Posts by date 0:

TUGAS SOSIOLOGI PERTANIAN TENTANG KELOMPOK SOSIAL

Posted by Hadi Susilo on May 30, 2012 with 1 Comment

1. Kelompok Sosial

Pengertian : Kelompok sosial merupakan himpunan manusia yang hidup bersama dalam suatu perikatan sosial dan kultural

Sherif Musharif : Kelompok sosial adalah merupakan suatu kesatuan sosial yang terdiri atas dua kelompok atau individu yang telah mengadakan interaksi sosial dengan intensif, terdapat pembagian tugas, struktur dan norma norma tertentu yang khas bagi kesatuan sosial tersebut.

Jenis kelompok sosial

Charles H. Colley

A. Kelompok soial primer: ditandai adanya hubungan individual yang bersifat personal, mendalam dan intensif, tidak memperhitungkan masalah keuntungan finansial. Misalnya keluarga, paguyuban, RT dan sebagainya.

Apa peranan dan fungsi kelompok sosial primer?

Membentuk frame of personality

Mengembangkan kecakapan sosial dasar, kultural dan spiritual / religiusitas

Mentatalaksanakan kehidupan emosional, spiritual

Membentuk nilai nilai dasar human pilantropis.

B. Kelompok sosial sekunder

Pengertian : Himpunan manusia yang terangkum dalam suatu wadah formal berdasarkan kepentingan dan motivasi pribadi masing – masing individu

Kelompok sosial sekunder ini terbentuk karena adanya kesadaran dalam diri individu bahwa untuk mencapai suatu tujuan harus dikerjakan bersama orang lain

Peranan dan fungsi: Sebagai alat mencapai tujuan (bersama maupun individual), aktualisasi ide / gagasan, implementasi aktualisasi diri, hasrat sosial, kooperasi, kompetisi, dll

Out-Group dan In-group feeling

In group : suatu perasaan perikatan antara satu orang dengan orang lain dalam suatu kelompok sosial tertentu. Perasaan tersebut sangat kuat sehingga membentuk suatu perilaku – perilaku sosial tertentu seperti : Solidaritas, kesediaan berkorban, kerja sama, konformitas, obediance, dll.

Out group : Out-side feeling, seseorang merasa bukan bagian dari kehidupan kelompok. Out-group feeling selalu ditandai munculnya perilaku antogonistik dan antipati. Sehingga muncul gejala prejudiace, paranoid, etnocentristic, non koperatif, lalai, dan sebagainya.

2. Jelaskan Pengertiannya

  1. 1.      Paguyuban

Bentuk kehidupan bersama,di mana anggota-anggotanya oleh   hubungan batin yang murni dan bersifat alamiah serta kekal.
Ciri – ciri paguyuban, yaitu :

  1. Intim yaitu hubungan menyeluruh yang mesra.
  2. Privat, yaitu hubungan yang bersifat pribadi atau khusus untuk beberapa orang saja.
  3. Ekslusif, yaitu hubungan  tersebut hanyalah untuk anggota dan tidak untuk orang-orang lain di luar anggota.

Ada tiga tipe paguyuban  yaitu karena darah (keturunan), tempat tinggal    dan jiwa pikiran (ideologi). Contoh paguyuban dapat    kita   lihat dalam  suatu rukun warga (RW).

  1. 2.      Patembayan

Kelompok sosial yang memiliki ikatan lahir yang bersifat pokok untuk jangka waktu  yang pendek sementara.

  1. Impersonal, yaitu hubungan keanggotaan sebatas kepentingan.
  2. Kontraktual, yaitu ikatan antaranggota berdasarkan perjanjian semata.
  3. Realistis dan ketas, yaitu hubungan antaranggotanya tidak akrab dan mengutamakan untung rugi.

 

Contoh patembayan adalah ikatan pedagang kaki lima.

  1. 3.      Formal group

 

Kelompok formal ialah kelompok yang mempunyai struktur organisasi dan peraturan yang tegas dan dengan sengaja diciptakan oleh anggotanya untuk mengatur hubungan diantara para anggotanya. Pada kelompok ini ditandai dengan adanya peraturan dan Anggaran Dasar (AD) , Anggaran Rumah Tangga (ART) yang ada. Anggotanya diangkat oleh organisasi serta Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI).

 

 

  1. 4.      In-Formal group

Kelompok informal ialah kelompok yang tidak mempunyai struktur dan organisasi tertentu selain itu juaga merupakan suatu kelompok yang tumbuh dari proses interaksi, daya tarik, dan kebutuhan seseorang.Keanggotaan kelompok biasanya tidak teratur dan keanggotaanya biasanya ditentukan oleh daya tarik bersama dari individu dan kelompok.

 

Contohnya sekelompok pemuda sedang berkumpul bersama.

 

  1. 5.      Membership Group

Membership group merupakan kelompok di mana setiap orang secara fisik menjadi anggota kelompok tersebut.

  1. 6.      Reference Group

Kelompok sosial yang menjadi ukuran bagi seseorang (bukan anggota kelompok tersebut) untuk membentuk pribadi dari perikaluannya.

 

 

 

 

 

Laporan Biokimia Biofuel,Biodiesel,Biogas dan Bioetanol

Posted by Hadi Susilo on May 25, 2012 with 5 Comments

Laporan biodiesel

BAB 1

PENDAHULUAN

1.1   LATAR BELAKANG

Energi yang dihasilkan oleh biodiesel relatif tidak berbeda dengan petroleum diesel (128.000 BTU vs 130.000 BTU), sehingga engine torque dan tenaga kuda yang dihasilkan juga sama. Walaupun kandungan kalori biodiesel serupa dengan petroleum diesel, tetapi karena biodiesel mengandung oksigen, maka flash pointnya lebih tinggi sehingga tidak mudah terbakar. Biodiesel juga tidak menghasilkan uap yang membahayakan pada suhu kamar, maka biodiesel lebih aman daripada petroleum diesel dalam penyimpanan dan penggunaannya. Di samping itu, biodiesel tidak mengandung sulfur dan senyawa bensen yang karsinogenik, sehingga biodiesel merupakan bahan bakar yang lebih bersih dan lebih mudah ditangani dibandingkan dengan petroleum diesel.

Penggunaan biodiesel juga dapat mengurangi emisi karbon monoksida, hidrokarbon total, partikel, dan sulfur dioksida. Emisi nitrous oxide juga dapat dikurangi dengan penambahan konverter katalitik. Kelebihan lain dari segi lingkungan adalah tingkat toksisitasnya yang 10 kali lebih rendah dibandingkan dengan garam dapur dan tingkat biodegradabilitinya sama dengan glukosa, sehingga sangat cocok digunakan di perairan untuk bahan bakar kapal/motor. Biodiesel tidak menambah efek rumah kaca seperti halnya petroleum diesel karena karbon yang dihasilkan masih dalam siklus karbon.

Untuk penggunaan biodiesel pada dasarnya tidak perlu modifikasi pada mesin diesel, bahkan biodiesel mempunyai efek pembersihan terhadap tangki bahan bakar, injektor dan selang.

Kelangkaan yang disertai tingginya harga bahan bakar minyak secara global beberapa tahun terakhir membuat banyak negara di dunia meningkatkan upayanya untuk menggunakan biofuel sebagai bahan bakar alternatif. Salah satu dari biofuel yang paling banyak digunakan adalah etanol, zat ini diekstrak antara lain dari tebu dan singkong

Akan tetapi, apabila tebu atau singkong dijadikan bahan utama untuk ekstraksi etanol, dikhawatirkan akan mengakibatkan berkurangnya penyediaan bahan pangan. Hal ini tidak sesuai bagisebuah negara atau kawasan dimana bidang pangan masih kekurangan. Contohnya adalah dalam hal mengekstraksi tebu menjadi etanol di Indonesia, penggunaan untuk menghasilkan gula saja masih belum mencukupi, apalagi jika tebu juga diekstrak untuk membuat etanol (Delima, 2008).

Berdasarkan fakta-fakta yang terdapat di atas, muncul sebuah gagasan dalam memanfaatkan sampah organik yang berasal dari pasar sayur dan buah untuk diekstrak menjadi sumberenergi alternatif yaitu etanol. Konversi ini dilakukan melalui proses pemanasan yang kemudian difermentasikan dengan bakteri dipilih dengan studi literatur tentang efektifitas fermentasi etanol menggunakan bakteri. Sedangkan pengertian fermentasi sendiri adalah semua proses bioenergetik atau katabolisme yang menggunakan senyawa organik sebagai akseptor electron terakhirnya

Sampah organik digunakan sebagai bahan ekstraksi etanol karena di dalamnya banyak terdapat kandungan glukosa yang berasal dari hidrolisis karbohidrat sekaligus berbagai jenis bakteri yang bisa melakukan fermentasi terhadap sampah itu sendiri menjadi etanol dengan perlakuan tertentu. Dalam penelitian ini, tujuannya adalah untuk membuat etanol dari sampah organik Pasar Keputran Surabaya melalui proses pemanasan dan fermentasi oleh bakteri. Bakteri yang digunakan adalah Zymomonas mobilis setelah melalui tahapan studi literatur. Untuk mengetahui kadar etanol, digunakan metode AOAC yang menggunaan alatpiknometer sebagai pengukur kadar alkohol. Selain itu, bisa dilakukan tindakanoptional, yaitu destilasi untuk menaikkan kadar alkohol, apabila pH setelah fermentasi di atas pH optimum dari fermentasi oleh Zymomonas mobilis ini.

1.2   TUJUAN

  • Untuk mengeahui pengertian biofuel
  • Untuk mengetahui macam macam biofuel
  • Untuk mengetahui  perbedaan biodiesel,biogas dan bioethanol
  • Untuk mengetahui keuntungan dan kerugian menggunakan biodiesel
  • Untuk mengetahui proses pembuatan biodiesel

1.3   MANFAAT

  • Dapat memahami definisi biofuel dan macam macamnya
  • Dapat mengetahui bagaimana proses pembuatan biodiesel
  • Dapat mengaplikasikan kepada masyarakat umum

 

BAB 2

TINJAUAN PUSTAKA

2.1 DEFINISI BIOFUEL

Biofuel adalah bahan bakar atau sumber energi yang berasal dari bahan organik. Jadi, definisibiofuel mencakup bahan bakar yang dibuat dari tumbuhan maupun hewan. Biofuel mempunyai sifat dapat diperbaharui, artinya bahan bakar ini dapat dibuat oleh manusia dari bahan-bahan yang bisa ditumbuhkan atau dibiakkan (Arrasyi, 2008).

Bahan bakar hayati atau biofuel adalah setiap bahan bakar baik padatancairan ataupun gas yang dihasilkan dari bahan-bahan organik. Biofuel dapat dihasilkan secara langsung dari tanaman atau secara tidak langsung dari limbah industri, komersial, domestik atau pertanian. (Trihadiningrum, 1995).

Biofuel is a natural alternative from other fossil fuels and is attained from living or biological material that has just died. Basically biofuel is produced by using ethanol from naturally grown plant matter which allows for a more sustainable and environmentally friendly earth. Biofuel adalah alternatif alami dari bahan bakar fosil lain dan dicapai dari bahan biologis yang hidup atau baru saja meninggal. Pada dasarnya biofuel diproduksi dengan menggunakan etanol dari materi tanaman tumbuh secara alami yang memungkinkan untuk bumi yang lebih berkelanjutan dan ramah lingkungan. (Campbell 1999)

Biofuels are fuels that are derived from recently living organisms, such as corn or soybeans, or their byproducts, such as manure from cows.

Biofuel adalah bahan bakar yang berasal dari organisme hidup baru, seperti jagung ataukedelai, atau produk sampingan mereka, seperti pupuk dari sapi.  (Prihandanaet al., 2007).

A Biofuel is a type of fuel whose energy is derived from biological carbon fixation. Biofuels include fuels derived from biomass conversion, as well as solid biomass, liquid fuels and various biogases.

Biofuel adalah jenis bahan bakar yang energinya berasal dari fiksasi karbon biologis.Biofuel termasuk bahan bakar yang berasal dari konversi biomassa, serta biomassa padat, bahan bakar cair dan berbagai biogas. (SM Sitompul, 2005)

2.2 MACAM MACAM BIOFUEL dan PENGERTIANNYA

Macam-macam biofuel

1. BIOETANOL

Bioetanol adalah cairan berwarna jernih yang dibuat dengan cara merubah pati-patian menjadi gula, kemudian difermentasi menghasilkan bioetanol, didistilasi dan dehidrasi menghasilkan bahan bakar. Bioetanol adalah salah satu biofuel cair yang paling banyak dimanfaatkan saat ini. Bioetanol memiliki banyak manfaat salah satunya adalah dicampur dengan bensin sebagai agen oksigenasi sehingga pembakaran menjadi lebih bersih dengan emisi rendah.

2. BIOGAS

Biogas adalah gas yang mudah terbakar yang dihasilkan dari proses fermentasi bahan- bahan organik oleh bakteri anaerob (bakteri yang dapat hidup dalam lingkungan kedap udara).

Biogas dibuat melalui digesti anaerob atau fermentasi bahan organik dalam kondisi rendah oksigen. Gas dibakar untuk memproduksi panas, uap dan listrik, atau digunakan secara langsung seperti untuk kendaraan berbahan bakar biogas.

Melalui proses digesti anaerob mikroba memecah bahan baku kaya karbon menjadi gas yang mengandung kurang lebi 60% methane (CH4), 30% karbon dioksida (CO2), dan 10% nitrogen(N2). Kandungan metan di dalam biogas (kandungan kalor- 23NJ/Nm3) dapat dibakar untuk memproduksi panas dan tenaga.

3. BIODISEL

Biodisel adalah minyak bakar berwarna kuning yang diproduksi melalui proses reaksi kimia antara minyak nabati atau lemak hewan dan metanol untuk membentuk methyl ester. Biodisel dapat digunakan langsung untuk mesin diesel atau dicampur dengan minyak solar dengan berbagai konsentrasi (misal B5) untuk mengurangi emisi gas dan meningkatkan kemampuan mesin.

2.3 PERBEDAAN BIODIESEL,BIOGAS dan BIOETANOL

Perbedaan biodiesel, bioetanol dan biogas

Biodiesel dihasilkan dari minyak nabati, lemak hewani, ganggang atau bahkan minyak goreng bekas. Biodiesel dapat digunakan sebagai zat aditif diesel untuk mengurangi emisi gas buang. Atau juga dapat digunakan sepenuhnya sebagai bahan bakar kendaraan.

bioetanol : Bio-etanol biasanya diperoleh dari konversi bahan baku berbasis karbon. Hal ini dapat dibuat dari tanaman yang sangat umum seperti tebu, kentang, ubi kayu dan jagung. Bioethanol adalah ethanol yang dihasilkan dari proses fermentasi bahan-bahan karbohidrat oleh mikroorganisme (ragi) pada kondisi langka oksigen (anaerob).

Bioethanol dihasilkan dari tumbuh-tumbuhan dengan kandungan hidrokarbon tinggi.

Biogas adalah gas yang dihasilkan oleh aktifitas anaerobik atau fermentasi dari bahan –bahan organik termasuk diantaranya : kotoran manusia dan hewan, limbah domestik (rumah tangga), sampah biodegradable atau setiap limbah organik yang biodegradable dalam kondisi anaerobik. Kandungan utama dalam biogas adalah Metana dan Karbon Dioksida.

2.4 KEUNTUNGAN dan KERUGIAN PEMAKAIAN BIODIESEL

Keuntungan Pemakaian Biodiesel

1. Dihasilkan dari sumber daya energi terbarukan dan ketersediaan bahan bakunya terjamin

2. Cetane number tinggi (bilangan yang menunjukkan ukuran baik tidaknya kualitas solar berdasar sifat kecepatan bakar dalam ruang bakar mesin)

3. Viskositas tinggi sehingga mempunyai sifat pelumasan yang lebih baik daripada solar sehingga memperpanjang umur pakai mesin

4.  Dapat diproduksi secara lokal

5.  Mempunyai kandungan sulfur yang rendah

6.  Menurunkan tingkat opasiti asap

7.  Menurunkan emisi gas buang

8.  Pencampuran biodiesel dengan petroleum diesel dapat meningkatkan biodegradibility petroleum diesel sampai 500 %

Kekurangan Biodiesel

- Lebih mahal daripada bahan bakar diesel biasa.

- Cenderung mengurangi keekonomian bahan bakar.

- Kurang cocok untuk digunakan dalam suhu rendah.

- Tidak dapat dipindahkan/diangkut melalui pipa.

- Menghasilkan lebih banyak emisi nitrogen oksida (NOx)

- Hanya dapat digunakan untuk mesin bertenaga diesel.

- Menyebabkan tabung bahan bakar kendaraan tua menurun keawetannya (tambah korosi)

- Lebih banyak mengikat uap air, yang dapat menyebabkan masalah dalam cuaca dingin (misalnya: bahan bakar beku, deposit air di sistem penyaluran bahan bakar kendaraan, aliran bahan bakar dingin, pengkabutan, dan peningkatan korosi).

Kelebihan Bahan Bakar Bio Diesel

Sejauh ini, keuntungan terbesar didapatkan dengan penggunaan Bio Deisel adalah sifatnya yang bisa diperbaharui dan tidak beracun. Hal ini menjadikannya sebagai bahan bakar alternatif pembangkit listrik paling ramah yang tersedia saat ini. Dalam sebuah penelitian di Departemen Energi Amerika Serikat mengungkapkan bahwa penggunaan bahan bakar Bio Diesel dapat mengurangi emisi karbon dioksida disebabkan oleh pembakaran bahan bakar fosil sebesar 75 persen.

Manfaat lainnya, bahan bakar Bio Diesel ini tidak mengandung bahan kimia beracun, seperti belerang, yang bertanggung jawab atas terjadinya emisi berbahaya. Bahkan, jika digunakan setiap hari menggantikan bahan bakar fosil bahaya seperti hujan asam bisa dihilangkan selamanya.

Selain itu, Anda tidak perlu merubah atau memodifikasi mobil diesel yang dimiliki untuk menggunakan bahan bakar Bio Diesel. Bahan bakar ini dapat dengan mudah dioperasikan pada mesin diesel standar.

Kelemahan Bahan Bakar Bio Diesel

Kandungan energi bio diesel diketahui 11 persen lebih kecil dari bahan bakar diesel yang berbasis minyak bumi. Ini berarti kapasitas pembangkit listrik dari mesin yang Anda gunakan akan menurun jauh ketika menggunakan Bio Diesel.

Kelemahan kedua yang terdapat pada Bio Diesel adalah memiliki kualitas oksidasi yang buruk sehingga Bio Diesel dapat menyebabkan beberapa masalah masalah serius ketika disimpan. Bila disimpan untuk waktu yang lebih lama, Bio Diesel cenderung berubah menjadi gel (lihat minyak goreng yang disimpan di kulkas), yang dapat menyebabkan penyumbatan berbagai komponen mesin. Bio Diesel ini juga dapat mengakibatkan pertumbuhan mikroba, sehingga menyebabkan beberapa kerusakan pada mesin.

Selain itu dampak paling serius yang dihadapi dengan penggunaan Bio Diesel adalah kelangkaan pangan akibat dialihkannya tanaman yang biasa dikonsumsi untuk dijadikan bahan bakar. Tanaman seperti tebu, jagung, kelapa sawit dan beberapa jenis komoditas lainnya cenderung mengalami kenaikan harga yang cukup signifikan akibat dijadikan Bio diesel.

 

 

 

2.5 PROSES TRANSESTERIFIKASI DALAM PEMBUATAN BIODIESEL + GAMBAR

Proses Pembuatan Biodiesel (Proses Trans-Esterifikasi)

 

Biodiesel dapat digunakan untuk bahan bakar mesin diesel, yang biasanya

menggunakan minyak solar. seperti untuk pemb angkit listrik, mesin-mesin pabrik yang

menggunakan diesel, juga alat transportasi termasuk mobil yang bermesin diesel.

Biodiesel dapat sebagai pengganti 100%  minyak solar, maupun sebagai campuran

minyak solar tanpa modifikasi mesin. Campuran minyak solar dengan biodiesel diberi

kode B ( Blending). Sebagai contoh bahan bakar B5 adalah campuran yang terdiri 95%

volume minyak solar dengan 5 % volume biodiesel. Minyak solar dengan biodiesel dapat

dicampur dengan berbagai perbandingan.

Penerapan peraturan emisi kendaraan mendorong diturunkannya kadar belerang

dalam minyak solar. Penurunan kadar belerang dapat menurunkan emisi gas buang

kendaraan berupa gas SO x

dan SPM ( Solid Particulate Matters) yang mengotori udara.

Akan tetapi solar yang berkadar belerang rendah memiliki daya pelumasan rendah.

Sementara itu produksi solar Indonesia ma sih sangat tinggi kadar belerangnya (1500-4100 ppm)  Dengan demikian biodiesel sebagai campuran minyak solar mempunyai dua

keuntungan sekaligus. Pertama yaitu biodies el mempunyai kadar belerang yang jauh

lebih kecil (sangat ramah li ngkungan karena kadar belerang  kurang dari 15 ppm) dan

yang kedua adalah biodiesel dapat meningkatkan daya pelumasan.

Viskositas biodiesel lebih tinggi di bandingkan viskositas  solar, sehingga

biodiesel mempunyai daya pelumasan yang lebi h baik daripada solar. Oleh karena

mampu melumasi mesin dan sistem bahan bakar, maka dapat menurunkan keausan piston

sehingga mesin yang menggunakan bahan bakar bi odiesel menjadi lebih awet. Selain itu

biodiesel sudah mengandung oksigen dalam seny awanya, sehingga pembakaran di dalam

mesin nyaris sempurna dan hanya membutuhkan nisbah udara/bahan bakar rendah.

Dengan demikian emisi senyawa karbon non-CO2

dalam gas buang kendaraan sangat

kecil dan penggunaan bahan bakar lebih efisien

Untuk membuat biodiesel dari minyak jelantah diperlukan peralatan yang

didesain khusus. Di dalam proses tersebut menggunakan bahan-bahan yang sifatnya

korosif, berbahaya apabila terhirup atau apabila mengenai kulit dapat menyebabkan

iritasi. Selain itu diperlukan pemanasan, se hingga peralatan yang digunakan juga harus

tahan panas. Peralatan untuk membuat biodiesel umumnya dibuat dari bahan stainless

steel. Berikut ini diuraikan cara pem buatan biodiesel dari minyak jelantah.

 

Bahan yang digunakan adalah sebagai berikut:

Bahan baku:

1.   Minyak jelantah. Sebelum proses esterifikasi maka minyak jelantah dimurnikan

terlebih dahulu menggunakan arang aktif.

2.   Methanol (CH3 OH)/Ethanol (CH3

COOH) kemurnian 99%. Bahan ini dapat diperoleh

di toko bahan kimia. Jauhkan dari api karena sifatnya yang mudah terbakar. Bahan ini

mudah menguap, dan berbahaya apabila terhirup.

3.   KOH/NaOH. Bahan ini berupa kristal putih, yang dapat diperoleh di toko bahan

kimia. Larutannya apabila mengenai kulit dapat menyebabkan iritasi. Apabila akan

digunakan dikeringkan dulu, misalnya mengg unakan oven, oleh karena sifatnya

mudah menyerap air.

 

Bahan untuk titrasi/ pencuci:

1.   Isopropyl alkohol kemurnian 99%. Bahan ini dapat diperoleh di toko bahan kimia.

Jauhkan dari api karena sifatnya yang m udah terbakar. Bahan ini mudah menguap,

sehingga wadahnya harus ditutup rapat-rapat.

2.   Air suling/aquades atau air bebas ion. Merupakan air murni hasil proses

penyulingan, atau dihilangkan kandungan ion-ionnya. Air ini juga bisa diperoleh di

toko bahan kimia. Air ini sekaligus untuk bahan pencuci.

3.   Larutan Phenolphthalein (PP). Merupakan laru tan tidak berwarna  yang dapat berubah

warnanya menjadi merah muda pada pH  tertentu. Phenolphthalein dalam bentuk

kristal putih dapat diperoleh di toko bahan kimia. Larutan PP dibuat untuk segera

digunakan, apabila disimpan dalam bentuk larutan tidak boleh lebih dari 1 tahun.

Untuk menghindari kerusakan, penyimpana n sedapat mungkin menghindari cahaya,

dimasukkan di dalam botol berwarna gelap/hitam.

 

 

 

Langkah-langkah dalam proses pembuatan biodiesel adalah se bagai berikut:

A. Proses pemurnian minyak jelantah

1.   Pembuatan arang aktif:

•   Arang batok kelapa ditumbuk, dan di saring menggunakan saringan kelapa

•   Buat larutan kapur   % dengan memasukkan    g kapur ke dalam aquadest

•   Arang dimasukkan ke dalam larutan kapur dan dipanaskan sampai    menit

•   Arang disaring dan dikeringkan menggunakan oven/sinar matahari

2.   Minyak jelantah disaring untuk memisahkan dengan kotoran padat. Untuk

memudahkan penyaringan, minyak dipanaskan sampai suhu 35

o

C.

3.   Minyak jelantah hasil penyaringan dicampur dengan arang aktif, diaduk-aduk dan

disaring

4.   Minyak jelantah dinetralkan dengan memberi larutan NaOH % sebanyak     ml

kemudian diaduk. Setelah terbentuk endapan kemudian disaring

 

B. Proses transesterifikasi

 

1. Minyak jelantah hasil pemurnian kemudian dipanaskan sampai suhu 100oC untuk

menghilangkan kandungan airnya. Gunakan alat pengaduk untuk memudahkan

penghilangan uap air. Se telah air yang mendidih dalam minyak mulai hilang,

selanjutnya panaskan sampai suhu 130oC selama 10 menit, dan dinginkan.

2. Titrasi untuk menentukan banyaknya katalis (KOH/NaOH) yang diperlukan, dengan

cara:

a)   Siapkan alat titrasi terdiri buret dan gelas piala kecil

b)   Siapkan larutan 1 gram KOH/NaOH ke da lam 1 liter air suling (larutan 0,1 % KOH/NaOH)

c)   Larutkan 1 ml minyak jelantah ke da lam 10 ml isopropil alkohol, dipanaskan sambil diaduk sampai campuran jernih

d)   Tambahkan 2 tetes larutan PP.

e)   Isi buret dengan larutan KOH 0,1 %, tete skan larutan tersebut tetes demi  tetes ke dalam larutan minyak jelantah-alkohol-PP, sambil diaduk sampai  larutan berwarna merah muda selama 10 detik

f)   Lihat pada buret, volume (ml) larutan 0,1 % KOH yang digunakan, dan tambahkan 5 maka ketemu jumlah gr am KOH yang diperlukan per liter minyak.

4.   Penyiapan kalium/natrium metoksida (K+/ Na+CH3 O-), dengan cara sebagai berikut:

a)   Siapkan metanol, umumnya kebutuhannya adalah 20 % dari volume minyak jarak. Apabila ada 100 liter minyak jarak maka dibutuhkan 20 liter metanol.

b)   KOH/NaOH yang telah ditentukan jumlahnya, dimasukkan ke dalam  methanol/ethanol, dicampur rata sampai terlarut sempurna, dan terbentuk kalium/natrium metoksida.

c)   Hati-hati dengan kalium/natrium metoksida, gunakan masker, jangan hirup uapnya, dan apabila mengenai kulit menyebabkan kulit terbakar tanpa terasa karena menyebabkan matirasa. Kalium metoksida, juga sangat korosif. KOH dapat bereaksi dengan alumunium, tin  dan seng, jadi gunakan wadah dari gelas tahan panas, enamel atau yang terbaik adalah dari stainless steel.

5.   Pemanasan minyak jelantah dan pencampur an dengan kalium/natrium metoksida, dilakukan dengan cara sebagai berikut:

a)   Minyak jelantah dipanaskan sampai 48-54oC.

b)   Siapkan alat pengaduk dan diatur pada kecepatan penuh.

c)   Sambil diaduk, tambahkan kalium/natrium metoksida, dan diaduk terus antara 50-60 menit.

d)   Proses trans-esterifikasi akan menghasilkan metil ester (m inyak biodiesel) dan hasil samping gliserin

6.   Pendiaman dan pemisahan metil ester (minyak biodiesel) dengan gliserin.

Cara pemisahannya adalah:

a)   Proses dibiarkan sampai sempurna sedikitnya 8 jam dan suhu dipertahankan pada 38oC.

b)   Biodiesel akan berada di bagian atas , dan gliserin ada di bagian bawah berwarna coklat gelap. Gliserin  merupakan cairan kental yang dapat memadat dibawah suhu 38oC.

c)   Alirkan gliserin dengan hati-hati dari bagian bawah reaktor, sehingga   biodiesel dapat dipisahkan kemudi an ditempatkan di wadah lain.

d)   Apabila gliserin memadat maka dapat dipanaskan kembali agar mencair.

e)   Gliserin masih bercampur dengan  sisa reaktan dan alkohol, maka dinetralisasi menggunakan asam mine ral dan dipanaskan pada suhu 66oC untuk mengambil kembali alkohol, sehingga  diperoleh gliserin kemurnian tinggi.

7.   Hasil biodiesel sering tercampur dengan sabun. Biodiesel dicuci menggunakan air suling untuk menghilangkan sabun dan sisa-sisa bahan lain. Proses pencuciannya adalah sebagai berikut:

a)   Pada pencucian pertama, biodiesel d itambah sedikit larutan asam asetat, kemudian diaduk agar te rjadi netralisasi.

b)   Tuangkan air suling dalam wadah, kemudi an dituangi biodiesel yang akan dicuci, kemudian diaduk.

c)   Setelah didiamkan antara 12-24 jam, minyak biodiesel akan terpisah dengan air pencuci.

d)   Minyak yang telah bersih dialirkan untuk memisahkan dengan air yang mengandung sabun.

e)   Proses pencucian ini diulang 2-3 kali, tanpa penambahan asam. Pada pencucian ketiga, biodiesel hasil pencucian dipanaskan untuk menghilangkan air yang masih terikut.  pH biodiesel hasil pencucian mempunyai pH 7 (netral).

8.   Pengecekan kualitas biodiesel. Biodiesel yang akan digunakan untuk bahan bakar mesin diesel seperti pada mobil, memerlukan kualitas biodiesel yang tinggi.

 

 

 

2.6 PROSES PEMBUATAN BIODIESEL DARI JARAK PAGAR

 

Secara umum istilah biofuel bisa diartikan bahan bakar dari nabati, pengembangan yang paling memungkinkan untuk substitusi atau pengganti energi adalah biodiesel (dari minyak Jarak dan Kelapa Sawit) sebagai pengganti solar dan bioethanol (dari Singkong) sebagai pengganti bensin.

 

Cara Membuat Biodisel dari Tanaman Buah Jarak (Jathropa curcas)

 

Tanaman jarak pagar (Jatropha curcas L) yang merupakan tanaman semak keluarga Euphorbiaceae. Dalam waktu lima bulan tumbuhan yang tahan kekeringan ini mulai berbuah, produktif penuh saat berumur lima tahun, dan usia produktifnya mencapai 50 tahun. Banyak di jumpai di Indonesia sebagai tanaman pagar.

 

Buahnya tidak bisa dikonsumsi karena bisa menyebabkan keracunan. Masyarakat di daerah pedesaan sering memanfaatkan tanaman ini untuk mengobati susah buang air besar pada anak dibawah lima tahun (balita) atau menghilangkan sakit gigi dengan meneteskan getah pohon jarak ke gigi yang berlubang.

 

Dari hasil penelitian yang dilakukan Dr.Ir.Robert Manurung MEng, pengajar di Jurusan Kimia Industri Institut Teknologi Bandung (ITB), bersama timnya (Eiichi Nagayama dan Masanori Kobayashi dari New Energy and Industrial Technology Development Organization (NEDO- Jepang):

 

“Minyak jarak bisa menggantikan minyak diesel untuk menggerakkan generator pembangkit listrik. Karena pohon jarak bisa ditanam dihampir semua wilayah di Indonesia, maka minyak jarak sangat membantu membangkitkan energi listrik daerah terpencil dan minyak ini bisa diproduksi sendiri oleh komunitas yang membutuhkan listrik,”

 

Menurut Manurung, proses pembuatan minyak jarak juga tidak terlalu rumit dan bisa dilakukanoleh siapa saja dengan peralatan seadanya, caranya:

 

*Kukus buah jarak selama satu jam.

*Lalu, daging dihancurkan dengan mesin blender.

*Setelah itu, daging buah dan biji yang sudah dihancurkan dimasukkan ke dalam mesin tempa minyak.

*Dengan penekanan dongkrak hidrolik, ampas diperas hingga menghasilkan minyak.

Setiap 10 kilogram biji jarak yang sudah dihancurkan akan menghasilkan 3,5 liter minyak jaraksebagai pengganti solar. Minyak ini berwujud seperti minyak goreng, yaitu kental, licin, dan baunya tidak mencolok.

 

 

 

 

 

Tugas PPT Pemuliaan Tanaman 3

Posted by Hadi Susilo on May 22, 2012 with 4 Comments

                        TUGAS 3

PROGRAM STUDI AGROEKOTEKNOLOGI

               FAKULTAS PERTANIAN

            UNIVERSITAS BRAWIJAYA

                          MALANG

                              2011

 

TUGAS 1

SOAL

  1. 1.      CARILAH 10 TANAMAN YANG MENYERBUK SENDIRI
  2. 2.      CARILAH TUJUAN PEMULIAAN TANAMAN PADA TANAMAN YANG MENYERBUK SENDIRI (MIN 5 TANAMAN)

JAWABAN

  1. 1.      10 tanaman yang menyerbuk sendiri yaitu :
    1. a.      Kacang tanah
    2. b.     Gandum
    3. c.      Kedelai
    4. d.     Kapas
    5. e.      Tomat
    6. f.        Terong
    7. g.      Kakao
    8. h.      Jeruk
    9. i.        Padi
    10. j.        Kentang

 

 

 

  1. 2.      Tujuan pemuliaan tanaman pada tanaman menyerbuk sendiri
    1. a.      Kacang tanah

Tujuannya yaitu untuk mendapatkan  genotip kacang tanah (Arachis hypogaea) dengan  varietas yang tahan terhadap penyakit bercak daun yaitu melalui persilangan interspesifik serta penyaringan plasma nutfah.

  1. b.     Kakao

Tujuannya yaitu mempercepat perakitan kultivar unggul kakao  (Theobroma cacao L.) dengan varietas yang tahan terhadap penyakit busuk buah (Phytophthora palmivora butl.)

  1. c.      Kapas

Tujuannya yaitu untuk memperbaiki toleransi pada tanaman kapas dengan varietas yang tahan terhadap serangga utama kapas

  1. d.     Padi

Tujuannya yaitu Persilangan padi local dengan padi unggul diharapkan bisa mendapatkan varietas yang sama yaitu padi lokal yang sempurna yang mempunyai kelebihan dari padi local dan padi unggul. Padi local memiliki kelebihan yaitu kecenderungan bisa beradaptasi dengan baik dilingkungannya, tahan terhadap hama dan penyakit, bermalai panjang, berbatang kokoh,dan daunnya berwarna hijau. Padi lokal yang sempurna dapat menutupi kekurangan dari padi local seperti tanaman pendek,genjah,ukuran biji yang besar dan terlalu beradaptasi dengan luas.

  1. e.      Kedelai

Tujuannya yaitu dengan persilangan antara kedelai local dengan kedelai unggul yaitu untuk meningkatkan potensi hasil tanaman secara genetik,memperpendek umur tanaman,memperbaiki toleransi terhadap ancaman dari lingkunangan fisik.

 

 

 

 

 

TUGAS 2

SOAL

  1. 1.      Pada sepasang alel heterozigot Aa, berapa proporsi tanaman homozigot AA setelah 1,2,3,4,5,6 generasi selfing ?
  2. 2.      Pada 5 pasang alel heterozigot AaBbCcDdEe, berapa proporsi ke 5 pasang alel homozigot setelah 1,2,3,4,5,6 generasi selfing ?

JAWABAN

  1. 1.      Diket : Ada sepasang alel heterozigot Aa (n : 1, m : 6 )

Ditanya : Proporsi tanaman homozigot AA setelah generasi 1,2,3,4,5,6 selfing ?

Jawab :

Sepasang alel berarti ( n : 1 )

Generasi 1,2,3,4,5,6 ( m : 6 )

Rumus  { 1 – (1/2)m  } n 

{ 1 – (1/2)m  } n = { 1 – (1/2) 6 } 1 =  { 1-(0,015625) }1 = { 0, 984375 }1 = 0,98 %

  1. 2.      Diket : ada 5 pasang alel heterozigot Aa ( n : 5 , m : 6 )

Ditanya ; proporsi tanaman homozigot setelah generasi 1,2,3,4,5,6 selfing ?

Jawab :

5 pasang alel  berarti ( n : 5 )

Generasi 1,2,3,4,5,6 ( m : 6 )

Rumus  { 1 – (1/2)m  } n 

{ 1 – (1/2)m  } n = { 1 – (1/2) 6 } =  { 1-(0,015625) }5 = { 0, 984375 }5 = 0,90 %

 

                  TUGAS 3

                  SOAL

  1. 1.      Cari pusat keragaman  (origin of diversity, Vavilov) tanaman menyerbuk sendiri (10 tanaman)
  2. 2.      Daerah penyebaran di Indonesia (5 tanaman)

 

 

                   JAWABAN

  1. 1.      Pusat keragaman tanaman menyerbuk sendiri sebagai berikut :
    1. 1.      Kacang Tanah

Tanaman kacang tanah banyak ekali dijumpai di daerah amerika serikat tepatnya di Negara Brazilia karena disanalah tanaman kacang tanah pertama kali ditemukan.

  1. 2.      Tomat

Tanaman tomat banyak sekali ditemukan di amerika selatan dan amerika tengah hingga sampai Negara Meksiko dan Negara Peru karena disanalah tanaman tomat ini ditemukan.

  1. 3.      Terong

Tanaman terong berasal dari asia selatan tepatnya di daerah Negara India  dan Negara Sri langka

  1. 4.      Kedelai

Tanaman kedelai merupakan tanaman yang tua dan sejak 3500 tahun yang lalu ditemukan di asia timur serta banyak ditemukan di daerah Jepang dan sekitarnya.

  1. 5.      Jeruk

Tanaman jeruk berasal dari asia timur dan asia tenggara, di daerah Jepang dan sekitarnya pertama kali ditemukan dan telah menyebar luas ke seluruh asia tenggara hingga sampai pada Indonesia.

  1. 6.      Kentang

Tanaman kentang pertama kali ditemukan di daerah kawasan Amerika selatan tepatnya di Negara Brazilia.

  1. 7.      Lada

Tanaman lada pertama kali ditemukan didaerah Pulau Bangka Sumatera Selatan yaitu tepatnya didaerah Negara Indonesia sendiri sebagai pusat penghasil rempah – rempah dan lada.

  1. 8.      Tembakau

Tembakau pertama kali banyak di jumpai di kawasan Benua Eropa.

 

  1. 9.      Kakao

Tanaman kakao pertama kali ditemukan didaerah Amerika Selatan  yang merupakan tanaman berwujud pohon.

10. Kapas

Ada beberapa jenis kapas yang asalnya dari beberapa daerah di dunia sebagai berikut :

  1. a.      G. hirsutum  asli dari Negara Meksiko,Amerika Tengah,Kep. Karibia dan Florida
  2. b.     G. barbadense asli dari Amerika Selatan Tropika
  3. c.      G. arboretum asli dari lembah sungai indus di India dan Pakistan
  4. d.     G. herbaceum asli dari wilayah Levantia ( hulur sungai Tigris)
  5. 2.      Daerah penyebaran di Indonesia ( min 5 tanaman )
    1. 1.      Tembakau

Di Indonesia banyak ditemukan tanaman tembakau tetapi kualitas tembakau yang terbaik ditemukan hanya ditemukan dibeberapa daerah tertentu saja seperti di Deli,Temanggung,Lombok,Besuki, Madura,Ponorogo dan Nusa Tenggara Timur.

  1. 2.      Terong

Di Indonesia tanaman terong hanya bisa ditemui didaerah Pulau Jawa saja.

  1. 3.      Kacang Tanah

Kacang tanah hamper bisa ditemukan di seluruh daerah di Indonesia  di Pulau Jawa,Sumatera,Sulawesi dan kini telah ditanam diseluruh daerah Di Indonesia.

  1. 4.      Kakao

Tanaman kakao Pusatnya di Daerah Ungaran, Jawa Tengah.

  1. 5.      Kedelai

Tanaman kedelai hamper ditemukan di seluruh asia seperti Korea,Jepang,China,Se Asia Tenggara khususnya Indonesia.

 

                     TUGAS 4

                     SOAL

  1. 1.      Cari lembaga-lembaga (dalam atau luar negeri) yang berhubungan dengan koleksi tanaman menyerbuk sendiri (10 tanaman)
  2. 2.      Bentuk koleksi

   JAWABAN

  1. 1.      Lembaga lembaga yang berhubungan dengan koleksi tanaman menyerbuk sendiri
    1. a.      IRRI (the International Rice Research Institute) berkedudukan di Los Banos , Filiphina. Lembaga ini mengoleksi dan mengkonservasi tanaman padi diperkirakan lebih dari 50.000 macam oryza sativa,O. galberrima,populasi dari tanaman liar taupun mutan.
    2. b.     PIS (Plant Introduction Station) berkedudukan di Beltsville Maryland, USA. Lembaga ini mengoleksi tanaman kacang tanah.
    3. c.      INTSOI (International Soybean Institute), berkedudukan di Urban, lilinois. Lembaga ini mengoleksi dan mengkonversi tanaman kedelai.
    4. d.     CIAT (Centro Internacional de Agricolas  Tropical – the International center of tropical agriculture ) berkedududkan di Cali, Columbia. Lembaga ini koleksi tanaman ketela pohon dan dry-bean (Phaseolus vulgaris ).
    5. e.      AVRDC (Asian Vegetable Research and Development Center) berkedudukan  di Shanghwa, Taiwan. Lembaga ini merupakan bank plasma nutfah untuk tanaman sayuran termasuk kedelai.
    6. f.        CIMMYT (Centro Internacional de Mejoramiento de Maize y Trigo- the international maize and wheat improvement center), berkedudukan di El Batan Meksiko. Lembaga ini mengoleksi dan mengkonservasi tanaman jagung  dan  gandum. Selain di CIMMYT, tanaman jagung juga terdapat di INIA (Instituto Nacional de Investigaciones Agricolas) di Mexico City.
    7. g.      ICISRAT (International  crops research institute for the semi-arid tropics), berkedudukan di Hyderabad India. Lembaga ini mempunyai koleksi tanaman kacang tanah, sorghum, dan pearl millet.
    8. h.      IITA (International Institute of Tropical Agriculture), berkedudukan di Ibadan, Nigeria. Lembaga ini mengoleksi dan mengkonservasi tanaman Hortikultura.
    9. i.        IPC (The  International Potato  Center), berkedudukan di Peru. Lembaga ini mengoleksi dan megkonservasi tanaman kentang.
    10. 2.      Bentuk bentuk koleksinya adalah :
      1. a.      Koleksi Tanaman, koleksi ini terbagi menjadi 2 kelompok yaitu koleksi kebun dan koleksi green house.
      2. b.     Koleksi Biji atau Bank Biji adalah tempat pengiriman dan penerimaan  biji baik dari hasil seed exchange maupun dari hasil kebun. Keberadaan biji dalam jumklah sedikit dan terbatas dengan mempertimbangkan pentingnya keberadaan tanaman tersebut.
      3. c.      Koleksi Herbarium. Herbarium adalah tempat penyimapanan contoh koleksi specimen tanaman/tumbuhan yang telah diawetkan dengan cara-cara khusus. Ada 2 jenis herbarium yaitu herbarium kering dan herbarium  basah. Herbarium yang baik selalu disertai identitas pengumpul (nama pengumpul atau kolektor dan nomor koleksi) serta dilengkapi keterangan lokasi asal material dan keterangan tumbuhan tersebut dari lapang.

 

 

 

 

 

TUGAS 5

SOAL

  1. 1.      Cari gambar morfologi bunga tanaman menyerbuk sendiri (5 tanaman)
    1. a.      Saat   anthesis   (pecahnya   kepala   sari)   dan   masaknya   polen  dari setiap tanaman (5 tanaman)
    2. b.     Receptivitas kepala putik dari setiap tanaman (5 tanaman)

                       2.  kompatibilitas polen-stigma

                       3. teknik hibridisasi  (pilih 1 tanaman )

JAWABAN

1. Gambar Morfologi bunga tanaman menyerbuk sendiri

                          A.  Tanaman Padi

1. Anthesis (pecahnya kepala sari) dan masaknya polen.

 

 

 

 

  1. 2.     Receptivitas kepala putik

 

 

 

 

B.  Tanaman Gandum

1. Anthesis (pecahnya kepala sari) dan masaknya polen.

 

  1. 3.     Receptivitas kepala putik

 

 

 

 

C. Tanaman Kakao

a. Anthesis (pecahnya kepala sari) dan masaknya polen.

 

 

 

 

  1. c.      Receptivitas kepala putik

 

 

 

 

D. Tanaman Kapas

a. Anthesis (pecahnya kepala sari) dan masaknya polen.

 

 

 

 

b. Receptivitas kepala putik

 

 

E.  Tanaman Kedelai

a. Anthesis (pecahnya kepala sari) dan masaknya polen.

 

 

 

 

b. Receptivitas kepala putik

 

 

 

 

2. Kompatibilitas   polen-stigma   adalah   bentuk   kesuburan   yang   disebabkan   oleh adanya   kemampuan   tanaman   yang   memiliki   pollen   dan   ovule   normal   dalam membentuk   benih.   Kompatibilitas   dapat   disebabkan   oleh   kemampuan   tabung pollen   dalam   menembus   kepala   putik   atau   tumbuh   normal   sepanjang   tangkai putik.   Kompatibilitas   akan   menghalangi   terjadinya   peryerbukan   silang   dan mendorong terjadinya penyerbukan sendiri.

3. Teknik Hibridisasi pada tanaman kacang tanah

Pada   garis   besarnya   persilangan   mencakup   kegiatan   (1)   persiapan,   (2) kastrasi,   (3)   emaskulasi,   (4)   Isolasi,   (5)   pengumpulan   serbuk   sari,   (6) penyerbukan dan (7) pelabelan.

1) Persiapan

Sebagai persiapan untuk melakukan kastrasi dan penyerbukan silang perlu disediakan alat-alat antara lain : pisau kecil yang tajam, gunting kecil, pinset   dengan   ujung   yang   runcing,   jarum   yang   panjang   dan   lurus,   alkohol (75-85%) atau spiritus dalam botol kecil untuk mensterilkan alat-alat tersebut, wadah untuk tempat benang sari, sikat kecil untuk mengeluarkan serbuk sari dari benang sari, kuas untuk meletakkan serbuk sari di atas kepala putik dan kaca pembesar untuk memeriksa kebersihan kepala putik.Untuk   membungkus   bunga   sebelum   dan   sesudah   dilakukan penyerbukan dapat dipakai kantong dari kain, kelambu, kantong plastik yang  telah   diberi   lubang-lubang   kecil   untuk   pernafasan   (peredaran   udara)   atau isolatif, sesuai dengan ukuran bunga. Selain itu perlu disediakan label dari kertas yang tebal dan kedap air. Label-label   tersebut   diberi   nomor   urut   menggunakan   pinsil   atau   bolpoint yang   tintanya  tidak   luntur   karena  air.  Untuk  keperluan  penyerbukan  silang antara jenis-jenis tertentu sebaiknya kertas label mempunyai warna tertentu, misalnya untuk persilangan A X B warna labelnya merah, untuk A X C warna labelnya putih, untuk D X B warnanya hijau dan seterusnya dengan warna lain.

 

2) Kastrasi

Kastrasi adalah kegiatan membersihkan bagian tanaman yang ada di sekitar bunga yang akan diemaskulasi dari kotoran, serangga, kuncup-kuncup bunga   yang   tidak   dipakai   serta   organ   tanaman   lain   yang   mengganggu kegiatan   persilangan.   Membuang   mahkota   dan   kelopak   juga   termasuk kegiatan   kastrasi.   Kastrasi   umumnya   menggunakan   gunting,   pisau   atau pinset.

3) Emaskulasi

Emaskulasi   adalah   kegiatan   membuang   alat   kelamin   jantan   (stamen)   pada tetua betina, sebelum bunga mekar atau sebelum terjadi penyerbukan sendiri. Emaskulasi terutama dilakukan pada tanaman berumah satu yang hermaprodit dan fertil. Cara emaskulasi tergantung pada morfologi bunganya. Beberapa metode emaskulasi yang umum digunakan adalah :

1. Metode Kliping atau Pinset

Adapun   cara   melakukan   emaskulasi   menggunakan   metode   ini   adalah sebagai berikut :

a. Setelah   dipilih   bunga   yang   akan   digunakan   sebagai   betina,   bagian   ujung   kuncup bunga dipotong dengan pisau silet atau gunting, sehingga kepala putiknya kelihatan jelas   dari   atas.   Pekerjaan   ini   harus   dilakukan   dengan   hati-hati   jangan   sampai putiknya turut terpotong atau rusak.

b. Mahkota   dari   kuncup   bunga   dibuka   perlahan-lahan   satu   per   satu   dengan menggunakan   pinset   sampai   semua   benang   sari   terlihat   jelas   dari   luar.   Bila   perlu semua mahkota dibuang.

c. Benang sari dapat dibuang satu per satu sampai habis dengan sebuah pinset.

d. Baik pinset, maupun gunting kecil dan alat lain yang dipakai untuk emaskulasi bunga harus   steril.   Setiap   kali   hendak   di   pakai,   alat   tersebut   perlu   dicelupkan   ke   dalam spiritus atau alkohol 75-85% dan kemudian dilap sampai kering dan bersih.

e. Setelah   melakukan   emaskulasi,   pada   tangkai   bunga   segera   digantungkan   sebuah label yang telah diberi nomor.

2. Metode Pompa Isap (Sucking Method)

Teknik ini mudah dilakukan pada padi. Pada tahap awal metode ini relatif mahal,   karena   diperlukan   biaya   untuk   pengadaan   alat.   Keuntungan menggunakan   metode   ono   adalah   kemungkinan   rusaknya   kepala   putik (stigma) dan pecahnya anter dan penyerbukan sendiri sangat kecil. Teknik pengerjaannya adalah ujung bunga dibuka dengan gunting, kemudian anter dihisap keluar dengan alat pompa hisap.

3. Metode Pencelupan dengan Air Panas, Air Dingin atau Alkohol Untuk   tanaman   yang   bunganya   kecil-kecil,   seperti   sorghum,   rumput-rumputan   dan   pakan,   pembuangan   stamen   dengan   menggunakan   pinset atau  gunting   sangat  sulit.   Cara  emaskulasi   untuk  jenis  bunga   ini  adalah dengan   mencelupkan   bunga   ke   dalam   air   hangat   yang   mempunyai temperatur tertentu, biasanya antara 43-53 0C selama 1-10 menit. Cara ini mahal dan tidak praktis. Hal yang sama bisa dilakukan pada air dingin atau alkohol.

4. Metode Kimia

Beberapa bahan kimia dapat mendorong terbentuknya mandul jantan (male sterile)   pada   tanaman.   Bahan   kimia   tersebut   diantaranya   adalah   GA3, sodium dichloroasetat, ethrel,GA4/7,  2,4  D,  NAA.  Caranya  bahan   tersebut   disemprotkan   pada  bunga yang sedang kuncup dengan konsentrasi tertentu.

5. Metode Jantan Mandul

Pada beberapa tanaman menyerbuk sendiri seperti barley, sorghum, atau padi pelaksanaan emaskulasinya sukar, maka bisa memanfaatkan tanaman mandul   jantan   yaitu   yang   anternya   steril   dan   tidak   menghasilkan   polen yang   viabel.   Sifat   mandul   jantan   ini   bisa   dikendalikan   secara   genetik maupun sitoplasmik.

4) Isolasi

Isolasi  dilakukan  agar  bunga yang  telah  diemaskulasi tidak terserbuki oleh serbuk sari asing. Dengan demikian baik bunga jantan maupun betina harus dikerudungi dengan kantung. Kantung bisa terbuat dari kertas tahan air, kain, plastik,   selotipe   dan   lain-lain.   Ukuran   kantung   disesuaikan   dengan   ukuran bunga tanaman yang bersangkutan.Kantong tersebut harus memenuhi syarat-syarat berikut :

1. Kuat dan tahan hujan lebat dan panas terik matahari.

2. Tidak mengganggu pernafasan bunga yang dibungkus

3. Bila terkena air hujan dapat lekas kering, airnya dapat lekas menguap

4. Bahan yang dipakai untuk kantong tidak enak rasanya, agar tidak  dimakan oleh serangga atau binatang-binatang lainnya.

5. Kantongnya cukup besar, sehingga bila ada hujan turun, bunganya tidak akan   menempel   pada   kantong.   Kantong   tersebut   dapat   berbentuk   silinder, yang   diperkuat   dengan   kerangka   dari   kawat   atau   bambu.   Bila   bunga   yang dibungkus itu kecil, cukuplah bunga itu ditutup dengan sebuah tudung plastik berukuran kecil.

                     

                       5) Pengumpulan Serbuk Sari

Pengumpulan serbuk sari dari pohon tetua jantan dapat dimulai beberapa jam sebelum kuncup-kuncup bunga itu mekar. Bila letak pohon tetua betina jauh dari pohon tetua jantan, maka pengangkutan kuncup-kuncup bunga dari tetua jantan ke tetua betina akan memakan waktu yang lama. Agar kuncup bunga itu tidak lekas layu dan tahan lama dalam keadaan segar, hendaknya kuncup bunga itu dipetik dan diangkut pada pagi hari sebelum matahari terbit atau pada sore hari setelah matahari terbenam. Serbuk   sari   adalah   mahluk   hidup,   yang   mempunyai   umur   terbatas   dan kemudian mati. Mutu serbuk sari dapat dipengaruhi oleh banyak faktor antara lain :

1. Kelembaban udara, pada kelembaban udara relatif yang tinggi serbuk sari tidak tahan disimpan lama. Penyimpanan serbuk sari di tempat lembab akan berakibat   buruk,   karena   berpeluang   berjangkit   cendawan   dan   bakteri   yang dapat menyebabkan serbuk sari lekas mati.

2.   Umur   serbuk   sari,   makin   tua   umur   serbuk   sari,   makin   lamban   akan perkecambahannya dan tabung sari yang terbentuk akan lebih pendek. Selain itu persentase butir-butir serbuk sari yang hidup akan terus menurun sampai pada suatu saat tidak ada serbuk sari lagi yang dapat berkecambah.

3.   Suhu   udara,   pada   tempat   yang   udaranya   kering   dan   pada   suhu   rendah, serbuk sari dapat disimpan sampai beberapa minggu dalam keadaan tertutup. Di laboratorium, serbuk sari biasanya disimpan pada suhu antara 2-8 0C dan pada   kelembaban   udara   antara   10%   sampai   50%.   Penyimpanannya   dapat dilakukan   dengan   cara   sebagai   berikut:   terlebih   dahulu   serbuk   sarinya dimasukkan ke dalam tabung gelas. Kemudian tabungnya diletakkan dalam exsicator   (desiccator)   yang   telah   diisi   dengan   CaCl2  atau   dengan   larutan H2SO4 pada konsentrasi tertentu, misalnya antara 10-70%. Maksudnya agar dapat menyerap uap air dari udara cukup banyak. Untuk menyimpan serbuk sari   bunga   karet   dari   jenis   No.   PR   107   biasanya   dipakai   konsentrasi   27% H2SO4 dan untuk serbuk sari dari jenis karet No. AV 157 dipakai konsentrasi 35% H2SO4.

                     

 

                       6) Penyerbukan

Penyerbukan   buatan   dilakukan   antara   tanaman   yang   berbeda   genetiknya. Pelaksanaannya terdiri dari pengumpulan polen (serbuk sari) yang viabel atau anter   dari   tanaman   tetua   jantan   yang   sehat,   kemudian   menyerbukannya   ke stigma   tetua   betina   yang   telah   dilakukan   emaskulasi.   Cara   melakukan

penyerbukan :

1.Menggunakan   kuas,   pinset,   tusuk   gigi   yang   steril,   yaitu   dengan mencelupkan alat-alat tersebut ke alkohol pekat, biarkan kering kemudian celupkan ke polen dan oleskan ke stigma.

2.Mengguncangkan bunga jantan di atas bunga betina, sehingga polen jantan jatuh   ke   stigma   bunga   tetua   betina   yang   telah   diemaskulasi.   Cara   ini biasanya digunakan untuk persilangan padi dan jagung.

7) Pelabelan

Ukuran   dan   bentuk   label   berbeda-beda.   Pada   dasarnya   label   terbuat   dari kertas keras tahan air, atau plastik. Pada label antara lain tertulis informasi tentang:   (1)   Nomor   yang   berhubungan   dengan   lapangan,   (2)   Waktu emaskulasi,   (3)   waktu   penyerbukan,   (4)   Nama   tetua   jantan   dan   betina,   (5) Kode pemulia/penyilang.

TUGAS 6

SOAL

  1. 1.      Apa persamaaan antara metode seleksi Bulk dan Pedigree ?
  2. 2.      Apa perbedaan antara metode seleksi Bulk dan Pedigree ?

JAWABAN

  1. 1.      Persamaaan metode seleksi bulk dengan pedigree yaitu metode seleksi pedigree dan bulk adalah sama – sama melakukan  hibridisasi.
  2. 2.      Perbedaan antara seleksi pedigree dan bulk adalah pada tahapannya. Mulai dari penetapan tetua hingga uji multilokasi.

 

 

 

 

 

 

 

 

Tugas PPT Pemuliaan Tanaman 2

Posted by Hadi Susilo on May 22, 2012 with 3 Comments

HADI SUSILO 115040213111030 Ir. SRI LESTARI P. M.S. AGROEKOTEKNOLOGI / H TUGAS PPT 2   PROGRAM STUDI AGROEKOTEKNOLOGI FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS BRAWIJAYA MALANG              2011   SOAL Bagaimana susunan genetik tanaman menyerbuk sendiri? Bagaimana pula susunan genetik tanaman menyerbuk silang? Mengapa susunan genetiknya berbeda? Mengapa suatu tanaman terjadi penyerbukan sendiri? Mengapa pula suatu tanaman terjadi [...]

Tugas PPT Pemuliaan Tanaman 1

Posted by Hadi Susilo on May 22, 2012 with No Comments

                                                                                             MATA KULIAH                 : PEMULIAAN TANAMAN                                                                                            SIFAT TUGAS                      : INDIVIDU                                                                                    TGL  PENGUMPULAN : KAMIS, 01- 03 – 2012   Soal                                                                                                       1.      Apa pengertian pemuliaan tanaman ? 2.      Apa contoh keberhasilan pemuliaan tanaman ? 3.      Apa program baku pemuliaan tanaman ? Jawaban 1.      Pemuliaan tanaman adalah usaha-usaha yang dilakukan untuk mengubah susunan genetik [...]

MAKALAH PEMULIAAN TANAMAN HIBRIDISASI TANAMAN TOMAT

Posted by Hadi Susilo on May 22, 2012 with 1 Comment

oleh : Hadi Susilo 115040213111030             PROGRAM STUDI AGROEKOTEKNOLOGI FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS BRAWIJAYA MALANG 2012       KATA PENGANTAR   Puji syukur kami panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa karena akhirnya kami dapat menyelesaikan makalah mengenai pemuliaan tomat. Tujuan pembuatan makalah ini memenuhi tugas mata kuliah  Perlindungan Tanaman dan lebih memahami serta mengenal pemuliaan [...]

SILATURRAHIM

Posted by Hadi Susilo on May 21, 2012 with 1 Comment

Oleh : Khalid Ar-Rasyid Buku ini dipersempahkan untuk: Orang yang sedang bersilaturrahim baik tahu atau tidak tahu bahwa silaturrahim adalah ibadah dan menyambung kerabat. Ditujukan kepada hati yang rindu bertemu dengan kerabat dan orang dekat karena beberapa sebab sehingga tidak bisa berkunjung … Semoga bisa bersabar. Orang yang tidak bisa bertemu dengan kerabat dan sanak [...]

” Sehari di Kediaman Rasulullah “

Posted by Hadi Susilo on May 21, 2012 with 2 Comments

Oleh : Abdul Malik bin Muhammad bin Abdur Rahman Al-Qasim Mukaddimah Kunjungan Istimewa Perjalanan Yang Menyenangkan Sifat-Sifat Rasulullah Tutur kata Rasulullah Kediaman Rasulullah Karib Kerabat Rasulullah Aktiftas Rasulullah di Dalam Rumah Akhlak dan Budi Pekerti Rasulullah Putra-Putri Rasulullah Keharmonisan Rumah Tangga Rasulullah Rasulullah dan Syariat Poligami Canda Rasulullah Tidur Rasulullah Shalat Malam Rasulullah Ketika Fajar [...]

MANHAJ AHLUS SUNNAH DI DALAM BERAKHLAK DAN BERPERILAKU

Posted by Hadi Susilo on May 21, 2012 with No Comments

  Syaikh Abdullah  Bin Abdul Hamid Al Atsary. Di antara pokok-pokok aqidah Ahlus Sunnah : memerintahkan yang ma’ruf, mencegah kemungkaran dan beriman bahwa kebaikan umat  akan terealisasi ketika mereka berada padanya. Amar ma’ruf nahi munkar termasuk diantara syiar-syiar islam yang paling agung dan penyebab terpeliharanya jama’ah kaum muslimin. Amar ma’ruf nahi munkar hukumnya wajib sesuai [...]

JANGAN DEKATI ZINA

Posted by Hadi Susilo on May 21, 2012 with 1 Comment

Oleh : Imam Ibnu Qayyim Al-jauziyah Pendahuluan Bahaya Zina Melihat bahwa bahaya yang ditimbulkan oleh praktek zina merupakan bahaya yang tergolong besar, dan praktek tersebut juga bertentangan dengan aturan universal yang diberlakukan untuk menjaga kejelasan nasab keturunan, menjaga kesucian dan kehormatan diri, juga mewaspadai hal-hal yang menimbulkan permusuhan serta perasaan benci di antara manusia disebabkan [...]