Apr

10

HUBUNGAN STERILISASI, PENGENCERAN DAN INOKULASI DALAM KULTUR BAKTER

Posted by : Slamet Abdullah | On : April 10, 2012

HUBUNGAN STERILISASI, PENGENCERAN DAN INOKULASI DALAM KULTUR BAKTERI

Hampir semua tindakan yang dilakukan dalam diagnosa mikrobiologis, sterilisasi sangat diutamakan baik alat-alat yang siap pakai maupun medianya. Suatu alat atau bahan dikatakan steril apabila alat atau bahan tersebut bebas dari mikroba baik dalam bentuk vegetatif maupun spora. Oleh karena itu, bagi seorang pemula di bidang mikrobiologi sangat perlu mengenal teknik sterilisasi, pembuatan media serta teknik penanaman, hal ini semua merupakan dasar-dasar kerja dalam laboratorium mikrobiologi (Volk & Wheeler, 1993).
Secara umum, sterilisasi merupakan suatu proses pemusnahan kehidupan khususnya mikrobia dalam suatu wadah ataupun peralatan laboratorium. Sesuai tujuan percobaan yang akan kita lakukam,  diharapkan kita dapat membuat dan mensterilkan media dan alat yang akan digunakan. Sterilisasi dalam mikrobiologi adalah suatu proses untuk mematikan semua mikroorganisme yang terdapat pada atau di dalam suatu benda. Ada tiga cara utama yang umum dipakai dalam sterilisasi yaitu penggunaaan panas, penggunaan bahan kimia, dan penyaringan (filtrasi). Apabila panas digunakan bersama-sama dengan uap air maka disebut sterilisasi basah, bila tanpa kelembapan maka disebut sterilisasi kering (Achmad, 2007).
è Hubungan Sterilisasi Dengan Pengenceran

Dalam Pengenceran Koloni Bakteri, Tujuannya adalah untuk mengurangi  konsentrasi koloni mikroba yang akan ditumbuhkan pada media agar tidak terjadi spreader atau TBUD (Terlalu Banyak Untuk Dihitung).

Untuk Pengenceran sendiri dapat dilakukan dengan cara pengenceran bertingkat yaitu dengan mengencerkan tabung reaksi sebanyak 5 buah untuk sampel NA dan 3 buah untuk sampel PDA. Tujuan dilakukan pengenceran yaitu memperkecil atau mengurangi jumlah mikroba dalam cairan. Penentuan besarnya atau banyaknya tingkat pengenceran tergantung kepada perkiraan jumlah mikroba dalam sampel.(UNSOED,2008)

Sebelum melakukan pengenceran bertingkat alat yang akan digunakan yaitu pipet serologis dan media cawan petri harus disterilisasi terlebih dahulu agar tidak ada mikroba yang hidup pada alat maupun media yang dipakai. Adapun metode sterilisasi untuk alat pipet serologis dan cawan petri ini yaitu dengan sterilisasi basah menggunakan autoklaf dengan suhu C selama 15-20 menit.

Saat pengenceran bertingkat bisa dilakukan dengan menggunakan pipet serologis.Perlakuan ini harus dilakukan secara aseptis, yaitu bisa menggunakan salah satu metode sterilisasi pembakaran dengan cara mendekatkan tabung reaksi di dekat bunsen agar mikroba yang ada di sekitar musnah sehingga tidak terjadi pertumbuhan mikroba saat pengenceran bertingkat.(UNSOED,2008)

è Hubungan Sterilisasi dengan Metode Inokulasi

Bahan atau peralatan yang digunakan dalam bidang mikrobiologi harus dalam keadaan steril. Steril artinya tidak didapatkan mikroba yang tidak diharapkan kehadirannya baik yang mengganggu atau yang merusak media atau mengganggu kehidupan dan proses yang sedang dikerjakan. Setiap proses baik fisika, kimia, maupun mekanik yang membunuh semua bentuk kehidupan terutama mikroorganisme disebut dengan sterilisasi (Waluyo, 2005).
Saat perlakuan pemindahan biakan (Inokulasi)  secara aseptik, sesungguhnya saat itu juga sudah dikatakan menggunakan salah satu cara sterilisasi, yaitu pembakaran. Karena kita ketahui bahwa sterilisasi adalah proses menghancurkan semua jenis kehidupan sehingga menjadi steril. Sterilisasi seringkali dilakukan dengan pengaplikasian udara panas. Ada dua metode yang sering digunakan, yaitu Panas lembab dengan uap jenuh bertekanan. Sangat efektif untuk sterilisasi karena menyediakan suhu jauh di atas titik didih, proses cepat, daya tembus kuat dan kelembaban sangat tinggi sehingga mempermudah koagulasi protein sel-sel mikroba yang menyebabkan sel hancur. Suhu efektifnya adalah C pada tekanan 5 kg/cm2 dengan waktu standar 15 menit. Alat yang digunakan : pressure cooker, autoklaf (autoclave) dan retort. Panas kering, biasanya digunakan untuk mensterilisasi alat-alat laboratorium. Suhu efektifnya adalah C selama 2 jam. Alat yang sering digunakan pada umumnya adalah oven
( Hadioetomo, 1993).

Agar biakan murni dapat dibuat, medium harus steril sebelum inokulasi; yaitu kita harus yakin bahwa tidak ada organisme hidup dapat berada dalam medium jika diinokulasi. Metode yang lazim digunakan untuk mensterilkan media yaitu menempatkannya dalam autoklaf (sebetulnya panci masak bertekanan besar dan dielaborasi). Autoklaf menggunakan uap bertekanan untuk menaikkan suhu barang yang sedang disterilkan sampai suatu taraf yang mematikan semua bentuk kehidupan. Untuk sterilisasi rutin, otoklaf biasanya dioperasikan pada tekanan 1 atm/ Mpa. Pada tekanan ini suhu suhu yang dipakai adalah 121 C. Waktu yang diperlukan pada suhu ini adalah 15 sampai 20 menit. Apabila medium berukuran besar disterilkan, maka waktu yang diperlukan akan lebih panjang, karena panas memerlukan waktu untuk menembus bahan tersebut (Volk & Wheeler, 1993).
Metode sterilisasi secara fisik dapat dipakai bila selama sterilisasi dengan bahan kimia tidak akan berubah akibat suhu yang tinggi atau tekanan yang tinggi. Cara kerja dari panas tersebut, bahwa panas membunuh mikroba karena mendenaturasi protein, terutama enzim dan membran sel. Panas kering membunuh bakteri karena oksidasi komponen-komponen sel. Daya bunuh panas kering tidak sebaik panas basah. Hal ini dibuktikan dengan memasukkan biakan mikroba dalam air mendidih akan cepat mematikan daripada dipanasi secara kering (Waluyo, 2005).

Saat pembiakan mikroba menggunakan jarum loop itu sudah menggunakan salah satu metode sterilisasi yaitu sterilisasi pembakaran. Karena saat pemindahan bakteri dilakukan secara aseptis di dekat bunsen. Jarum Loop sendiri juga disterilisasi terlebih dahulu tepat diatas nyala api bunsen sampai keluar warna merah pada ujung jarum Loop. Dengan tujuan agar tidak ada mikroorganisme yang diinginkan. Sehingga saat Inokulasi (Pembiakan Bakteri) bisa dilakukan dengan steril dan hasilnya bisa lebih maksimal.

è Hubungan Pengenceran dan Inokulasi

Setelah melakukan perlakuan sterilisasi, hubungan antara pengenceran dan inokulasi ini sangat berkaitan yaitu dengan adanya pengenceran tersebut untuk mengurangi konsentrasi dari koloni bakteri sehingga bakteri yang tumbuh tidak terlalu banyak atau melebihi standar range perhitungan koloni yaitu berjumlah antara 30 – 300 koloni. Karena tujuan akhir dilakukannya inokulasi yaitu menghitung jumlah koloni yang tumbuh dengan cara menghitung rumus faktor pengenceran. Akan tetapi sebelum menghitung rumus jumlah koloni. Terlebih dahulu dihitung jumlah koloni yang tumbuh menggunakan Colony Counter. Setelah semuanya dihitung, dirasionalisasi terlebih kemudian dilihat range koloni antara 30-300 koloni dan yang terakhir dengan penghitungan menggunakan rumus yaitu :

 

 

DAFTAR PUSTAKA

Achmad Dinoto. 2007. Media Agar. Ide Besar IstriPeneliti. http://www.nvtech .com Diakses tanggal 1 November 2010

Hadioetomo, R. S. 1993. Teknik dan Prosedur Dasar Laboratorium Mikrobiologi. Gramedia: Jakarta.

Unsoed.2008. Petunjuk Praktikum Mikrobiologi Dasar.Fakultas Biologi Universitas Jenderal Soedirman:Purwokerto.

Volk & Wheeler. 1993. Mikrobiologi Dasar Jilid 1 Edisi kelima. Erlangga: Jakarta.

Waluyo, L. 2005. Mikrobiologi Umum. UMM Press: Malang

Leave a Reply