materi DBT media tanam dan bahan tanam

2012
05.01

Media tanam merupakan komponen utama ketika akan bercocok tanam. Media tanam yang akan digunakan harus disesuaikan dengan jenis tanaman yang ingin ditanam.

  1. A.     BAHAN ORGANIK
    Media tanam yang termasuk dalam kategori bahan organik umumnya berasal dari komponen organisme hidup, misalnya bagian dari tanaman seperti daun, batang, bunga, buah, atau kulit kayu.

    1. 1.      ARANG
      Arang bisa berasal dari kayu atau batok kelapa. Media tanam ini sangat cocok digunakan untuk tanaman anggrek di daerah dengan kelembapan tinggi. Hal itu dikarenakan arang kurang mampu mengikat air dalam jumlah banyak. Keunikan dari media jenis arang adalah sifatnya yang bufer (penyangga).
    2. 2.      BATANG PAKIS
      Berdasarkan warnanya, batang pakis dibedakan menjadi 2, yaitu batang pakis hitam dan batang pakis coklat.
    3. 3.       KOMPOS
      Kompos merupakan media tanam organik yang bahan dasarnya berasal dari proses fermentasi tanaman atau limbah organik, seperti jerami, sekam, daun, rumput, dan sampah kota.
    4. 4.      MOSS
      Moss yang dijadikan sebagai media tanam berasal dari akar paku-pakuan. Media ini mempunyai banyak rongga sehingga memungkinkan akar tanaman tumbuh dan berkembang dengan leluasa.
    5. 5.      SABUT KELAPA (COCO PEAT)
      Sabut kelapa atau coco peat merupakan bahan organik alternatif yang dapat digunakan sebagai media tanam.
    6. 6.      SEKAM PADI
      Sekam padi adalah kulit biji padi (Oryza sativa) yang sudah digiling. Sekam padi yang biasa digunakan bisa berupa sekam bakar atau sekam mentah (tidak dibakar). Sekam bakar dan sekam mentah memiliki tingkat porositas yang sama.
    7. B.      BAHAN ANORGANIK
      Bahan anorganik adalah bahan dengan kandungan unsur mineral tinggi yang berasal dari proses pelapukan batuan induk di dalam bumi.

      1. 1.      GEL
        Gel atau hidrogel adalah kristal-kristal polimer yang sering digunakan sebagai media tanam bagi tanaman hidroponik.
      2. 2.      PASIR
        Pasir sering digunakan sebagai media tanam alternatif untuk menggantikan fungsi tanah.
      3. 3.      KERIKIL
        Penggunaan media ini akan membantu peredaran larutan unsur hara dan udara serta pada prinsipnya tidak menekan pertumbuhan akar.
      4. 4.      SPONS (FLORALFOAM)
        Dilihat dari sifatnya, spons sangat ringan sehingga mudah dipindah-pindahkan dan ditempatkan di mana saja.
      5. 5.      VERMIKULIT DAN PERLIT
        Vermikulit adalah media anorganik steril yang dihasilkan dari pemananasan kepingan-kepingan mika serta mengandung Potassium dan Helium.
      6. 6.      GABUS (STYROFOAM)
        Styrofoam merupakan bahan anorganik yang terbuat dari kopolimer styren yang dapat dijadikan sebagai alternatif media tanam.

http://www.feqrastafara.com/2010/01/media-tanam.html

Fungsi Media Tanam:

  • Tempat berkembang dan tumbuhnya akar tanaman secara sehat,
  • Penopang tanaman dan bonggol agar tumbuh secara baik
  • Pengendali dan penyedia air dan pupuk secara merata.

http://bonggolaneh.blogspot.com/2009/03/merawat-adenium-agar-berbunga.html

Perkecambahan (Ing. germination) merupakan tahap awal perkembangan suatu tumbuhan, khususnya tumbuhan berbiji. Dalam tahap ini, embrio di dalam biji yang semula berada pada kondisi dorman mengalami sejumlah perubahan fisiologis yang menyebabkan ia berkembang menjadi tumbuhan muda. Tumbuhan muda ini dikenal sebagai kecambah.

Proses perkecambahan

Perkecambahan diawali dengan penyerapan air dari lingkungan sekitar biji, baik tanah, udara, maupun media lainnya. Perubahan yang teramati adalah membesarnya ukuran biji yang disebut tahap imbibisi (berarti “minum”). Biji menyerap air dari lingkungan sekelilingnya, baik dari tanah maupun udara (dalam bentuk embun atau uap air. Efek yang terjadi adalah membesarnya ukuran biji karena sel-sel embrio membesar) dan biji melunak. Proses ini murni fisik. http://id.wikipedia.org/wiki/Perkecambahan#cite_note-0

Kehadiran air di dalam sel mengaktifkan sejumlah enzim perkecambahan awal. Fitohormon asam absisat menurun kadarnya, sementara giberelin meningkat. Berdasarkan kajian ekspresi gen pada tumbuhan model Arabidopsis thaliana diketahui bahwa pada perkecambahan lokus-lokus yang mengatur pemasakan embrio, seperti ABSCISIC ACID INSENSITIVE 3 (ABI3), FUSCA 3 (FUS3), dan LEAFY COTYLEDON 1 (LEC1) menurun perannya (downregulated) dan sebaliknya lokus-lokus yang mendorong perkecambahan meningkat perannya (upregulated), seperti GIBBERELIC ACID 1 (GA1), GA2, GA3, GAI, ERA1, PKL, SPY, dan SLY. Diketahui pula bahwa dalam proses perkecambahan yang normal sekelompok faktor transkripsi yang mengatur auksin (disebut Auxin Response Factors, ARFs) diredam oleh miRNA.[1]

Li et al. (2007). Repression of AUXIN RESPONSE FACTOR10 by microRNA 160 is critical for seed germination and post-germination stages. The Plant Journal 52:133-146.

 

a. Tipe perkecambahan di atas tanah (Epigeal)

Tipe ini terjadi, jika plumula dan kotiledon muncul di atas permukaan tanah.

Contoh: perkecambahan kacang hijau (Vigna radiata)

Perkecambahan Epigeal

b. Tipe perkecambahan di bawah tanah (Hipogeal)

Tipe ini terjadi, jika plumula muncul ke permukaan tanah sedangkan kotiledon tinggal di dalam tanah.

Contoh: perkecambahan kacang kapri (Pisum sativum), Jagung (Zea mays)

 

Perkecambahan Hipogeal

http://biologi.blogsome.com/2011/07/30/epigeal-dan-hipogeal/

Perbedaan Biji,Benih dan Bibit

MESKIPUN dalam praktek sehari-hari kita sudah teramat biasa menyebut benih tanaman sebagai bibit atau sebaliknya, tapi sebenarnya dua istilah itu berbeda. Para petani kita memang lazim mengatakan ingin membeli bibit cabe atau tomat. Biji itu sebenarnya tidak bisa kita sebut bibit, melainkan benih tanaman. Semua biji-bijian untuk ditanam kembali, sebaiknya kita sebut benih, seperti benih padi yang berupa butiran gabah pilihan, benih kelapa berupa butiran buah kelapa, yang sengaja kita biarkan sampai tua sekali, untuk ditanam kembali.

Sebaliknya, bibit (tanaman) ialah tanaman muda yang sudah tumbuh di pesemaian, dan siap dipindah ke lokasi penanaman. Demikian pula umbi-umbian, seperti kentang, bawang dan anakan tanaman seperti anakan pisang. Jadi, kalau gabah pilihan yang kita semai itu masih disebut benih, maka sesudah disemaikan dan tumbuh, lalu siap dicabut untuk ditanam di sawah, ia “balik-nama” menjadi bibit padi. Demikian pula cabe, kopi, cengkeh dan lain-lain. Kalau bijinya yang akan kita semai atau tanam langsung, itu namanya benih, maka kalau sudah tumbuh menjadi tanaman muda, tidak boleh disebut benih lagi, tapi bibit.

Tapi itu tidak berarti bahwa semua biji-bijian bisa begitu saja kita sebut benih tanaman. Kedelai atau kacang tanah yang dijual di pasar untuk dijadikan tempe atau kacang goreng jelas tidak bisa kita sebut benih. Demikian pula jagung manis, gabah makanan burung, kacang ijo, bubur ketan item. Kadang-ka-dang, cabe atau tomat yang kita beli di pasar memang bisa tumbuh juga manakala kita buang di tempat sampah. Tapi daya tumbuhnya relatif kecil. Juga setelah tumbuh, tanaman tidak akan berkembang menjadi seperti yang kita harapkan. Benih tanaman memang lain sekali dengan biji-bijian yang biasa kita makan
. http://yuda-pangestu.blogspot.com/2012/02/perbedaan-bijibenih-dan-bibit.html

Pengertian Perbanyakan Vegetatif Alami

  • Perbanyakan vegetatif dimana mengambil bahan tanam dari organ tubuh tanaman induk yang merupakan hasil pertumbuhan tanaman (bagian generatif) dan sifat dari keturunannya pasti sama dengan induknya.

http://veganojustice.wordpress.com/2011/07/18/perbanyakan-vegetatif/

Perbanyakan generatif, mengacu pada suatu pengertian perkawinan antara 2 tanaman induk yang terpilih melalui organ bunga pada salah satu induk, kemudian terjadi penyerbukan dan menjadi buah dengan kandungan biji di dalamnya. Perbanyakan vegetatif, mempunyai pengertian perbanyakan tanaman dengan menggunakan organ vegetatif tanaman seperti batang yang mempunyai tunas samping (aksilar/lateral) dan mata tunas dari induk yang terpilih. http://anekaplanta.wordpress.com/2010/02/03/perbanyakan-generatif-dan-vegetatif/

Reproduksi vegetatif alami adalah reproduksi aseksual yang terjadi tanpa campur tangan pihak lain seperti manusia.

Pada tumbuhan

http://id.wikipedia.org/wiki/Reproduksi_vegetatif

Macam Perbanyakan Vegetatif Alami (PENGERTIAN DAN CONTOH )

  • Tunas adventif
    • cocor bebek.
    • kesemek,
    • kersen,
    •  ,cemara
    • dan sukun.
    • Pembentukan tunas
      • pakis haji (cycas rumphii),
      • bamboo(bambusa sp),
      • pisang (musa paradisiaca),
      • nanas,
      • palem,
      • Umbi lapis
        • bawang merah (allium cepa),
        • bawang putih (allium sativum),
        • bawang daun (allium fistulosum),
        • bunga bakung (crinum asiaticum), dan
        •  bunga tulip
        • Umbi batang
          • kentang (solanum tuberrodum),
          • ubi jalar(ipomoea batatas),
          • caladium
          • gadung (dioscorea hispida), dan
          • gambili (dioscorea aculata)
          • Rhizome
            • lengkuas (alpina officinarum),
            • jahe (zingiber officinale),
            • kunyit ( curcuma domestica),
            • temulawak, dan
            • lidah mertua (sansivera sp)
          • Stolon
            • rumput teki(cyperus rotundus)
            • rumput gajah
            • stroberi
            • arbei
            • dan rumput pantai (spinifex sp)

Macam Perbanyakan Vegetatif Buatan (PENGERTIAN DAN CONTOH)

  • Cangkok
    • jambu
    • sawo
    • rambutan
    • mangga
    • jeruk
    • Okulasi
      • mangga,
      • Ø  karet
      • lengkeng
      •  durian, dan
      • rambutan.

Faktor yang mempengaruhi Perbanyakan Vegetatif Alami

1. Faktor Suhu / Temperatur Lingkungan
Tinggi rendah suhu menjadi salah satu faktor yang menentukan tumbuh kembang, reproduksi dan juga kelangsungan hidup dari tanaman.

2. Faktor Kelembaban / Kelembapan Udara
Kadar air dalam udara dapat mempengaruhi pertumbuhan serta perkembangan tumbuhan. Tempat yang lembab menguntungkan bagi tumbuhan di mana tumbuhan dapat mendapatkan air lebih mudah serta berkurangnya penguapan yang akan berdampak pada pembentukan sel yang lebih cepat.

3. Faktor Cahaya Matahari
Sinar matahari sangat dibutuhkan oleh tanaman untuk dapat melakukan fotosintesis (khususnya tumbuhan hijau). Jika suatu tanaman kekurangan cahaya matahari, maka tanaman itu bisa tampak pucat dan warna tanaman itu kekuning-kuningan (etiolasi).

4. Faktor Hormon
Hormon pada tumbuhan juga memegang peranan penting dalam proses perkembangan dan pertumbuhan seperti hormon auksin untuk membantu perpanjangan sel, hormon giberelin untuk pemanjangan dan pembelahan sel, hormon sitokinin untuk menggiatkan pembelahan sel dan hormon etilen untuk mempercepat buah menjadi matang.

 Faktor yang mempengaruhi Perbanyakan Vegetatif Buatan

Faktor Intern :

  1. dormansi bahan tanam (dapat dipecahkan dengan pemberian kelembaban tinggi)
  2. ZPT (dapat memacu pertumbuhan akar dan tunas)

Faktor Ekstern:

  1. suhu (bahan tanam tidak tahan dengan suhu tinggi)
  2. kelembaban (pada awal masa tanam dibutuhkan kelembaban yang tinggi)
  3. cahaya (pada awal pertumbuhan tunas dan akar dibutuhkan cahaya yang tidak banyak, maka perlu diberi naungan)
  4. jamur dan bakteri (biasanya sangat peka terhadap keadaan yang lembab, bahan tanam yang terlukai sangat rawan terhadap serangan jamur dan bakteri sehingga menyebabkan kebusukan) http://veganojustice.wordpress.com/2011/07/18/perbanyakan-vegetatif/

KEUNTUNGAN DAN KELEMAHAN PERBANYAKAN TANAMAN SECARA GENERATIF DAN VEGETATIF

Cara pebanyakan tanaman buah dapat di golongkan menjadi dua bagian yaitu perbanyakan generatif dan perbanyakan vegetatif.
Perbanyakan generatif (biji)
Keuntungan :
-. Sistem perakaran lebih kuat
-. lebih mudah di perbanyak
-. jangka waktu berbuah lebih panjang
Kelemahan :
-. waktu untuk mulai berbuah lebih lama
-. sifat turunan tidak sama dengan induk
-. ada banyak jenis tanaman produksi benihnya sedikit atau benihnya sulit untuk berkecambah
Perbanyakan Vegetatif
Keuntungan :
-. lebih cepat berbuah
-. sifat turunan sesuai dengan induk
-. dapat digabung sifat-sifat yang diinginkan
Kelemahan :
-. perakaran kurang baik
-. lebih sulit di kerjakan karena membutuhkan keahlian tertentu
-. jangka waktu berubah menjadi pendek

http://kelompok3kelas92.blogspot.com/2011/03/keuntungan-perbanyakan-tanaman-secara.html

 

 

 

 

 

 

 

Your Reply

*