browser icon
You are using an insecure version of your web browser. Please update your browser!
Using an outdated browser makes your computer unsafe. For a safer, faster, more enjoyable user experience, please update your browser today or try a newer browser.

Tugas PPT Pemuliaan Tanaman 3

Posted by on May 22, 2012

                        TUGAS 3

PROGRAM STUDI AGROEKOTEKNOLOGI

               FAKULTAS PERTANIAN

            UNIVERSITAS BRAWIJAYA

                          MALANG

                              2011

 

TUGAS 1

SOAL

  1. 1.      CARILAH 10 TANAMAN YANG MENYERBUK SENDIRI
  2. 2.      CARILAH TUJUAN PEMULIAAN TANAMAN PADA TANAMAN YANG MENYERBUK SENDIRI (MIN 5 TANAMAN)

JAWABAN

  1. 1.      10 tanaman yang menyerbuk sendiri yaitu :
    1. a.      Kacang tanah
    2. b.     Gandum
    3. c.      Kedelai
    4. d.     Kapas
    5. e.      Tomat
    6. f.        Terong
    7. g.      Kakao
    8. h.      Jeruk
    9. i.        Padi
    10. j.        Kentang

 

 

 

  1. 2.      Tujuan pemuliaan tanaman pada tanaman menyerbuk sendiri
    1. a.      Kacang tanah

Tujuannya yaitu untuk mendapatkan  genotip kacang tanah (Arachis hypogaea) dengan  varietas yang tahan terhadap penyakit bercak daun yaitu melalui persilangan interspesifik serta penyaringan plasma nutfah.

  1. b.     Kakao

Tujuannya yaitu mempercepat perakitan kultivar unggul kakao  (Theobroma cacao L.) dengan varietas yang tahan terhadap penyakit busuk buah (Phytophthora palmivora butl.)

  1. c.      Kapas

Tujuannya yaitu untuk memperbaiki toleransi pada tanaman kapas dengan varietas yang tahan terhadap serangga utama kapas

  1. d.     Padi

Tujuannya yaitu Persilangan padi local dengan padi unggul diharapkan bisa mendapatkan varietas yang sama yaitu padi lokal yang sempurna yang mempunyai kelebihan dari padi local dan padi unggul. Padi local memiliki kelebihan yaitu kecenderungan bisa beradaptasi dengan baik dilingkungannya, tahan terhadap hama dan penyakit, bermalai panjang, berbatang kokoh,dan daunnya berwarna hijau. Padi lokal yang sempurna dapat menutupi kekurangan dari padi local seperti tanaman pendek,genjah,ukuran biji yang besar dan terlalu beradaptasi dengan luas.

  1. e.      Kedelai

Tujuannya yaitu dengan persilangan antara kedelai local dengan kedelai unggul yaitu untuk meningkatkan potensi hasil tanaman secara genetik,memperpendek umur tanaman,memperbaiki toleransi terhadap ancaman dari lingkunangan fisik.

 

 

 

 

 

TUGAS 2

SOAL

  1. 1.      Pada sepasang alel heterozigot Aa, berapa proporsi tanaman homozigot AA setelah 1,2,3,4,5,6 generasi selfing ?
  2. 2.      Pada 5 pasang alel heterozigot AaBbCcDdEe, berapa proporsi ke 5 pasang alel homozigot setelah 1,2,3,4,5,6 generasi selfing ?

JAWABAN

  1. 1.      Diket : Ada sepasang alel heterozigot Aa (n : 1, m : 6 )

Ditanya : Proporsi tanaman homozigot AA setelah generasi 1,2,3,4,5,6 selfing ?

Jawab :

Sepasang alel berarti ( n : 1 )

Generasi 1,2,3,4,5,6 ( m : 6 )

Rumus  { 1 – (1/2)m  } n 

{ 1 – (1/2)m  } n = { 1 – (1/2) 6 } 1 =  { 1-(0,015625) }1 = { 0, 984375 }1 = 0,98 %

  1. 2.      Diket : ada 5 pasang alel heterozigot Aa ( n : 5 , m : 6 )

Ditanya ; proporsi tanaman homozigot setelah generasi 1,2,3,4,5,6 selfing ?

Jawab :

5 pasang alel  berarti ( n : 5 )

Generasi 1,2,3,4,5,6 ( m : 6 )

Rumus  { 1 – (1/2)m  } n 

{ 1 – (1/2)m  } n = { 1 – (1/2) 6 } =  { 1-(0,015625) }5 = { 0, 984375 }5 = 0,90 %

 

                  TUGAS 3

                  SOAL

  1. 1.      Cari pusat keragaman  (origin of diversity, Vavilov) tanaman menyerbuk sendiri (10 tanaman)
  2. 2.      Daerah penyebaran di Indonesia (5 tanaman)

 

 

                   JAWABAN

  1. 1.      Pusat keragaman tanaman menyerbuk sendiri sebagai berikut :
    1. 1.      Kacang Tanah

Tanaman kacang tanah banyak ekali dijumpai di daerah amerika serikat tepatnya di Negara Brazilia karena disanalah tanaman kacang tanah pertama kali ditemukan.

  1. 2.      Tomat

Tanaman tomat banyak sekali ditemukan di amerika selatan dan amerika tengah hingga sampai Negara Meksiko dan Negara Peru karena disanalah tanaman tomat ini ditemukan.

  1. 3.      Terong

Tanaman terong berasal dari asia selatan tepatnya di daerah Negara India  dan Negara Sri langka

  1. 4.      Kedelai

Tanaman kedelai merupakan tanaman yang tua dan sejak 3500 tahun yang lalu ditemukan di asia timur serta banyak ditemukan di daerah Jepang dan sekitarnya.

  1. 5.      Jeruk

Tanaman jeruk berasal dari asia timur dan asia tenggara, di daerah Jepang dan sekitarnya pertama kali ditemukan dan telah menyebar luas ke seluruh asia tenggara hingga sampai pada Indonesia.

  1. 6.      Kentang

Tanaman kentang pertama kali ditemukan di daerah kawasan Amerika selatan tepatnya di Negara Brazilia.

  1. 7.      Lada

Tanaman lada pertama kali ditemukan didaerah Pulau Bangka Sumatera Selatan yaitu tepatnya didaerah Negara Indonesia sendiri sebagai pusat penghasil rempah – rempah dan lada.

  1. 8.      Tembakau

Tembakau pertama kali banyak di jumpai di kawasan Benua Eropa.

 

  1. 9.      Kakao

Tanaman kakao pertama kali ditemukan didaerah Amerika Selatan  yang merupakan tanaman berwujud pohon.

10. Kapas

Ada beberapa jenis kapas yang asalnya dari beberapa daerah di dunia sebagai berikut :

  1. a.      G. hirsutum  asli dari Negara Meksiko,Amerika Tengah,Kep. Karibia dan Florida
  2. b.     G. barbadense asli dari Amerika Selatan Tropika
  3. c.      G. arboretum asli dari lembah sungai indus di India dan Pakistan
  4. d.     G. herbaceum asli dari wilayah Levantia ( hulur sungai Tigris)
  5. 2.      Daerah penyebaran di Indonesia ( min 5 tanaman )
    1. 1.      Tembakau

Di Indonesia banyak ditemukan tanaman tembakau tetapi kualitas tembakau yang terbaik ditemukan hanya ditemukan dibeberapa daerah tertentu saja seperti di Deli,Temanggung,Lombok,Besuki, Madura,Ponorogo dan Nusa Tenggara Timur.

  1. 2.      Terong

Di Indonesia tanaman terong hanya bisa ditemui didaerah Pulau Jawa saja.

  1. 3.      Kacang Tanah

Kacang tanah hamper bisa ditemukan di seluruh daerah di Indonesia  di Pulau Jawa,Sumatera,Sulawesi dan kini telah ditanam diseluruh daerah Di Indonesia.

  1. 4.      Kakao

Tanaman kakao Pusatnya di Daerah Ungaran, Jawa Tengah.

  1. 5.      Kedelai

Tanaman kedelai hamper ditemukan di seluruh asia seperti Korea,Jepang,China,Se Asia Tenggara khususnya Indonesia.

 

                     TUGAS 4

                     SOAL

  1. 1.      Cari lembaga-lembaga (dalam atau luar negeri) yang berhubungan dengan koleksi tanaman menyerbuk sendiri (10 tanaman)
  2. 2.      Bentuk koleksi

   JAWABAN

  1. 1.      Lembaga lembaga yang berhubungan dengan koleksi tanaman menyerbuk sendiri
    1. a.      IRRI (the International Rice Research Institute) berkedudukan di Los Banos , Filiphina. Lembaga ini mengoleksi dan mengkonservasi tanaman padi diperkirakan lebih dari 50.000 macam oryza sativa,O. galberrima,populasi dari tanaman liar taupun mutan.
    2. b.     PIS (Plant Introduction Station) berkedudukan di Beltsville Maryland, USA. Lembaga ini mengoleksi tanaman kacang tanah.
    3. c.      INTSOI (International Soybean Institute), berkedudukan di Urban, lilinois. Lembaga ini mengoleksi dan mengkonversi tanaman kedelai.
    4. d.     CIAT (Centro Internacional de Agricolas  Tropical – the International center of tropical agriculture ) berkedududkan di Cali, Columbia. Lembaga ini koleksi tanaman ketela pohon dan dry-bean (Phaseolus vulgaris ).
    5. e.      AVRDC (Asian Vegetable Research and Development Center) berkedudukan  di Shanghwa, Taiwan. Lembaga ini merupakan bank plasma nutfah untuk tanaman sayuran termasuk kedelai.
    6. f.        CIMMYT (Centro Internacional de Mejoramiento de Maize y Trigo- the international maize and wheat improvement center), berkedudukan di El Batan Meksiko. Lembaga ini mengoleksi dan mengkonservasi tanaman jagung  dan  gandum. Selain di CIMMYT, tanaman jagung juga terdapat di INIA (Instituto Nacional de Investigaciones Agricolas) di Mexico City.
    7. g.      ICISRAT (International  crops research institute for the semi-arid tropics), berkedudukan di Hyderabad India. Lembaga ini mempunyai koleksi tanaman kacang tanah, sorghum, dan pearl millet.
    8. h.      IITA (International Institute of Tropical Agriculture), berkedudukan di Ibadan, Nigeria. Lembaga ini mengoleksi dan mengkonservasi tanaman Hortikultura.
    9. i.        IPC (The  International Potato  Center), berkedudukan di Peru. Lembaga ini mengoleksi dan megkonservasi tanaman kentang.
    10. 2.      Bentuk bentuk koleksinya adalah :
      1. a.      Koleksi Tanaman, koleksi ini terbagi menjadi 2 kelompok yaitu koleksi kebun dan koleksi green house.
      2. b.     Koleksi Biji atau Bank Biji adalah tempat pengiriman dan penerimaan  biji baik dari hasil seed exchange maupun dari hasil kebun. Keberadaan biji dalam jumklah sedikit dan terbatas dengan mempertimbangkan pentingnya keberadaan tanaman tersebut.
      3. c.      Koleksi Herbarium. Herbarium adalah tempat penyimapanan contoh koleksi specimen tanaman/tumbuhan yang telah diawetkan dengan cara-cara khusus. Ada 2 jenis herbarium yaitu herbarium kering dan herbarium  basah. Herbarium yang baik selalu disertai identitas pengumpul (nama pengumpul atau kolektor dan nomor koleksi) serta dilengkapi keterangan lokasi asal material dan keterangan tumbuhan tersebut dari lapang.

 

 

 

 

 

TUGAS 5

SOAL

  1. 1.      Cari gambar morfologi bunga tanaman menyerbuk sendiri (5 tanaman)
    1. a.      Saat   anthesis   (pecahnya   kepala   sari)   dan   masaknya   polen  dari setiap tanaman (5 tanaman)
    2. b.     Receptivitas kepala putik dari setiap tanaman (5 tanaman)

                       2.  kompatibilitas polen-stigma

                       3. teknik hibridisasi  (pilih 1 tanaman )

JAWABAN

1. Gambar Morfologi bunga tanaman menyerbuk sendiri

                          A.  Tanaman Padi

1. Anthesis (pecahnya kepala sari) dan masaknya polen.

 

 

 

 

  1. 2.     Receptivitas kepala putik

 

 

 

 

B.  Tanaman Gandum

1. Anthesis (pecahnya kepala sari) dan masaknya polen.

 

  1. 3.     Receptivitas kepala putik

 

 

 

 

C. Tanaman Kakao

a. Anthesis (pecahnya kepala sari) dan masaknya polen.

 

 

 

 

  1. c.      Receptivitas kepala putik

 

 

 

 

D. Tanaman Kapas

a. Anthesis (pecahnya kepala sari) dan masaknya polen.

 

 

 

 

b. Receptivitas kepala putik

 

 

E.  Tanaman Kedelai

a. Anthesis (pecahnya kepala sari) dan masaknya polen.

 

 

 

 

b. Receptivitas kepala putik

 

 

 

 

2. Kompatibilitas   polen-stigma   adalah   bentuk   kesuburan   yang   disebabkan   oleh adanya   kemampuan   tanaman   yang   memiliki   pollen   dan   ovule   normal   dalam membentuk   benih.   Kompatibilitas   dapat   disebabkan   oleh   kemampuan   tabung pollen   dalam   menembus   kepala   putik   atau   tumbuh   normal   sepanjang   tangkai putik.   Kompatibilitas   akan   menghalangi   terjadinya   peryerbukan   silang   dan mendorong terjadinya penyerbukan sendiri.

3. Teknik Hibridisasi pada tanaman kacang tanah

Pada   garis   besarnya   persilangan   mencakup   kegiatan   (1)   persiapan,   (2) kastrasi,   (3)   emaskulasi,   (4)   Isolasi,   (5)   pengumpulan   serbuk   sari,   (6) penyerbukan dan (7) pelabelan.

1) Persiapan

Sebagai persiapan untuk melakukan kastrasi dan penyerbukan silang perlu disediakan alat-alat antara lain : pisau kecil yang tajam, gunting kecil, pinset   dengan   ujung   yang   runcing,   jarum   yang   panjang   dan   lurus,   alkohol (75-85%) atau spiritus dalam botol kecil untuk mensterilkan alat-alat tersebut, wadah untuk tempat benang sari, sikat kecil untuk mengeluarkan serbuk sari dari benang sari, kuas untuk meletakkan serbuk sari di atas kepala putik dan kaca pembesar untuk memeriksa kebersihan kepala putik.Untuk   membungkus   bunga   sebelum   dan   sesudah   dilakukan penyerbukan dapat dipakai kantong dari kain, kelambu, kantong plastik yang  telah   diberi   lubang-lubang   kecil   untuk   pernafasan   (peredaran   udara)   atau isolatif, sesuai dengan ukuran bunga. Selain itu perlu disediakan label dari kertas yang tebal dan kedap air. Label-label   tersebut   diberi   nomor   urut   menggunakan   pinsil   atau   bolpoint yang   tintanya  tidak   luntur   karena  air.  Untuk  keperluan  penyerbukan  silang antara jenis-jenis tertentu sebaiknya kertas label mempunyai warna tertentu, misalnya untuk persilangan A X B warna labelnya merah, untuk A X C warna labelnya putih, untuk D X B warnanya hijau dan seterusnya dengan warna lain.

 

2) Kastrasi

Kastrasi adalah kegiatan membersihkan bagian tanaman yang ada di sekitar bunga yang akan diemaskulasi dari kotoran, serangga, kuncup-kuncup bunga   yang   tidak   dipakai   serta   organ   tanaman   lain   yang   mengganggu kegiatan   persilangan.   Membuang   mahkota   dan   kelopak   juga   termasuk kegiatan   kastrasi.   Kastrasi   umumnya   menggunakan   gunting,   pisau   atau pinset.

3) Emaskulasi

Emaskulasi   adalah   kegiatan   membuang   alat   kelamin   jantan   (stamen)   pada tetua betina, sebelum bunga mekar atau sebelum terjadi penyerbukan sendiri. Emaskulasi terutama dilakukan pada tanaman berumah satu yang hermaprodit dan fertil. Cara emaskulasi tergantung pada morfologi bunganya. Beberapa metode emaskulasi yang umum digunakan adalah :

1. Metode Kliping atau Pinset

Adapun   cara   melakukan   emaskulasi   menggunakan   metode   ini   adalah sebagai berikut :

a. Setelah   dipilih   bunga   yang   akan   digunakan   sebagai   betina,   bagian   ujung   kuncup bunga dipotong dengan pisau silet atau gunting, sehingga kepala putiknya kelihatan jelas   dari   atas.   Pekerjaan   ini   harus   dilakukan   dengan   hati-hati   jangan   sampai putiknya turut terpotong atau rusak.

b. Mahkota   dari   kuncup   bunga   dibuka   perlahan-lahan   satu   per   satu   dengan menggunakan   pinset   sampai   semua   benang   sari   terlihat   jelas   dari   luar.   Bila   perlu semua mahkota dibuang.

c. Benang sari dapat dibuang satu per satu sampai habis dengan sebuah pinset.

d. Baik pinset, maupun gunting kecil dan alat lain yang dipakai untuk emaskulasi bunga harus   steril.   Setiap   kali   hendak   di   pakai,   alat   tersebut   perlu   dicelupkan   ke   dalam spiritus atau alkohol 75-85% dan kemudian dilap sampai kering dan bersih.

e. Setelah   melakukan   emaskulasi,   pada   tangkai   bunga   segera   digantungkan   sebuah label yang telah diberi nomor.

2. Metode Pompa Isap (Sucking Method)

Teknik ini mudah dilakukan pada padi. Pada tahap awal metode ini relatif mahal,   karena   diperlukan   biaya   untuk   pengadaan   alat.   Keuntungan menggunakan   metode   ono   adalah   kemungkinan   rusaknya   kepala   putik (stigma) dan pecahnya anter dan penyerbukan sendiri sangat kecil. Teknik pengerjaannya adalah ujung bunga dibuka dengan gunting, kemudian anter dihisap keluar dengan alat pompa hisap.

3. Metode Pencelupan dengan Air Panas, Air Dingin atau Alkohol Untuk   tanaman   yang   bunganya   kecil-kecil,   seperti   sorghum,   rumput-rumputan   dan   pakan,   pembuangan   stamen   dengan   menggunakan   pinset atau  gunting   sangat  sulit.   Cara  emaskulasi   untuk  jenis  bunga   ini  adalah dengan   mencelupkan   bunga   ke   dalam   air   hangat   yang   mempunyai temperatur tertentu, biasanya antara 43-53 0C selama 1-10 menit. Cara ini mahal dan tidak praktis. Hal yang sama bisa dilakukan pada air dingin atau alkohol.

4. Metode Kimia

Beberapa bahan kimia dapat mendorong terbentuknya mandul jantan (male sterile)   pada   tanaman.   Bahan   kimia   tersebut   diantaranya   adalah   GA3, sodium dichloroasetat, ethrel,GA4/7,  2,4  D,  NAA.  Caranya  bahan   tersebut   disemprotkan   pada  bunga yang sedang kuncup dengan konsentrasi tertentu.

5. Metode Jantan Mandul

Pada beberapa tanaman menyerbuk sendiri seperti barley, sorghum, atau padi pelaksanaan emaskulasinya sukar, maka bisa memanfaatkan tanaman mandul   jantan   yaitu   yang   anternya   steril   dan   tidak   menghasilkan   polen yang   viabel.   Sifat   mandul   jantan   ini   bisa   dikendalikan   secara   genetik maupun sitoplasmik.

4) Isolasi

Isolasi  dilakukan  agar  bunga yang  telah  diemaskulasi tidak terserbuki oleh serbuk sari asing. Dengan demikian baik bunga jantan maupun betina harus dikerudungi dengan kantung. Kantung bisa terbuat dari kertas tahan air, kain, plastik,   selotipe   dan   lain-lain.   Ukuran   kantung   disesuaikan   dengan   ukuran bunga tanaman yang bersangkutan.Kantong tersebut harus memenuhi syarat-syarat berikut :

1. Kuat dan tahan hujan lebat dan panas terik matahari.

2. Tidak mengganggu pernafasan bunga yang dibungkus

3. Bila terkena air hujan dapat lekas kering, airnya dapat lekas menguap

4. Bahan yang dipakai untuk kantong tidak enak rasanya, agar tidak  dimakan oleh serangga atau binatang-binatang lainnya.

5. Kantongnya cukup besar, sehingga bila ada hujan turun, bunganya tidak akan   menempel   pada   kantong.   Kantong   tersebut   dapat   berbentuk   silinder, yang   diperkuat   dengan   kerangka   dari   kawat   atau   bambu.   Bila   bunga   yang dibungkus itu kecil, cukuplah bunga itu ditutup dengan sebuah tudung plastik berukuran kecil.

                     

                       5) Pengumpulan Serbuk Sari

Pengumpulan serbuk sari dari pohon tetua jantan dapat dimulai beberapa jam sebelum kuncup-kuncup bunga itu mekar. Bila letak pohon tetua betina jauh dari pohon tetua jantan, maka pengangkutan kuncup-kuncup bunga dari tetua jantan ke tetua betina akan memakan waktu yang lama. Agar kuncup bunga itu tidak lekas layu dan tahan lama dalam keadaan segar, hendaknya kuncup bunga itu dipetik dan diangkut pada pagi hari sebelum matahari terbit atau pada sore hari setelah matahari terbenam. Serbuk   sari   adalah   mahluk   hidup,   yang   mempunyai   umur   terbatas   dan kemudian mati. Mutu serbuk sari dapat dipengaruhi oleh banyak faktor antara lain :

1. Kelembaban udara, pada kelembaban udara relatif yang tinggi serbuk sari tidak tahan disimpan lama. Penyimpanan serbuk sari di tempat lembab akan berakibat   buruk,   karena   berpeluang   berjangkit   cendawan   dan   bakteri   yang dapat menyebabkan serbuk sari lekas mati.

2.   Umur   serbuk   sari,   makin   tua   umur   serbuk   sari,   makin   lamban   akan perkecambahannya dan tabung sari yang terbentuk akan lebih pendek. Selain itu persentase butir-butir serbuk sari yang hidup akan terus menurun sampai pada suatu saat tidak ada serbuk sari lagi yang dapat berkecambah.

3.   Suhu   udara,   pada   tempat   yang   udaranya   kering   dan   pada   suhu   rendah, serbuk sari dapat disimpan sampai beberapa minggu dalam keadaan tertutup. Di laboratorium, serbuk sari biasanya disimpan pada suhu antara 2-8 0C dan pada   kelembaban   udara   antara   10%   sampai   50%.   Penyimpanannya   dapat dilakukan   dengan   cara   sebagai   berikut:   terlebih   dahulu   serbuk   sarinya dimasukkan ke dalam tabung gelas. Kemudian tabungnya diletakkan dalam exsicator   (desiccator)   yang   telah   diisi   dengan   CaCl2  atau   dengan   larutan H2SO4 pada konsentrasi tertentu, misalnya antara 10-70%. Maksudnya agar dapat menyerap uap air dari udara cukup banyak. Untuk menyimpan serbuk sari   bunga   karet   dari   jenis   No.   PR   107   biasanya   dipakai   konsentrasi   27% H2SO4 dan untuk serbuk sari dari jenis karet No. AV 157 dipakai konsentrasi 35% H2SO4.

                     

 

                       6) Penyerbukan

Penyerbukan   buatan   dilakukan   antara   tanaman   yang   berbeda   genetiknya. Pelaksanaannya terdiri dari pengumpulan polen (serbuk sari) yang viabel atau anter   dari   tanaman   tetua   jantan   yang   sehat,   kemudian   menyerbukannya   ke stigma   tetua   betina   yang   telah   dilakukan   emaskulasi.   Cara   melakukan

penyerbukan :

1.Menggunakan   kuas,   pinset,   tusuk   gigi   yang   steril,   yaitu   dengan mencelupkan alat-alat tersebut ke alkohol pekat, biarkan kering kemudian celupkan ke polen dan oleskan ke stigma.

2.Mengguncangkan bunga jantan di atas bunga betina, sehingga polen jantan jatuh   ke   stigma   bunga   tetua   betina   yang   telah   diemaskulasi.   Cara   ini biasanya digunakan untuk persilangan padi dan jagung.

7) Pelabelan

Ukuran   dan   bentuk   label   berbeda-beda.   Pada   dasarnya   label   terbuat   dari kertas keras tahan air, atau plastik. Pada label antara lain tertulis informasi tentang:   (1)   Nomor   yang   berhubungan   dengan   lapangan,   (2)   Waktu emaskulasi,   (3)   waktu   penyerbukan,   (4)   Nama   tetua   jantan   dan   betina,   (5) Kode pemulia/penyilang.

TUGAS 6

SOAL

  1. 1.      Apa persamaaan antara metode seleksi Bulk dan Pedigree ?
  2. 2.      Apa perbedaan antara metode seleksi Bulk dan Pedigree ?

JAWABAN

  1. 1.      Persamaaan metode seleksi bulk dengan pedigree yaitu metode seleksi pedigree dan bulk adalah sama – sama melakukan  hibridisasi.
  2. 2.      Perbedaan antara seleksi pedigree dan bulk adalah pada tahapannya. Mulai dari penetapan tetua hingga uji multilokasi.