Pencari Diri

Posted: 30th May 2012 by Abdul Ghofar in Karya Ku

Malam yang sunyi

Di ganti dengan pagi

Ku langkahkan kaki

Mencari jati diri

Dengan segenap hati

Ku akan terus mencari

Siapa aku …

Dari mana aku …

Untuk apa aku …

Akan kah ku berhasil mencapai-Nya

Atau kah terjebak dalam kehinaan

 

Di Indonesia kelas sosial utamanya pada kelas bawah sangat bervariasi dn pengelompokannya termasuk banyak. Pada kelas bawah atau yang biasanya dikelompokkan dalam penduduk miskin, Jumlah penduduk miskin (penduduk yang berada dibawah Garis kemiskinan) pada bulan Maret 2006 sebesar 39,05 juta (17,75 persen). Sebagian besar (63,41 persen) penduduk miskin tinggal di daerah pedesaan. Peranan komoditi bukan makanan (perumahan, sandang, pendidikan, dan kesehatan). Komoditi makanan berpengaruh besar terhadap nilai garis kemiskinan adalah beras, gula pasir, minyak kelapa, telur dan mie instan.

Untuk komoditi bukan makanan adalah perumahan. Khusus untuk daerah perkotaan, biaya listrik, angkutan, dan minyak tanah mempunyai pengaruh cukup besar, sementara untuk daerah pedesaan pengaruhnya relatif kecil (kurang dari 2 persen).

Pemahaman terhadap kelas sosial sangat penting, karena kelas sosial berpengaruh pada sikap dan perilaku konsumen. Masyarakat yang berada dalam kelas sosial yang berbeda cenderung mempunyai sikap dan perilaku yang berbeda, sebaliknya mereka yang berada dalam kelas sosial yang sama cenderung mempunyai persamaan sikap dan perilaku. Kelas sosial bersifat hirarkis dan dinamis.

Kelas sosial konsumen sangat berpengaruh terhadap perilakunya baik dalam keputusan pembelian. Berbagai riset menunjukan bukti pentingnya bagi pemasar untuk memahami hal ini. Berikut hal-hal penting terkait dengan berbagai penelitian yang berimplikasi penting dalam strategi pemasaran. Perilaku pembelan produk pakaian,fashion, dan berbelanja.

Konsumen menengah ingin memilih produk-produk pakaian yang sesuai dengan kelasnya. Mereka cenderung memilih produk-produk yang banyak di gunakan oleh kelompk yang menjadi rujuka kelas menengah. Bahkan tidak jarang mereka akan memilih model – model seperti yang dipakai oleh kelas atas dengan memilih merek – merek yang sesuai dengan daya belinya. Kelas menengah di Indonesia akan memilih tempat belanja pakaian di mall seperti Matahari, sedangkan kelas atas akan pergi ke Sogo, Senayan Plaza atau berbelanja ke luar negeri.

Konsumen kelas atas akan memilih produk-produk yang bermerek dan mencitrakan kelas sosial atas. Di Indonesia pada kelompok konsumen kelas atas ini akan memilih produk-produk yang bermerk global yang menceritakan kelas atas, bahkan dalam memilih toko pun mereka akan sangat selektif.

Konsumen miskin (bawah) seringkali tidak menyadari irasionalitas mereka dalam berbelanja. Mereka cenderung berorientasi jangka pendek dan tidak berfikir jangka panjang.

Dengan adanya kelas-kelas sosial tersebut, maka hal itu dapat dijadikan segmen oleh pemasar. Sehingga pemasar akan menggunakan strategi yang tepat untuk digunakan pada pasar sasaran tertentu.

Mowen, John C dan Michael Minor. (2002). Perilaku Konsumen.Jakarta: Penerbit Erlangga

Suryani , Tatik.(2008). Perilaku konsumen Implikasi Pada Strategi Pemasaran. Yogjakarta: Graha Ilmu

dikerjakan oleh:

Nama: Abdul Ghofar

NIM:0910220001

untuk Pak Nanang

Menurut  Suryani (2008) Kelompok Acuan bisa bersifat formal, informal, dapat berupa kelompok primer , sekunder atau kelompok keangotaan dan kelompok aspirasional. Berikut Jenis Kelompok berdasarkan pengelompokannya.Sedangkan menurut Sciffman (2000) Kelompok Acuan adalah setiap orang atau kelompok yang menjadi acuan perbandingan atau referansi untuk seseorang dalam membentuk nilai-nilai, perilaku atau petunjuk khusus dalam melakukan sesuatu.

Ditinjau dari intensitas dan keterdekatan hubungan diantara anggota kelompok dapat dibedakan menjadi dua yaitu, Kelompok Primer dan Sekunder. Kelompok Primer adalah kelompok yang intensitas hubungannya kuat, sering berinteraksi dan hubungannya lebih didasarkan pada ikatan emosional. Contoh, Keluarga dan club penghobi tertentu yang anggotanya tidak terlalu banyak dan bertemu secara rutin. Sedangkan Kelompok Sekunder adalah kelompok yang intensitas hubungannuya kurang intensif, jarang berinteraksi dan hubungannya lebih di dominasi hal- hal yang sifatnya formal dan rasional. Contoh, ikatan pesepak bola Indonesia

Berdasarkan keberadaan status legalnya kelompok dapat di klasifikasi menjadi dua yaitu,  kelompok formal dan informal. Kelompok formal adalah kelompok yang keberadaannya resmi, ada pengesahan dari pihak-pihak atau institusi yang berwenang. Contoh, Kelompok Himpunan Mahasiswa Jurusan. Sedangkan Kelompok informal, adalah kelompok yang keberadaannya tidak resmi, berdirinya biasanya hubungan keterdekatan atau karena adanya persamaan kebutuhan, sikap atau pandangan, contoh, geng motor. Konsumen dalam aktifitas kesehariannya akan berada atau terlibat dalam kelompok formal maupun informal, dan melalui interaksi yang ada akan mempengaruhi perilaku anggotanya baik secara langsung maupun tidak langsung.

Menurut Status Keanggotaan dan pengaruh. Dalam hal ini kelompok dapat diklasifikasikan menjadi 4 yaitu:

Kelompok Kontaktual yaitu dimana individu menjadi anggota suatu kelompok dan melakukan tatap muka secara teratur dan mempunyai nilai, sikap, dan standar yang telah mereka setujui.

Kelompok Aspirasional yaitu dimana individu tidak tergabung atau  belum menjadi anggota kelompok, tidak melakukan tatap muka dengan kelompok tersebut tertapi sangat ingin untuk meniru nilai, sikap maupun standar yang ada di dalam kelompok tersebut.

Kelompok disclaiment yaitu dimana individu menjadi anggota suatu kelompok dan melakukan tatap muka secara teratur tetapi tidak setuju dengan nilai-nilai, sikap danp erilaku yang dikembangkan kelompok tersebut.

Kelompok yang dihindari yaitu dimana individu tidak tergabung atau  belum menjadi anggota kelompok, tidak melakukan tatap muka dengan kelompok tersebut dan menolak atau  tidak setuju dengan nilai-nilai, sikap dan perilaku yang dikembangkan kelompok tersebut.

Menurut Mowen dan Minor (2002). Terdapat 5 faktor penting yang dapat menjelaskan mengapa kelompok dapat mempengaruhi perilaku individu, termasuk perilaku konsumsi dan pembelian, yakni.

1. Melalui norma, nilai dan informasi

2. Faktor peran dalam kelompok

3. Tuntutan untuk menyesuaikan dengan kelompok

4. Proses perbandingan social

5. Polarisasi Kelompok

Kelompok acuan  memiliki pengaruh yang cukup kuat terhadap minat beli. Minat beli adalah suatu proses pengambilan keputusan yang dilakukan oleh konsumen dalam pembelian atas produk yang ditawarkan atau yang dibutuhkan oeh konsumen tersebut. Konsumen melakukan minat pembelian karena adanya suatu dorongan dan perilaku membeli secara berulang yang dapat menumbuhkan suatu kecendrungan untuk melakukan pembelian setelah memperoleh respon positif atas tindakan masa lalu.

Kelompok bisa mempunyai pengaruh yang kuat apabila;

1. Menginformasikan atau membuat individu lebih menyadari mengenai produk atau merek tertentu.

2. Memberikan kesempatan untuk membandingkan. Dalam interaksi, anggota kelompok akan saling berbagi pengalaman , menyampaikan ide, dan bertanya kepada anggota kelompok laonnya.

3.  Mempengaruhi individu untuk mengadopsi sikap

4. Melegitimasi keputusan individu untuk menggunakan produk yang sama dengan yang digunakan kelompok.

Kelompok rujukan ini mempunyai pengaruh kuat terhadap Minat beli , maka pemasar berupaya memanfaatkan kelompok rujukan ini. Berikut adalah kelompok rujukan yang sering dipakai oleh pemasar:

1. Artis,  Artis merupakan public figure yang mempunyai tingkat popularitas yang sangat tinggi dan  memiliki pengaruh yang sangat kuat. Sehinga pemasar menilai mereka bisa mempengaruhi masyarakat dalam menimbulkan minat beli terhadap suatu produk.

2.  pakar, Seorang  pakar tentunya memiliki pengetahuan yang lebih dibandingkan orang biasa, dan masyarakat pun cendrung lebih mempercayai perkataan seorang pakar dibandingkan orang biasa oleh karena itu pemasar sering kali menggunakan pakar untuk mengiklankan produknya, misalnya pakar kesehatan gigi memberitahukan bagaimana cara mengurangi nyeri pada gigi  pada iklan pasta gigi anti nyeri

 

 

Sumber:

Mowen, John C dan Michael Minor. (2002). Perilaku Konsumen.Jakarta: Penerbit Erlangga

Suryani , Tatik.(2008). Perilaku konsumen Implikasi Pada Strategi Pemasaran. Yogjakarta: Graha Ilmu

Kotler, Philip and Keller, Kevin Lane (2006).Marketing Management. New Jersey: Prentice Hall

 

dikerjakan oleh:

Nama: Abdul Ghofar

NIM:0910220001

untuk pak Nanang

 

Budaya adalah suatu sistem nilai dan norma yang dianut oleh sekelompok orang tertentu dalam kehidupan bermasyarakat. (Hofstede, Namenwirth, dan Weber). Sebagaimana kita tahu bahwa Indonesia memiliki keanekaragaman budaya. Budaya tersebut dapat terbentuk oleh perbedaan wilayah, suku, agama, dan lain-lain. Hal ini menyebabkan masyarakat Indonesia terbagi menjadi beberapa tipe sosial budaya. Menurut Koentjaraningrat untuk mengkelaskan aneka warna masyarakat dan kebudayaan di Indonesia, kita dapat mengkonstruksikan paling sedikit enam tipe-tipe sosial budaya:

  1. Tipe masyarakat berdasarkan sistem berkebun yang amat sederhana, sistem dasar kemasyarakatannya berupa desa terpencil tanpa differensiasi dan stratifikasi yang berarti. Gelombang kebudayaan menanam padi, kebudyaan perunggu, kebudayaan Hindu dan Agama Islam tidak dialami.
  2. Tipe masyarakat pedesaan berdasarkan bercocok tanam di ladang atau di sawah, sistem kemasyarakatannya berupa komuniti petani dengan differensiasi dan stratifikasi sosial yang sedang.
  3. Tipe masyarakat pedesaan berdasarkan bercocok tanam di ladang atau di sawah, sistem kemasyarakatannya berupa komuniti petani dengan differensiasi dan stratifikasi sosial yang sedang. Namun pada tipe ini berbeda dengan tipe ke-2, dimana pada tipe ini pengaruh Islam sangat kuat.
  4. Tipe masyarakat pedesaan berdasarkan bercocok tanam di ladang atau di sawah, sistem kemasyarakatannya berupa komuniti petani dengan differensiasi dan stratifikasi sosial yang agak komplek. Semua gelombang pengaruh kebudayaan asing dialami.
  5. Tipe masyarakat kekotaan yang mempunyai cirri-ciri pusat pemerintahan dengan sektor perdagangan dan industry yang lemah.
  6. Tipe masyarakat metropolitan yang mulai mengembangkan sektor perdagangan dan yang agak berarti yang agak berarti, tetapi tipe ini didominasi oleh kehidupan pemerintah maupun aktivitas politik.

Semakin derasnya arus infomasi dan komunikasi tidak bisa sangkal sebagai faktor penting yang dapat mempengaruhi pergesaran budaya di suatu masyarakat dari waktu ke waktu. Jika kita amati negara kita, yaitu Indonesia, maka kita akan melihat suatu pergesaran budaya yang sangat tampak jelas. Pergesaran budaya tersebut menjadi peluang bagi para pebisnis. Sebagai contoh, jika dulu kita mengenal yang namanya “layar tancap” untuk menonton film bersama-bersama dengan orang banyak. Namun seiring berjalannya waktu, budaya tersebut (layar tancap) sudah ditinggalkan oleh masyarakat, dan diganti dengan VCD/DVD Player. Hal tersebut juga tidak lepas dari pengaruh asing, terutama pengaruh dari budaya Barat (Western). Budaya Barat lebih menonjolkan budaya individual dari pada Kolektif atau kelompok. Sehingga tidak menjadi hal yang tabu, sesama tetangga tidak saling mengenal.

Saat ini terdapat kondisi dimana masyarakat sangat mudah menerima budaya asing atau budaya luar yang belum tentu cocok dengan budaya Indonesia. Proses filtrasi atau penyaringan perlu dilakukan sedini mungkin agar dapat menyeleksi budaya mana yang cocok dan tidak cocok dengan budaya Indonesia.

KONSEP DIRI

Saya sebagai orang Indonesia tentunya saya lebih menyukai budaya Indonesia. Namun tidak menutup kemungkinan bahwa saya juga menyukai budaya asing, terutama budaya yang sangat cocok untuk karakter pribadi saya. Setiap budaya mempunyai kelebihan dan kekurangan masing-masing serta antar budaya ada yang cocok dan tidak cocok satu sama lain.

Budaya Indonesia yang saya sukai seperti gotong royong, sopan santun, dan murah senyum. Sedangkan budaya asing seperti budaya Jepang, yang saya sukai adalah sikap pantang menyerah, setia atau loyal, serta menjunjung tinggi harga diri serta disiplin. Oleh karena itu, saya dalam aktifitas sehari-hari, sebisa mungkin untuk menerapkan budaya-budaya yang disebutkan diatas.

Dikerjakan oleh:

Nama: Abdul Ghofar

NIM: 0910220001

untuk Pak Nanang

Sumber: Koentjaraningrat. 2007. Manusia dan Kebudayaan di Indonesia. Jakarta: Djambatan.

Tugas UTS MSP

Posted: 23rd April 2012 by Abdul Ghofar in Marketing Strategy Planning
MARKETING PLAN HARLEY DAVIDSON
  1. Ringkasan Eksekutif

Harley-Davidson didirikan pada tahun 1903 yang berpusat di Milwaukee, Wisconsin. Pendiri Harley-Davidson ini adalah Davidson, William D., Walter, Arthur, dan William S. Harley. Nama Harley diambil dari nama William S. Harley yang berperan sebagai pemimpin. Sedangkan nama Davidson diambil dari nama belakang keluarga.

Harley Davidson masih memimpin pangsa pasar motor besar yang disusul oleh Honda di posisi dua dan Yamaha di posisi tiga. Harley Davidson memperluas pasar internasionalnya di Eropa pada tahun 1995. Harley Davidson merupakan salah satu perusahaan industry yang menggunakan sistem Just-In-Time (JIT).

Pangsa pasar Harley Davidson tiap tahun naik, namun tidak dengan diimbangi kenaikan laba bersih perusahaan yang 3 tahun terakhir selalu mengalami penurunan. Harley Davidson juga membidik konsumen dari kalangan wanita dan anak muda dengan melakukan inovasi pada desain motor.

2. Analisis Situasional

  • Analisis Lingkungan Internal

a)      Struktur Perusahaan

–          Struktur Divisi: produsen sepeda motor, salah satu perusahaan di Amerika Serikat yang menggunakan sistem Just-In-Time (JIT).

–          Arah ditetapkan oleh karyawan tingkat yang lebih rendah dan dilakasanakan oleh manajemen puncak

b)      Budaya Perusahaan

–          Bahan Kunci Kualitas: Komunikasi terbuka antara semua level karyawan sangat penting. Manajemen puncak mendorong pendidikan suatu tujuan perusahaan bagi karyawan dan mengembangkan kepercayaan bahwa karyawan akan menjalankan keputusan yang tepat.

–          Nilai-nilai: nilai-nilai telah menjadi bagian dari bagaimana menjalankan bisnis. Nilai-nilai membimbing tindakan dan menjadi kerangka untuk  keputusan-keputusan dan kontribusi yang dibuat karyawan.

c)      Sumberdaya Perusahaan

–          Pemasaran: Filosofi pemasaran Harley dikembangkan berdasarkan keinginan pelanggan yang dikumpulkan melalui survey, wawancara, dan kelompok-kelompok fokus. Kegiatan promosi Harley adalah demonstrasi dan acara sepeda motor konsumen.

–          Keuangan: Harley Davidson go public pada tahun 1986, sejak saat itu sekitar 18.000% perolehan di saham perusahaan.

–          Penelitian dan Pengembangan: kinerja tinggi dengan berfokus pada kualitas, mesin kuat, dan desain ramping.

d)     Operasional

–          Pada tahun 1995 perusahaan memperluas operasi internasionalnya di Windsor, Inggris untuk mengelola pasar Eropa.

  • Analisis Lingkungan Konsumen

Konsumen Harley Davidson mayoritas adalah pria berusia 35 tahun ke atas. Pengendara motor perempuan di Amerika Serikat sekitar 10%, hal ini menjadi peluang bagi Harley Davidson untuk membidik pasar tersebut. Langkah awal yang dilakukan yakni , memperkuat dealer-dealer Harley dengan tujuan mengajarkan para perempuan untuk belajar dasar-dasar sepeda motor, dari peralatan, pelindung, dan kontrol serta kesempatan melihat line-up varian Harley. Harley Davidson juga membidik konsumen dari kalangan anak muda. Untuk itu, pihaknya siap mengubah desain motor-motor besutannya, yang selama ini dianggap terlalu tua oleh anak-anak muda.

  • Analisis Lingkungan Eksternal

a)      Persaingan: Harley Davidson masih merajai pasar motor besar disusul oleh Honda di posisi kedua dan Yamaha di posisi ketiga.

b)      Teknologi: perubahan-perubahan yang terjadi akibat perkembangan teknologi, khususnya teknologi informasi dan komunikasi. Bagi industri otomotif sepeda motor, perkembangan teknologi ini sangat signifikan bagi operasional perusahaan terutama yang bertujuan untuk memasarkan produknya. Adanya teknologi informasi seperti internet dapat membantu perusahaan dalam memperkenalkan produknya kepada banyak konsumen. Serta dapat menjalin hubungan yang lebih erat dengan konsumen.

c)      Kondisi perekonomian: selain di Amerika Serikat sebagai pusat perusahaan beroperasi, Harley Davidson juga merambah pasar Eropa, yang berpusat di Inggris, karena kondisi perekonomian Eropa yang baik, maka hal tersebut menjadi peluang bagi Harley Davidson.

3. Analisis SWOT

a). Kekuatan

  1. Harley-Davidson telah memimpin industri di Amerika Serikat untuk pendaftaran unit ritel sepeda motor kelas berat baru.
  2. Harley-Davidson beroperasi dalam dua segmen, yaitu: Jasa Keuangan dan Sepeda Motor dan Produk Terkait.
  3. Harley tetap menjadi ikon Amerika lebih dari 100 tahun setelah pembentukannya.
  4. Harley aktif mempromosikan gaya hidup sepeda motor dalam bentuk peristiwa, wahana, demonstrasi, dan Harley Owners Group (HOG).
  5. Harley-Davidson memiliki sekitar 686 independen yang dimiliki layanan lengkap dealer di Amerika Serikat.
  6. Harley-Davidson mempromosikan produk dan gaya hidup melalui The Harley Owners Group (HOG).
  7. Harley-Davidson Academy dalam Program Ujung Rider Academy menawarkan bagi mereka yang tertarik belajar naik sepeda motor.
  8. Harley-Davidson terus memperluas penawaran produk untuk bersaing di segmen standar dan kinerja dengan sepeda motor seperti Harley-Davidson XR1200 dan Nightster, para 1125R Buell, dan model MV.
  9. Di Kanada, pangsa pasar perusahaan mengalami peningkatan dari tiap tahunnya, yaitu tahun 2008 sebesar 41,9%; tahun 2007 sebesar 39,0%; dantahun 2006 sebesar 38,2%.
  10. Penjualan Harley-Davidson terutama di Amerika Utara, Eropa, Asia/Pasifik, dan Amerika Latin.
  11. Harley-Davidson memiliki 71 dealer layanan penuh di Kanada, 383 di Eropa, 201 di Asia Pasifik, dan 32 di Amerika Latin.
  12. Perusahaan memproduk silima sepeda motor: (1) Touring, (2) Dyna, (3) Softail, (4) Sportster, dan (5) VRSC.
  13. Jaringan MV sekitar 500 dealer independen terutama terletak di Eropa dengan sekitar 40 dealer independen di Amerika Serikat.
  14. Harley dijual di bawah merek Harley-Davidson Motor Company, Buell Motor Company, Cagiva, dan MV Agusta (yang diakuisisi oleh Harley-Davidson di 2008).
  15. Harley-Davidson memiliki divisi pemasaran yang baik dan dibaginya antara agen promosi, peristiwa pelanggan, dan  iklan melalui surat televise nasional, cetak, radio dan langsung, serta iklan elektronik.

b). Kelemahan

  1. Pengiriman grosir Harley-Davidson adalah 303.479 unit mengalami penurunan 8,2% dibandingkan dengan 330.619 unit pada tahun 2007.
  2. Laba persaham (EPS) pada tahun 2008 adalah $2,79 turun25,4% dibandingkan tahun lalu $3,74.
  3. Laba bersih (net income) perusahaan mengalami penurunan tiap tahunnya dari tahun 2006, 2007, dan 2008.
  4. Penjualan ritel sepeda motor Harley-Davidson diseluruh dunia turun 7,1% pada tahun 2008 dibandingkan dengan tahun 2007.
  5. Total revenue untuk tiap tahunnya mengalami penurunan dari tahun 2006, 2007, dan 2008.
  6. Pendapatan Harley-Davidson mengalami penurunan pada tahun 2008 sebesar $5,59 miliar dibandingkan dengan $5,73 miliar pada tahun 2007, turun 2,3%.

c). Peluang

  1. Rata-rata pembeli sepeda motor Harely-Davidson baru adalah pria yang sudah menikah dengan usia pertengahan 40an.
  2. Rata-rata pembeli sepeda motor Harely-Davidson baru yang memiliki pendapatan rumah tangga rata-rata sekitar $87.000.
  3. Hampir tiga perempat dari penjualan Harley-Davidson baru adalah untuk pembeli dengan minimal satu tahun pendidikan luar sekolah tinggi,
  4. 32% dari pembeli Harley-Davidson memiliki gelar sarjana.
  5. Sekitar 12% penjualan sepeda motor Harley-Davidson baru adalah untuk pembeli wanita.
d). Ancaman

  1. Memiliki banyak pesaing, antara lain: Honda, Yamaha, Suzuki, Kawasaki, Polaris, BMW, dan Triumph.
  2. Harley mengalami kerugian kredit yang meningkat menjadi 3,41% dari 2,71% tahun sebelumnya.
  3. Pesaing memiliki sumberdaya keuangan dan pemasaran yang substansial lebih besar dibandingkan dengan Harley-Davidson.
  4. Pesaing memiliki pendapatan di seluruh dunia lebih besar dan lebih beragam dari Harley-Davidson.
  5. Pesaing menawarkan sepeda motor kelas berat dengan gaya tradisional.
Matrix SWOT

KEKUATAN – S

KELEMAHAN – W

PELUANG – O

STRATEGI SO

STRATEGI WO

Mempromosikan produk dan gaya hidup kepada para pembeli motor terutama kepada pria yang sudah menikah dengan usia pertengahan 40an.  
Menawarkan program rider academy atau pendidikan mengendara motor yang baik kepada pengendara baru.

ANCAMAN – T

STRATEGI ST

STRATEGI WT

   

Hasil dari Matriks SWOT perusahaan Harley-Davidson ini adalah Strategi SO. Yang mana memanfaatkan kekuatan internal perusahaan untuk menarik keuntungan dari peluang eksternal.

 

Sumber:

http://www.oppapers.com/essays/Harley-Davidson-Internal-Analysis/125760

http://otomotif.vivanews.com/news/read/261616-harley-davidson-siapkan-motor-khusus-wanita

Harley-Davidson Annual Report 2008 (HD_Annual2008.pdf).

Harley-Davidson from Wikipedia.

Tugas Mengamati Iklan

Posted: 10th April 2012 by Abdul Ghofar in Marketing Communication

1. Iklan di Radio

a. Stasiun Radio KDS18

3 produk yang sering muncul di iklan pada radio KDS18 adalah Fatigon, Keraton Jahe, Antangin JRG. segmentnasinya adalah menurut wilayah geografi yakni Wilayah se-Malang Raya, karena stasiun radio tersebut adalah stasiun radio lokal, selain itu bahasa yang digunakan dalam iklan juga lebih banyak menggunakan bahasa Malang. Dilihat dari produk yang diiklan saya memberi kesimpulan bahwa target 3 produk diatas ( Fatigon, Keraton Jahe, Antangin JRG) adalah orang dewasa yang membutuhkan stamina lebih dalam melakukan aktifitas rutinnya.

b. Radio Kosmonita

Iklan yang muncul antara lain Emeron Lovely White hand and body lotion, So Klin Smart White, dan Give White Mutiara.  Jadi bisa disumpulkan bahwa segmentasi yang dilakukan berdasarkan demografis menurut jenis kelamin dan wilayah geografi. Serta yang menjadi target adalah wanita, baik Ibu rumah tangga maupun remaja putri yang berlokasi di wilayah se-Malamg Raya. Sesuai dengan target utama pendengar dari radio Kosmonita yang tercermin melalui tagline “sahabat perempuan dan keluarga”.

c. Mass FM

Iklan yang sering muncul pada stasiun radio Mass FM yakni Mama Lemon, Wings Biru, dan Emeron Lovely White. Segmentasi yang dilakukan berdasarkan pada Demografis Jenis kelamin dan Wilayah Geografi. Target dari iklan tersebut adalah kaum wanita yang berada di wilayah se-Malang Raya.

2. Iklan Internet (detik.com dan kompas.com)

Iklan yang sering muncul di situs detik.com dan kompas.com adalah iklan Indosat. Sebenarnya ada beberapa iklan yang terdapat pada kedua situs tersebut, namun penulis hanya mengambil Indosat, karena iklan tersebut sering muncul pada halaman situs kedua situs tersebut.

Jika dilihat dari efektifitasnya, menurut penulis, iklan Indosat dipasang pada situs tersebut sangat efektif, karena kedua situs tersebut sering dikunjungi oleh orang-orang yang memiliki pendidikan tinggi yang membutuhkan informasi dengan cepat. Oleh karena itu, iklan Indosat sangat cocok, karena produk yang ditawarkan merupakan produk telekomunikasi. Selain itu, iklan Indosat pada kedua situs tersebut (detik.com dan kompas.com) dipasang pada tempat yang sangat strategis yakni di bagian atas halaman situs, sehingga sering dilihat oleh pengunjung baik secara disengaja maupun tidak sengaja.

3. Iklan TV

Pada Pukul 06.00-7.00, di stasiun tv swasta yakni Trans 7 saya mengamati banyak iklan yang menawarkan produk penambah stamina. Seperti Fatigon, Mizone, dan Kopi ABC. Menurut penulis, hal yang melandasi pemasangan iklan produk tersebut karena pukul 06.00-07.00 adalah saat bersiap-siap untuk menjalani aktiitas rutin sehari-hari. Sehingga dengan adanya iklan tersebut, konsumen diingatkan untuk mengkonsumsi produk yang diiklankan sebelum menjalankan aktifitasnya.

Pada pukul 18.00-20.00, di stasiun tv Global TV banyak iklan yang biasa dikonsumsi oleh anak-anak hingga remaja, sperti susu Dancow, Sosis So Nice dll. Hal ini karena pada waktu yang bersamaan acara di Global TV adalah acara kartun seperti Sponsebob. Sehingga sangat cocok untuk memasang iklan yang targetnya adalah anal-anak hingga remaja.

sumber:

detik.com

kompas.com

Dibuat oleh Abdul Ghofar

NIM:0910220001

untuk pak nanang

Tipe Kepribadian Manusia

Posted: 28th March 2012 by Abdul Ghofar in Consumer Behavior

Kepribadian manusia pada umumnya ada empat macam. Menurut Florence Littaeur dalam bukunya Personality Plus keempat macam kepribadian manusia yaitu Koleris, Sanguin, Melankolis, dan Plagmatis. Dari keempat macam tipe kepribadian manusia tersebut, setiap orang memiliki satu tipe yang dominan pada dirinya.

Secara singkat gambaran empat macam tipe kepribadian manusia sebagai berikut:

1. Koleris

Seseorang yang bertipe Koleris, kalau menyelesaikan suatu pekerjaan maka ia akan menyelesaikan dengan caranya sendiri. Tipe Koleris memiliki bakat seorang pemimpin meskipun tidak semuanya jadi pemimpin. Si Koleris memiliki ide-ide kreatif untuk menyelesaikan suatu masalah bahkan ia akan m enuntaskan masalah tersebut sampai benar-benar selesai. Mereka yang bertipe Koleris menyukai tantangan, suka memerintah, penuh pertimbangan, pendendam yang kronik, dan berpikir dengan logika.

Salah satu cara menaklukkan tipe Koleris adalah jika terlibat perdebatan dangen tipe manusia seperti ini, jangan pernah mengkritik opini mereka. Jika tidak setuju, cukup kemukakan opini tanpa harus mematahkan argumentasi mereka. Jika berhasil menempatkan diri pada posisi netral, maka kita sudah memenangkan pertemanan mereka.

2. Sanguin

Orang Sanguin cara menyelesaikan suatu pekerjaan adalah dengan cara yang dianggap paling menyenangkan. Si Sanguin ini terkesean bertele-tele karena ingin selalu mencari celah-celah pekerjaan yang bagi dia bisa menimbulkan kegembiraan. Tipe Sanguin juga suka menunda-nunda pekerjaan bahkan kerap melupakan apa yang sudah dikerjakannya. Tipe Sanguin juga memiliki sisi positif seperti mereka suka humoris, supel, ekspresif, punya rasa ingin tahu yang besar, dan selalu mengikuti perkembangan jaman.

Salah satu cara menaklukkan tipe Sanguin yakni memberikan pujian. Hampir semua aktifitas yang mereka lakukan didasarkan oleh niat untuk mendapat pujian. Jika kita memberikan penghargaan yang tulus kepada mereka, walaupun dalam bentuk kecil seperti tertawa saat mereka bergurau atau sekedar menjadi pendengar yang baik, maka kita memenangkan hati mereka.

3. Melankolis

Manusia tipe ini lebih senang menyendiri dan punya perasaan yang sangat peka. Memiliki bakat menjadi musisi karena kepekaannya yang terkadang berlebihan terhadap apapun yang menyangkut perasaan. Mereka yang bertipe Melankolis suka bekerja teratur. Senangnya rapih dan sistematis. Dalam menyelesaikan pekerjaan maka seorang yang berwatak Melankolis akan memilih cara terbaik. Namun selalu ragu-ragu dalam mengambil keputusan dan membutuhkan persetujuan prang lain sebelum bertindak.

Cara menaklukkan tipe ini yaitu dengan memberikan dukungan moral untuk keputusan penting yang akan mereka ambil. Tidak sulit untuk memenangkan pertemanan mereka, karena yang mereka butuhkan hanyalah teman yang bisa terus ada disaat mereka sedang membutuhkan dukungan moral.

4. Plegmatis

Manusia dengan tipe ini adalah manusia yang paling menyenangkan bagi semua orang. Orang plegamtis nyaris tidak pernah marah, serta tersenyum tulus. Hanya saja seperti orang yang tidak mempunyai ambisi. Seorang plegmatis akan menerima pendapat orang lain apapun itu, meski belum tentu ia mengerjakannya. Kalau melakukan pekerjaan maka orang plegmatis akan melakukannya dengan cara yang paling mudah, bahkan kadang-kadang dengan menempuh jalan pintas. Konon katanya, kesabaran dan kebijaksanaan kepribadian ini memang digilai oleh lawan-lawan jenisnya namun mereka tidak dibekali bakat memimpin, atau kasarnya, terlahir untuk jadi bawahan.

Cara menaklukkan tipe ini yakni jadikan mereka sebagai tempat curhat kita, karena mereka lebih senang mendengarkan dan memberikan nasehat.

Kepribadian (personality) bukan sebagai bakat kodrati, melainkan terbentuk oleh proses sosialisasi Kepribadian merupakan kecenderungan psikologis seseorang untuk melakukan tingkah laku social tertentu, baik berupa perasaan, berpikir, bersikap, dan berkehendak maupun perbuatan. Definisi kepribadian menurut beberapa ahli antara lain sebagai berikut:
a) Yinger
Kepribadian adalah keseluruhan perilaku dari seorang individu dengan system kecenderungan tertentu yang berinteraksi dengan serangkaian instruksi.
b) M.A.W Bouwer
Kepribadian adalah corak tingkah laku social yang meliputi corak kekuatan, dorongan, keinginan, opini dan sikap-sikap seseorang.
c) Cuber
Kepribadian adalah gabungan keseluruhan dari sifat-sifat yang tampak dan dapat dilihat oleh seseorang.
d) Theodore R. Newcombe
Kepribadian adalah organisasi sikap-sikap yang dimiliki seseorang sebagai latar belakang terhadap perilaku

sumber:

http://baroedakunibba.blogspot.com/2010/06/kepribadian-kel-3-seminar-agama.html

http://mediaonlinenews.com/pengembangan-diri/4-tipe-kepribadian-manusia

http://mu-ri.blogspot.com/2011/11/4-tipe-kepribadian-manusia-dan-cara.html

 

Dikerjakan oleh:

Nama: Abdul Ghofar

NIM:091022001

untuk pak nanang

Tugas Marcom Tentang Endorser

Posted: 27th March 2012 by Abdul Ghofar in Marketing Communication

[youtube]http://www.youtube.com/watch?v=W0wmf1tVo-s[/youtube]

[youtube]http://www.youtube.com/watch?v=l8ItefFjZ7g[/youtube]

Jika kita simak kedua iklan diatas, maka kita dapat melihat perbedaan iklan tersebut dalam penggunaan endorser (model). Iklan Clear dengan Cristiano Ronaldo sebagai endorser dan iklan Sosis So nice dengan Shinta-Jojo sebagai endorsernya. Salah satu cara kreatif perusahaan untuk menarik konsumen dalam pengambilan keputusan untuk membeli produknya yaitu dengan penggunaan endorser. Penggunaan nara sumber (source) sebagai figur penarik perhatian dalam iklan merupakan salah satu cara kreatif untuk menyampaikan pesan (Kotler dan Keller).

Pemasang iklan harus sangat hati-hati dalam melakukan pemilihan endorser. (Belch dan Belch). Ada beberapa faktor yang mempenggaruhi sikap dan perilaku konsumen terhadap pemakian endorser dalam iklan:

1.  Source credibility, menggambarkan persepsi konsumen terhadap keahlian, pengetahuan. dan pengalaman yang relevan yang dimiliki endorser mengenai merek produk yang diiklankan serta kepercayaan konsumen terhadap endorser untuk memberikan informasi yang tidak biasa dan objektif.

2. Source attractiveness, endorser dengan tampilan fisik yang baik dan/atau karakter non-fisik yang menarik dapat menunjang iklan dan dapat menimbulkan minat audiens untuk menyimak iklan.

3.  Source power, adalah karisma yang dipancarkan oleh narasumber sehingga dapat mempengaruhi pemikiran, sikap, atau tingkah laku konsumen karena pernyataan atau pesan endorser tersebut.

Dapat dikatakan bahwa endorser yang memiliki ketiga faktor tersebut adalah endorser yang kredibel. Tugas utama para endorser ini adalah untuk menciptakan asosiasi yang baik antara endorser dengan produk yang diiklankan sehingga timbul sikap positif dalam diri konsumen, sehingga iklan dapat menciptakan citra yang baik pula di mata konsumen. Iklan merupakan elemen yang penting dan saling berpengaruh dalam menanamkan brand image kepada konsumen, seiring dengan ciri fisik dan kualitas produk yang mengikuti suatu brand tertentu (Temporal & Lee)

Penulis berpendapat dari kedua iklan diatas, bahwa Cristiano Ronaldo sebagai endorser yang kredibel sedangkan Shinta-Jojo endorser yang tidak kredibel, karena Cristiano Ronaldo memiliki semua tiga faktor yang harus dimiliki oleh seorang endorser ( Source credibility, Source attractiveness, dan Source power). Cristiano Ronaldo atau yang sering disebut CR7 adalah salah satu bintang sepak bola dunia yang dikenal diseluruh penjuru dunia bahkan CR7 dianggap artis sepak bola.  Oleh karena itu, pemilihan CR7 sebagai endorser untuk produk Clear Men sangat efektif dalam mempengaruhi sikap dan perilaku konsumen dalam pembelian produk Clear Men.

sumber:

http://gudangupil.com/celebrity-endorser-typical-person-endorser-iklan-televisi-dan-brand-image-produk/indo/

http://www.marketing.co.id/2010/12/09/brand-endorser-effect/

 

Nama: Abdul Ghofar

NIM: 0910220001

untuk Pak Nanang Suryadi

Pengamatan IKLAN (Tugas Perilaku Konsumen)

Posted: 19th March 2012 by Abdul Ghofar in Consumer Behavior

[youtube]http://www.youtube.com/watch?v=FCNlaoVTtdA[/youtube]

[youtube]http://www.youtube.com/watch?v=rSCZCC8Jw-Q[/youtube]

[youtube]http://www.youtube.com/watch?v=61_6jBAowjc[/youtube]

Jika kita simak dari ketiga iklan diatas, kemudian mengkaitkannya dengan teori motivasi Abraham Maslow yang terkenal dengan hierarki kebutuhan (fisiologis, rasa aman, sosial, penghargaan, dan aktualiasasi diri), maka kita dapat menyimpulkan bahwa produsen atau iklan tersebut menggugah konsumennya untuk membeli produk mereka dengan cara menyadarkan bahwa produk mereka dapat memenuhi kebutuhan-kebutuhan tertentu konsumen.

Iklan Prudential mengajak konsumen untuk membeli produk asuransi yang berguna untuk masa depan konsumen. Iklan Prudential ini menggunakan motivasi kebutuhan rasa aman konsumen sebagai acuan pengiklanan produknya. Sehingga iklan tersebut mampu mempersuasif terhadap konsumen yang menginginkan masa depan yang aman.

Iklan XL mempengaruhi konsumen untuk membeli produk Xl dengan cara menggunakan media jejaring sosial Facebook sebagai motivasi konsumen untuk membeli produk XL tersebut, dimana Facebook mampu memenuhi kebutuhan sosial konsumen. Dengan menggunakan XL maka konsumen dapat berinteraksi dengan orang lain di media jejaring sosial Facebook sesuka hati serta kapan saja.

Iklan L-Men memakai dasar kebutuhan aktualisasi diri konsumen untuk mengiklankan produknya. Dalam iklan L-Men tersebut menggambarkan bahwa laki-laki yang meminum L-Men dapat memiliki tubuh atletis serta digandrungi oleh kaum hawa.

Dari ketiga iklan di atas, kita dapat simpulkan bahwa “kebanyakan” iklan-iklan menggunakan motivasi kebutuhan tertentu untuk mempengaruhi konsumennya. Sehingga iklan tersebut langsung dapat dipahami oleh konsumen serta mampu mempersuasif konsumennya. Hal ini sangat efektif, karena pada dasarnya setiap konsumen memiliki kebutuhan yang berbeda-beda.

sumber:

http://id.wikipedia.org/wiki/Motivasi

dikerjakan oleh:

Nama: Abdul Ghofar

NIM  : 0910220001

untuk Pak Nanang Suryadi 

Data Sensus Penduduk jawa Timur

Posted: 13th March 2012 by Abdul Ghofar in Consumer Behavior

Gambar grafik di bawah ini menunjukan pembagian segmentasi geodemografi yang penduduk Jawa Timur tahun 2010. 

segmentasi Geodemografi berdasarkan pada karakteristik Usia dan Jenis kelamin sebagia acuan serta Provinsi jawa Timur sebagai wilayah segmentasi.

dikerjakan oleh:

Nama :Abdul Ghofar

NIM: 0910220001

untuk Dosen : Pak Nanang Suryadi

sumber: www.bps.go.id