatih Al Junayd) on May 25, 2012

Laporan biodiesel

BAB 1

PENDAHULUAN

1.1   LATAR BELAKANG

Energi yang dihasilkan oleh biodiesel relatif tidak berbeda dengan petroleum diesel (128.000 BTU vs 130.000 BTU), sehingga engine torque dan tenaga kuda yang dihasilkan juga sama. Walaupun kandungan kalori biodiesel serupa dengan petroleum diesel, tetapi karena biodiesel mengandung oksigen, maka flash pointnya lebih tinggi sehingga tidak mudah terbakar. Biodiesel juga tidak menghasilkan uap yang membahayakan pada suhu kamar, maka biodiesel lebih aman daripada petroleum diesel dalam penyimpanan dan penggunaannya. Di samping itu, biodiesel tidak mengandung sulfur dan senyawa bensen yang karsinogenik, sehingga biodiesel merupakan bahan bakar yang lebih bersih dan lebih mudah ditangani dibandingkan dengan petroleum diesel.

Penggunaan biodiesel juga dapat mengurangi emisi karbon monoksida, hidrokarbon total, partikel, dan sulfur dioksida. Emisi nitrous oxide juga dapat dikurangi dengan penambahan konverter katalitik. Kelebihan lain dari segi lingkungan adalah tingkat toksisitasnya yang 10 kali lebih rendah dibandingkan dengan garam dapur dan tingkat biodegradabilitinya sama dengan glukosa, sehingga sangat cocok digunakan di perairan untuk bahan bakar kapal/motor. Biodiesel tidak menambah efek rumah kaca seperti halnya petroleum diesel karena karbon yang dihasilkan masih dalam siklus karbon.

Untuk penggunaan biodiesel pada dasarnya tidak perlu modifikasi pada mesin diesel, bahkan biodiesel mempunyai efek pembersihan terhadap tangki bahan bakar, injektor dan selang.

Kelangkaan yang disertai tingginya harga bahan bakar minyak secara global beberapa tahun terakhir membuat banyak negara di dunia meningkatkan upayanya untuk menggunakan biofuel sebagai bahan bakar alternatif. Salah satu dari biofuel yang paling banyak digunakan adalah etanol, zat ini diekstrak antara lain dari tebu dan singkong

Akan tetapi, apabila tebu atau singkong dijadikan bahan utama untuk ekstraksi etanol, dikhawatirkan akan mengakibatkan berkurangnya penyediaan bahan pangan. Hal ini tidak sesuai bagisebuah negara atau kawasan dimana bidang pangan masih kekurangan. Contohnya adalah dalam hal mengekstraksi tebu menjadi etanol di Indonesia, penggunaan untuk menghasilkan gula saja masih belum mencukupi, apalagi jika tebu juga diekstrak untuk membuat etanol (Delima, 2008).

Berdasarkan fakta-fakta yang terdapat di atas, muncul sebuah gagasan dalam memanfaatkan sampah organik yang berasal dari pasar sayur dan buah untuk diekstrak menjadi sumberenergi alternatif yaitu etanol. Konversi ini dilakukan melalui proses pemanasan yang kemudian difermentasikan dengan bakteri dipilih dengan studi literatur tentang efektifitas fermentasi etanol menggunakan bakteri. Sedangkan pengertian fermentasi sendiri adalah semua proses bioenergetik atau katabolisme yang menggunakan senyawa organik sebagai akseptor electron terakhirnya

Sampah organik digunakan sebagai bahan ekstraksi etanol karena di dalamnya banyak terdapat kandungan glukosa yang berasal dari hidrolisis karbohidrat sekaligus berbagai jenis bakteri yang bisa melakukan fermentasi terhadap sampah itu sendiri menjadi etanol dengan perlakuan tertentu. Dalam penelitian ini, tujuannya adalah untuk membuat etanol dari sampah organik Pasar Keputran Surabaya melalui proses pemanasan dan fermentasi oleh bakteri. Bakteri yang digunakan adalah Zymomonas mobilis setelah melalui tahapan studi literatur. Untuk mengetahui kadar etanol, digunakan metode AOAC yang menggunaan alatpiknometer sebagai pengukur kadar alkohol. Selain itu, bisa dilakukan tindakanoptional, yaitu destilasi untuk menaikkan kadar alkohol, apabila pH setelah fermentasi di atas pH optimum dari fermentasi oleh Zymomonas mobilis ini.

1.2   TUJUAN

  • Untuk mengeahui pengertian biofuel
  • Untuk mengetahui macam macam biofuel
  • Untuk mengetahui  perbedaan biodiesel,biogas dan bioethanol
  • Untuk mengetahui keuntungan dan kerugian menggunakan biodiesel
  • Untuk mengetahui proses pembuatan biodiesel

1.3   MANFAAT

  • Dapat memahami definisi biofuel dan macam macamnya
  • Dapat mengetahui bagaimana proses pembuatan biodiesel
  • Dapat mengaplikasikan kepada masyarakat umum

 

BAB 2

TINJAUAN PUSTAKA

2.1 DEFINISI BIOFUEL

Biofuel adalah bahan bakar atau sumber energi yang berasal dari bahan organik. Jadi, definisibiofuel mencakup bahan bakar yang dibuat dari tumbuhan maupun hewan. Biofuel mempunyai sifat dapat diperbaharui, artinya bahan bakar ini dapat dibuat oleh manusia dari bahan-bahan yang bisa ditumbuhkan atau dibiakkan (Arrasyi, 2008).

Bahan bakar hayati atau biofuel adalah setiap bahan bakar baik padatancairan ataupun gas yang dihasilkan dari bahan-bahan organik. Biofuel dapat dihasilkan secara langsung dari tanaman atau secara tidak langsung dari limbah industri, komersial, domestik atau pertanian. (Trihadiningrum, 1995).

Biofuel is a natural alternative from other fossil fuels and is attained from living or biological material that has just died. Basically biofuel is produced by using ethanol from naturally grown plant matter which allows for a more sustainable and environmentally friendly earth. Biofuel adalah alternatif alami dari bahan bakar fosil lain dan dicapai dari bahan biologis yang hidup atau baru saja meninggal. Pada dasarnya biofuel diproduksi dengan menggunakan etanol dari materi tanaman tumbuh secara alami yang memungkinkan untuk bumi yang lebih berkelanjutan dan ramah lingkungan. (Campbell 1999)

Biofuels are fuels that are derived from recently living organisms, such as corn or soybeans, or their byproducts, such as manure from cows.

Biofuel adalah bahan bakar yang berasal dari organisme hidup baru, seperti jagung ataukedelai, atau produk sampingan mereka, seperti pupuk dari sapi.  (Prihandanaet al., 2007).

A Biofuel is a type of fuel whose energy is derived from biological carbon fixation. Biofuels include fuels derived from biomass conversion, as well as solid biomass, liquid fuels and various biogases.

Biofuel adalah jenis bahan bakar yang energinya berasal dari fiksasi karbon biologis.Biofuel termasuk bahan bakar yang berasal dari konversi biomassa, serta biomassa padat, bahan bakar cair dan berbagai biogas. (SM Sitompul, 2005)

2.2 MACAM MACAM BIOFUEL dan PENGERTIANNYA

Macam-macam biofuel

1. BIOETANOL

Bioetanol adalah cairan berwarna jernih yang dibuat dengan cara merubah pati-patian menjadi gula, kemudian difermentasi menghasilkan bioetanol, didistilasi dan dehidrasi menghasilkan bahan bakar. Bioetanol adalah salah satu biofuel cair yang paling banyak dimanfaatkan saat ini. Bioetanol memiliki banyak manfaat salah satunya adalah dicampur dengan bensin sebagai agen oksigenasi sehingga pembakaran menjadi lebih bersih dengan emisi rendah.

2. BIOGAS

Biogas adalah gas yang mudah terbakar yang dihasilkan dari proses fermentasi bahan- bahan organik oleh bakteri anaerob (bakteri yang dapat hidup dalam lingkungan kedap udara).

Biogas dibuat melalui digesti anaerob atau fermentasi bahan organik dalam kondisi rendah oksigen. Gas dibakar untuk memproduksi panas, uap dan listrik, atau digunakan secara langsung seperti untuk kendaraan berbahan bakar biogas.

Melalui proses digesti anaerob mikroba memecah bahan baku kaya karbon menjadi gas yang mengandung kurang lebi 60% methane (CH4), 30% karbon dioksida (CO2), dan 10% nitrogen(N2). Kandungan metan di dalam biogas (kandungan kalor- 23NJ/Nm3) dapat dibakar untuk memproduksi panas dan tenaga.

3. BIODISEL

Biodisel adalah minyak bakar berwarna kuning yang diproduksi melalui proses reaksi kimia antara minyak nabati atau lemak hewan dan metanol untuk membentuk methyl ester. Biodisel dapat digunakan langsung untuk mesin diesel atau dicampur dengan minyak solar dengan berbagai konsentrasi (misal B5) untuk mengurangi emisi gas dan meningkatkan kemampuan mesin.

2.3 PERBEDAAN BIODIESEL,BIOGAS dan BIOETANOL

Perbedaan biodiesel, bioetanol dan biogas

Biodiesel dihasilkan dari minyak nabati, lemak hewani, ganggang atau bahkan minyak goreng bekas. Biodiesel dapat digunakan sebagai zat aditif diesel untuk mengurangi emisi gas buang. Atau juga dapat digunakan sepenuhnya sebagai bahan bakar kendaraan.

bioetanol : Bio-etanol biasanya diperoleh dari konversi bahan baku berbasis karbon. Hal ini dapat dibuat dari tanaman yang sangat umum seperti tebu, kentang, ubi kayu dan jagung. Bioethanol adalah ethanol yang dihasilkan dari proses fermentasi bahan-bahan karbohidrat oleh mikroorganisme (ragi) pada kondisi langka oksigen (anaerob).

Bioethanol dihasilkan dari tumbuh-tumbuhan dengan kandungan hidrokarbon tinggi.

Biogas adalah gas yang dihasilkan oleh aktifitas anaerobik atau fermentasi dari bahan –bahan organik termasuk diantaranya : kotoran manusia dan hewan, limbah domestik (rumah tangga), sampah biodegradable atau setiap limbah organik yang biodegradable dalam kondisi anaerobik. Kandungan utama dalam biogas adalah Metana dan Karbon Dioksida.

2.4 KEUNTUNGAN dan KERUGIAN PEMAKAIAN BIODIESEL

Keuntungan Pemakaian Biodiesel

1. Dihasilkan dari sumber daya energi terbarukan dan ketersediaan bahan bakunya terjamin

2. Cetane number tinggi (bilangan yang menunjukkan ukuran baik tidaknya kualitas solar berdasar sifat kecepatan bakar dalam ruang bakar mesin)

3. Viskositas tinggi sehingga mempunyai sifat pelumasan yang lebih baik daripada solar sehingga memperpanjang umur pakai mesin

4.  Dapat diproduksi secara lokal

5.  Mempunyai kandungan sulfur yang rendah

6.  Menurunkan tingkat opasiti asap

7.  Menurunkan emisi gas buang

8.  Pencampuran biodiesel dengan petroleum diesel dapat meningkatkan biodegradibility petroleum diesel sampai 500 %

Kekurangan Biodiesel

- Lebih mahal daripada bahan bakar diesel biasa.

- Cenderung mengurangi keekonomian bahan bakar.

- Kurang cocok untuk digunakan dalam suhu rendah.

- Tidak dapat dipindahkan/diangkut melalui pipa.

- Menghasilkan lebih banyak emisi nitrogen oksida (NOx)

- Hanya dapat digunakan untuk mesin bertenaga diesel.

- Menyebabkan tabung bahan bakar kendaraan tua menurun keawetannya (tambah korosi)

- Lebih banyak mengikat uap air, yang dapat menyebabkan masalah dalam cuaca dingin (misalnya: bahan bakar beku, deposit air di sistem penyaluran bahan bakar kendaraan, aliran bahan bakar dingin, pengkabutan, dan peningkatan korosi).

Kelebihan Bahan Bakar Bio Diesel

Sejauh ini, keuntungan terbesar didapatkan dengan penggunaan Bio Deisel adalah sifatnya yang bisa diperbaharui dan tidak beracun. Hal ini menjadikannya sebagai bahan bakar alternatif pembangkit listrik paling ramah yang tersedia saat ini. Dalam sebuah penelitian di Departemen Energi Amerika Serikat mengungkapkan bahwa penggunaan bahan bakar Bio Diesel dapat mengurangi emisi karbon dioksida disebabkan oleh pembakaran bahan bakar fosil sebesar 75 persen.

Manfaat lainnya, bahan bakar Bio Diesel ini tidak mengandung bahan kimia beracun, seperti belerang, yang bertanggung jawab atas terjadinya emisi berbahaya. Bahkan, jika digunakan setiap hari menggantikan bahan bakar fosil bahaya seperti hujan asam bisa dihilangkan selamanya.

Selain itu, Anda tidak perlu merubah atau memodifikasi mobil diesel yang dimiliki untuk menggunakan bahan bakar Bio Diesel. Bahan bakar ini dapat dengan mudah dioperasikan pada mesin diesel standar.

Kelemahan Bahan Bakar Bio Diesel

Kandungan energi bio diesel diketahui 11 persen lebih kecil dari bahan bakar diesel yang berbasis minyak bumi. Ini berarti kapasitas pembangkit listrik dari mesin yang Anda gunakan akan menurun jauh ketika menggunakan Bio Diesel.

Kelemahan kedua yang terdapat pada Bio Diesel adalah memiliki kualitas oksidasi yang buruk sehingga Bio Diesel dapat menyebabkan beberapa masalah masalah serius ketika disimpan. Bila disimpan untuk waktu yang lebih lama, Bio Diesel cenderung berubah menjadi gel (lihat minyak goreng yang disimpan di kulkas), yang dapat menyebabkan penyumbatan berbagai komponen mesin. Bio Diesel ini juga dapat mengakibatkan pertumbuhan mikroba, sehingga menyebabkan beberapa kerusakan pada mesin.

Selain itu dampak paling serius yang dihadapi dengan penggunaan Bio Diesel adalah kelangkaan pangan akibat dialihkannya tanaman yang biasa dikonsumsi untuk dijadikan bahan bakar. Tanaman seperti tebu, jagung, kelapa sawit dan beberapa jenis komoditas lainnya cenderung mengalami kenaikan harga yang cukup signifikan akibat dijadikan Bio diesel.

 

 

 

2.5 PROSES TRANSESTERIFIKASI DALAM PEMBUATAN BIODIESEL + GAMBAR

Proses Pembuatan Biodiesel (Proses Trans-Esterifikasi)

 

Biodiesel dapat digunakan untuk bahan bakar mesin diesel, yang biasanya

menggunakan minyak solar. seperti untuk pemb angkit listrik, mesin-mesin pabrik yang

menggunakan diesel, juga alat transportasi termasuk mobil yang bermesin diesel.

Biodiesel dapat sebagai pengganti 100%  minyak solar, maupun sebagai campuran

minyak solar tanpa modifikasi mesin. Campuran minyak solar dengan biodiesel diberi

kode B ( Blending). Sebagai contoh bahan bakar B5 adalah campuran yang terdiri 95%

volume minyak solar dengan 5 % volume biodiesel. Minyak solar dengan biodiesel dapat

dicampur dengan berbagai perbandingan.

Penerapan peraturan emisi kendaraan mendorong diturunkannya kadar belerang

dalam minyak solar. Penurunan kadar belerang dapat menurunkan emisi gas buang

kendaraan berupa gas SO x

dan SPM ( Solid Particulate Matters) yang mengotori udara.

Akan tetapi solar yang berkadar belerang rendah memiliki daya pelumasan rendah.

Sementara itu produksi solar Indonesia ma sih sangat tinggi kadar belerangnya (1500-4100 ppm)  Dengan demikian biodiesel sebagai campuran minyak solar mempunyai dua

keuntungan sekaligus. Pertama yaitu biodies el mempunyai kadar belerang yang jauh

lebih kecil (sangat ramah li ngkungan karena kadar belerang  kurang dari 15 ppm) dan

yang kedua adalah biodiesel dapat meningkatkan daya pelumasan.

Viskositas biodiesel lebih tinggi di bandingkan viskositas  solar, sehingga

biodiesel mempunyai daya pelumasan yang lebi h baik daripada solar. Oleh karena

mampu melumasi mesin dan sistem bahan bakar, maka dapat menurunkan keausan piston

sehingga mesin yang menggunakan bahan bakar bi odiesel menjadi lebih awet. Selain itu

biodiesel sudah mengandung oksigen dalam seny awanya, sehingga pembakaran di dalam

mesin nyaris sempurna dan hanya membutuhkan nisbah udara/bahan bakar rendah.

Dengan demikian emisi senyawa karbon non-CO2

dalam gas buang kendaraan sangat

kecil dan penggunaan bahan bakar lebih efisien

Untuk membuat biodiesel dari minyak jelantah diperlukan peralatan yang

didesain khusus. Di dalam proses tersebut menggunakan bahan-bahan yang sifatnya

korosif, berbahaya apabila terhirup atau apabila mengenai kulit dapat menyebabkan

iritasi. Selain itu diperlukan pemanasan, se hingga peralatan yang digunakan juga harus

tahan panas. Peralatan untuk membuat biodiesel umumnya dibuat dari bahan stainless

steel. Berikut ini diuraikan cara pem buatan biodiesel dari minyak jelantah.

 

Bahan yang digunakan adalah sebagai berikut:

Bahan baku:

1.   Minyak jelantah. Sebelum proses esterifikasi maka minyak jelantah dimurnikan

terlebih dahulu menggunakan arang aktif.

2.   Methanol (CH3 OH)/Ethanol (CH3

COOH) kemurnian 99%. Bahan ini dapat diperoleh

di toko bahan kimia. Jauhkan dari api karena sifatnya yang mudah terbakar. Bahan ini

mudah menguap, dan berbahaya apabila terhirup.

3.   KOH/NaOH. Bahan ini berupa kristal putih, yang dapat diperoleh di toko bahan

kimia. Larutannya apabila mengenai kulit dapat menyebabkan iritasi. Apabila akan

digunakan dikeringkan dulu, misalnya mengg unakan oven, oleh karena sifatnya

mudah menyerap air.

 

Bahan untuk titrasi/ pencuci:

1.   Isopropyl alkohol kemurnian 99%. Bahan ini dapat diperoleh di toko bahan kimia.

Jauhkan dari api karena sifatnya yang m udah terbakar. Bahan ini mudah menguap,

sehingga wadahnya harus ditutup rapat-rapat.

2.   Air suling/aquades atau air bebas ion. Merupakan air murni hasil proses

penyulingan, atau dihilangkan kandungan ion-ionnya. Air ini juga bisa diperoleh di

toko bahan kimia. Air ini sekaligus untuk bahan pencuci.

3.   Larutan Phenolphthalein (PP). Merupakan laru tan tidak berwarna  yang dapat berubah

warnanya menjadi merah muda pada pH  tertentu. Phenolphthalein dalam bentuk

kristal putih dapat diperoleh di toko bahan kimia. Larutan PP dibuat untuk segera

digunakan, apabila disimpan dalam bentuk larutan tidak boleh lebih dari 1 tahun.

Untuk menghindari kerusakan, penyimpana n sedapat mungkin menghindari cahaya,

dimasukkan di dalam botol berwarna gelap/hitam.

 

 

 

Langkah-langkah dalam proses pembuatan biodiesel adalah se bagai berikut:

A. Proses pemurnian minyak jelantah

1.   Pembuatan arang aktif:

•   Arang batok kelapa ditumbuk, dan di saring menggunakan saringan kelapa

•   Buat larutan kapur   % dengan memasukkan    g kapur ke dalam aquadest

•   Arang dimasukkan ke dalam larutan kapur dan dipanaskan sampai    menit

•   Arang disaring dan dikeringkan menggunakan oven/sinar matahari

2.   Minyak jelantah disaring untuk memisahkan dengan kotoran padat. Untuk

memudahkan penyaringan, minyak dipanaskan sampai suhu 35

o

C.

3.   Minyak jelantah hasil penyaringan dicampur dengan arang aktif, diaduk-aduk dan

disaring

4.   Minyak jelantah dinetralkan dengan memberi larutan NaOH % sebanyak     ml

kemudian diaduk. Setelah terbentuk endapan kemudian disaring

 

B. Proses transesterifikasi

 

1. Minyak jelantah hasil pemurnian kemudian dipanaskan sampai suhu 100oC untuk

menghilangkan kandungan airnya. Gunakan alat pengaduk untuk memudahkan

penghilangan uap air. Se telah air yang mendidih dalam minyak mulai hilang,

selanjutnya panaskan sampai suhu 130oC selama 10 menit, dan dinginkan.

2. Titrasi untuk menentukan banyaknya katalis (KOH/NaOH) yang diperlukan, dengan

cara:

a)   Siapkan alat titrasi terdiri buret dan gelas piala kecil

b)   Siapkan larutan 1 gram KOH/NaOH ke da lam 1 liter air suling (larutan 0,1 % KOH/NaOH)

c)   Larutkan 1 ml minyak jelantah ke da lam 10 ml isopropil alkohol, dipanaskan sambil diaduk sampai campuran jernih

d)   Tambahkan 2 tetes larutan PP.

e)   Isi buret dengan larutan KOH 0,1 %, tete skan larutan tersebut tetes demi  tetes ke dalam larutan minyak jelantah-alkohol-PP, sambil diaduk sampai  larutan berwarna merah muda selama 10 detik

f)   Lihat pada buret, volume (ml) larutan 0,1 % KOH yang digunakan, dan tambahkan 5 maka ketemu jumlah gr am KOH yang diperlukan per liter minyak.

4.   Penyiapan kalium/natrium metoksida (K+/ Na+CH3 O-), dengan cara sebagai berikut:

a)   Siapkan metanol, umumnya kebutuhannya adalah 20 % dari volume minyak jarak. Apabila ada 100 liter minyak jarak maka dibutuhkan 20 liter metanol.

b)   KOH/NaOH yang telah ditentukan jumlahnya, dimasukkan ke dalam  methanol/ethanol, dicampur rata sampai terlarut sempurna, dan terbentuk kalium/natrium metoksida.

c)   Hati-hati dengan kalium/natrium metoksida, gunakan masker, jangan hirup uapnya, dan apabila mengenai kulit menyebabkan kulit terbakar tanpa terasa karena menyebabkan matirasa. Kalium metoksida, juga sangat korosif. KOH dapat bereaksi dengan alumunium, tin  dan seng, jadi gunakan wadah dari gelas tahan panas, enamel atau yang terbaik adalah dari stainless steel.

5.   Pemanasan minyak jelantah dan pencampur an dengan kalium/natrium metoksida, dilakukan dengan cara sebagai berikut:

a)   Minyak jelantah dipanaskan sampai 48-54oC.

b)   Siapkan alat pengaduk dan diatur pada kecepatan penuh.

c)   Sambil diaduk, tambahkan kalium/natrium metoksida, dan diaduk terus antara 50-60 menit.

d)   Proses trans-esterifikasi akan menghasilkan metil ester (m inyak biodiesel) dan hasil samping gliserin

6.   Pendiaman dan pemisahan metil ester (minyak biodiesel) dengan gliserin.

Cara pemisahannya adalah:

a)   Proses dibiarkan sampai sempurna sedikitnya 8 jam dan suhu dipertahankan pada 38oC.

b)   Biodiesel akan berada di bagian atas , dan gliserin ada di bagian bawah berwarna coklat gelap. Gliserin  merupakan cairan kental yang dapat memadat dibawah suhu 38oC.

c)   Alirkan gliserin dengan hati-hati dari bagian bawah reaktor, sehingga   biodiesel dapat dipisahkan kemudi an ditempatkan di wadah lain.

d)   Apabila gliserin memadat maka dapat dipanaskan kembali agar mencair.

e)   Gliserin masih bercampur dengan  sisa reaktan dan alkohol, maka dinetralisasi menggunakan asam mine ral dan dipanaskan pada suhu 66oC untuk mengambil kembali alkohol, sehingga  diperoleh gliserin kemurnian tinggi.

7.   Hasil biodiesel sering tercampur dengan sabun. Biodiesel dicuci menggunakan air suling untuk menghilangkan sabun dan sisa-sisa bahan lain. Proses pencuciannya adalah sebagai berikut:

a)   Pada pencucian pertama, biodiesel d itambah sedikit larutan asam asetat, kemudian diaduk agar te rjadi netralisasi.

b)   Tuangkan air suling dalam wadah, kemudi an dituangi biodiesel yang akan dicuci, kemudian diaduk.

c)   Setelah didiamkan antara 12-24 jam, minyak biodiesel akan terpisah dengan air pencuci.

d)   Minyak yang telah bersih dialirkan untuk memisahkan dengan air yang mengandung sabun.

e)   Proses pencucian ini diulang 2-3 kali, tanpa penambahan asam. Pada pencucian ketiga, biodiesel hasil pencucian dipanaskan untuk menghilangkan air yang masih terikut.  pH biodiesel hasil pencucian mempunyai pH 7 (netral).

8.   Pengecekan kualitas biodiesel. Biodiesel yang akan digunakan untuk bahan bakar mesin diesel seperti pada mobil, memerlukan kualitas biodiesel yang tinggi.

 

 

 

2.6 PROSES PEMBUATAN BIODIESEL DARI JARAK PAGAR

 

Secara umum istilah biofuel bisa diartikan bahan bakar dari nabati, pengembangan yang paling memungkinkan untuk substitusi atau pengganti energi adalah biodiesel (dari minyak Jarak dan Kelapa Sawit) sebagai pengganti solar dan bioethanol (dari Singkong) sebagai pengganti bensin.

 

Cara Membuat Biodisel dari Tanaman Buah Jarak (Jathropa curcas)

 

Tanaman jarak pagar (Jatropha curcas L) yang merupakan tanaman semak keluarga Euphorbiaceae. Dalam waktu lima bulan tumbuhan yang tahan kekeringan ini mulai berbuah, produktif penuh saat berumur lima tahun, dan usia produktifnya mencapai 50 tahun. Banyak di jumpai di Indonesia sebagai tanaman pagar.

 

Buahnya tidak bisa dikonsumsi karena bisa menyebabkan keracunan. Masyarakat di daerah pedesaan sering memanfaatkan tanaman ini untuk mengobati susah buang air besar pada anak dibawah lima tahun (balita) atau menghilangkan sakit gigi dengan meneteskan getah pohon jarak ke gigi yang berlubang.

 

Dari hasil penelitian yang dilakukan Dr.Ir.Robert Manurung MEng, pengajar di Jurusan Kimia Industri Institut Teknologi Bandung (ITB), bersama timnya (Eiichi Nagayama dan Masanori Kobayashi dari New Energy and Industrial Technology Development Organization (NEDO- Jepang):

 

“Minyak jarak bisa menggantikan minyak diesel untuk menggerakkan generator pembangkit listrik. Karena pohon jarak bisa ditanam dihampir semua wilayah di Indonesia, maka minyak jarak sangat membantu membangkitkan energi listrik daerah terpencil dan minyak ini bisa diproduksi sendiri oleh komunitas yang membutuhkan listrik,”

 

Menurut Manurung, proses pembuatan minyak jarak juga tidak terlalu rumit dan bisa dilakukanoleh siapa saja dengan peralatan seadanya, caranya:

 

*Kukus buah jarak selama satu jam.

*Lalu, daging dihancurkan dengan mesin blender.

*Setelah itu, daging buah dan biji yang sudah dihancurkan dimasukkan ke dalam mesin tempa minyak.

*Dengan penekanan dongkrak hidrolik, ampas diperas hingga menghasilkan minyak.

Setiap 10 kilogram biji jarak yang sudah dihancurkan akan menghasilkan 3,5 liter minyak jaraksebagai pengganti solar. Minyak ini berwujud seperti minyak goreng, yaitu kental, licin, dan baunya tidak mencolok.

 

 

 

 

 

5 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CAPTCHA Image

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>